Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 17


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Apa kau sudah menyelidiki dikediaman mu ini perdana menteri? Apakah salah satu putrimu adalah keturunan terpilih?" tanya putra mahkota memulai percakapan.


...----------------...


"Hamba sudah mengutus prajurit bayangan untuk mengawasi putri Alina, namun tidak ada yang aneh ataupun mengganjal dari sifat dan sikapnya.


Putri Alina juga tidak memiliki tanda bintang di tangan kiri ataupun bulan sabit di tangan kanannya, " jawab perdana menteri.


"Kukira nona Alina......


ya sudahlah lupakan, kau bilang akan ada acara makan malam untuk membicarakan pertunangan nona Delana, tapi ku rasa ayahanda kaisar tidak bisa datang karena ibunda permaisuri tengah sakit. Jadi aku yang akan menjadi wakil dari ayahanda," ucap putra mahkota.


"Tidak masalah baik kaisar atau putra mahkota yang datang hamba akan tetap merasa terhormat karena telah bersedia memenuhi undangan makan malam keluarga hamba."


"Perdana menteri, aku akan tinggal beberapa hari di sini untuk mencari buku sang keturunan terpilih, mungkin saja buku itu ada di ruang rahasia milik nona Alina."


"Saya akan berusaha membantu anda, Putra Mahkota."


.


.


.

__ADS_1


.


"Putri ini memberi hormat pada semua, maaf putri ini terlambat," ucap Alina menunduk saat semua pasang mata menatap ke arahnya yang baru datang dengan pandangan berbeda-beda termasuk pandangan kagum.


Karena Alina malam ini terlihat sangat sempurna apalagi bagi yang belum pernah melihatnya.


Gaun bewarna biru dengan ukiran bunga mawar emas sangat cocok dengan warna kulit Alina yang putih bersih, rambut hitam legam yang disanggul menyisakan sedikit helaian di pelipisnya memperlihatkan leher jenjangnya yang indah, wajahnya cantik natural tanpa sedikitpun tambahan make up, bukan karena Alina tidak bisa menggunakan make make up hanya saja waktu makan malam sudah hampir tiba jadi tak sempat jika harus ber-make up terlebih dahulu.


"Oh ayolah, pemeran utama selalu datang terlambat dan akan membuat kagum semua orang," Alina membatin.


"Siapa putri cantik ini perdana menteri?" tanya Jenderal Utara yang merupakan ayah dari anak yang akan menjadi calon tunangan Delana.


"Oh...dia putri ke dua saya,Alina,"jawab perdana menteri.


"Wow,dia sangat cantik. Apa kau menyesal sayang memutuskan perjodohan nenekmu dulu dengan putri selir Meilani?" tanya istri jenderal Utara pada anak laki-laki semata wayangnya itu.


Kata itu spontan terucap dalam batin Alina saat melihat putra dari Jenderal Utara memiliki wajah yang sama persis dengan Mark (chapter-prolog) bahkan tatapannya pun masih sama persis.


"Oh jadi lelaki itu yang dulunya dijodohkan dengan ku? Untung saja perjodohan itu batal, kalau tidak.... amit-amit aku punya suami buaya seperti dia, lihat yang cantik aja langsung pindah hati, " batin Alina.


Mark yang merupakan anak semata wayang jenderal Utara memang pernah di jodohkan oleh kakeknya dengan Alina, namun karena Alina buruk rupa jadi Mark langsung memutuskan pertunangan itu sepihak dan memilih menjalin kasih dengan adik Alina yaitu Delana.


Informasi perjodohan itu Alina dapatkan dari Yuri yang lima jam lalu baru sadar dengan kondisi yang masih sangat lemah hingga tak bisa membantu Alina bersiap sehingga Alina datang terlambat.


"Sudahlah. Putri Alina, mengapa kau masih berdiri di situ? lebih baik kau segera duduk," ucap perdana menteri.


"Baiklah perdana menteri," jawab Alina berjalan dan duduk di samping Delana.

__ADS_1


Info: Bentuk mejanya memanjang dengan 12 kursi di sisi kanan dan kirinya, serta satu kursi di ujung meja yang diduduki putra mahkota.


Sedari tadi pandangan putra mahkota tak pernah lepas dari gerak-gerik Alina, Mark pun sesekali mencuri pandang ke arah Alina.


"Selamat makan."


Makan malam berlangsung dengan lancar meski sesekali putra mahkota dan Mark mencuri pandang ke arah Alina yang sama sekali tidak membuat Alina merasa terganggu, karena dikehidupan yang dulu Alina selalu menjadi pusat perhatian baik saat jalan, duduk, makan dan beberapa kegiatan lainnya.


Selesai makan dilanjutkan dengan perundingan acara pertunangan dari dua belah pihak, yaitu keluarga perdana menteri dan Jenderal Utara yang kali ini benar-benar membuat Alina bosan.


"Perdana menteri bagaimana kalau acara peresmian pertunangan putra saya dan putri anda dilakukan setelah perayaan ulang tahun kaisar, sekaligus meminta dulu dekrit pernikahan pada kaisar? " saran jenderal Utara.


"Saya setuju, bagaimana kalau putra mahkota, apakah anda setuju?" tanya perdana menteri.


"Tentu saja, saya juga setuju," jawab putra mahkota.


"Baiklah makan malam telah selesai, silahkan jika ada yang ingin kembali ke paviliun tapi jika masih ingin duduk dan berbincang disini juga tidak masalah, " ucap perdana menteri.


Dan langsung saja Alina meminta izin untuk kembali ke paviliunnya yang meninggalkan dugaan bahwa Alina tengah cemburu karena banyak rumor yang bilang jika Alina cinta mati pada Mark.


...****************...


Hai hai,author kembali lagi nih!!


Author selalu ingin mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada para reader yang selalu setia menunggu update dan membaca karya author 🙏😊


Mohon maaf jika jarang update, karena ada kesibukan.

__ADS_1


Mohon dukungannya 🙏😊


__ADS_2