Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 20


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Kau hanya mengalahkan prajurit ku,bukan mengalahkan ku," ucap pria tadi dan langsung menyerang Neo secara brutal dengan ilmu bela dirinya.


......................


"Kakak aku lelah, ingin tidur," ucap Alina manja.


Neo yang mendengarnya hanya mengangguk, kemudian dalam dua gerakan dan satu pukulan, pria tadi langsung jatuh dan menderita luka dalam yang cukup serius akibat pukulan Neo.


"Mari adik kita pulang," ucap Neo menarik tangan Alina meninggalkan kumpulan orang yang sedari tadi menonton perkelahian Neo tanpa niat untuk memisahkan.


"Ayo!" ucap Alina.


Dengan elemen anginnya Neo membawa Alina pergi dalam sekejap mata dan meninggalkan debu-debu yang berterbangan karena elemen angin dari Neo yang cukup besar dan cepat.


"Apa adik tidak jadi melihat acara lelang?"tanya Neo memelankan laju elemen anginnya.


"Sudah habis dua jam lalu, sekarang aku ingin ke ruang Tara," jawab Alina.

__ADS_1


"Kau tidak ingin kembali ke paviliun mu? Lau bagaimana jika orang di kediaman perdana menteri mencarimu?"


"Sudah ku bilang,perdana menteri sendiri yang menyuruhku untuk menghabiskan waktu di luar, mungkin sekarang perdana menteri ataupun putra mahkota sedang menyelidiki ruang rahasia ibu Meilani,"


Dalam sekejap mata Alina menghilang kemudian muncul kembali di taman ruang Tara.


"Aku ingin istirahat sambil membaca buku, kakak terserah mau kemana,asal jangan menganggu waktu santai ku," ucap Alina pada Neo yang baru muncul di sebelahnya.


"Ya sudah terserah adik cantikku ini, kakak pergi dulu, " ucap Neo kemudian berteleportasi meninggalkan Alina di taman ruang Tara.


Alina duduk di batang pohon yang telah tumbang dan di ukir sedemikian rupa hingga menjadi ranjang kecil yang cocok untuk digunakan bersantai.


*Setiap keturunan terpilih memiliki lebih dari satu hewan kontrak legendaris yang akan ia temukan dengan sendirinya.


*Setiap hewan kontrak memiliki misi masing-masing untuk membahagiakan pemiliknya cincin ruangannya.


*Setiap hewan kontrak memiliki kehidupan dan keluarganya masing-masing meski kebebasan serta kehidupannya dalam kendali sang pemilik.


Hanya membaca sedikit kalimat Alina sudah tidak bisa mempertahankan kesadarannya hingga alam mimpi mengambil alih seluruh kesadarannya.


Dan tanpa sadar angin membuka lembaran demi lembaran buku itu dan berhenti pada lembaran yang bertuliskan.

__ADS_1


Keturunan terpilih mengalami tujuh kali reinkarnasi dalam seluruh kehidupannya dan pada reinkarnasi yang ketujuh, keturunan terpilih bukan hanya menghadapi sang iblis tapi juga menghadapi masa lalunya, masa dimana dendam tumbuh dari orang-orang di enam kehidupan sebelumnya.


.


.


.


"Ehem,putra mahkota? Apa anda baik-baik saja?" tanya perdana menteri menatap putra mahkota yang sedari tadi melamun saat memeriksa ruang bawah tanah di paviliun anggrek.


"Hah? ya aku baik-baik saja," jawab putra mahkota sedikit gelagapan tersadar dari lamunannya.


"Apa kau menemukan sesuatu, perdana menteri? Ku rasa tidak ada yang aneh di ruangan ini, semua buku-bukunya hanya bertuliskan tentang sejarah kekaisaran, ramuan, serta tentang pengobatan. "


"Saya juga tidak menemukan apapun putra mahkota, hanya buku-buku tentang pengobatan saja,"jawab perdana menteri menggelengkan kepalanya.


"Emm,ngomong-ngomong mengapa nona Alina berada di paviliun anggrek ini, harusnya putra-putri mu berada di paviliun yang dekat dengan kediaman mu bukan? Bahkan kalau di teliti wilayah paviliun anggrek ini sudah bukan bagian dari kediaman mu,perdana menteri, " tanya putra mahkota berjalan menaiki tangga keluar dari ruang bawah tanah yang berada di paviliun anggrek.


Setelah lebih dari tiga jam putra mahkota dan perdana menteri memeriksa ruang bawah tanah di paviliun anggrek, mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dan tak ada barang yang sangat berharga serta tak ada buku dari sang keturunan terpilih.


"Ka-karena....putri Alina.....pernah melakukan kesalahan, putra mahkota, jadi saya mengasingkannya di paviliun anggrek ini yang jauh dari kediaman saya, agar putri Alina bisa merenungi kesalahannya dan tak akan mengulanginya lagi," jawab perdana menteri gugup dan bingung mencari alasan.

__ADS_1


__ADS_2