Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 3


__ADS_3

Kotak yang memancarkan sinar terang itu perlahan meredup dan terlihat dalam kotak itu ada kotak lagi yang didalamnya terdapat sebuah kalung dengan liontin berbentuk bulan sabit yang di setengah lingkarannya terdapat bentuk bintang, tak hanya kalung liontin tapi terdapat pula sebuah cincin cantik dengan permata berbentuk mawar bewarna ungu yang dilingkari permata biru.


"Sangat-sangat indah," gumam Alina takjub.


Tangan kanannya terulur mengambil cincin cantik itu dan segera memasangkannya di jari tengah tangan kirinya.


"Bukanya ini cincin ruang? WAW CINCIN INI TINGKAT LEGENDARIS " gumam Alina yang diakhiri pekikan gembira.


Cincin ruang adalah cincin dimana terdapat suatu ruangan yang bisa atau biasa digunakan untuk menyimpan barang.


Cincin ruang dapat menampung banyak sekali barang sesuai dengan tingkatannya.


* Tingkat rendah \= biasa digunakan oleh rakyat dan pelayan.


*Tingkat tengah \= biasa digunakan oleh saudagar-saudagar kaya.


* Tingkat tinggi \= biasa digunakan oleh para pejabat kekaisaran dan keluarganya.


* Master \= biasa digunakan untuk para pemimpin yaitu kaisar, karena cincin ruang tingkat master cukup langka


*Legendaris\= hanya digunakan oleh terpilihlah keturunan dan hanya ada dua di seluruh dunia.


Bagiamana Alina bisa tau mengenai tingkatan cincin ruang?


Karena selama 3 bulan terakhir Alina terus mempelajari sejarah tentang dunia barunya dan disetiap tingkat cincin ruang memiliki ciri khas sendiri, Alina juga mempunyai satu cincin ruang tingkat tengah warisan dari selir Meilan yang malah Alina berikan pada Yuri secara percuma.

__ADS_1


Setelah memasang cincin di jari tengahnya Alina mengambil kalung liontin itu dan segera memasangkannya di leher jenjangnya.


"Indah karena ini aku yang menemukannya, maka semua ini aku punya," ucap Alina gembira kemudian memasukkan seluruh emas, permata dan benda-benda berharga lainnya ke dalam cincin ruang tingkat legendarisnya.


"Apa peti ini hanya berisi kalung dan cincin?" gumam Alina seraya mengambil kotak yang tadinya berisi kalung liontin dan cincin ruang.


Ternyata dibawah kotak yang berisikan kalung dan cincin itu terdapat sebuah buku dengan ukiran kuno dan terlihat antik karena buku itu bersih tanpa debu.


"Nona."


"Anda berada dimana?"


"Nona?"


Samar-samar Alina mendengar suara Yuri yang memanggil namanya diikuti dengan suara beberapa langkah kaki yang samar dan jauh.


Dengan cepat Alina langsung mengambil kotak berisikan buku itu dan menyimpannya di cincin ruang, kemudian Alina berlari kembali melewati lorong panjang nan gelap tanpa obor karena obornya tadi sudah Alina buang entah dimana.


"Bibi Yuri apa yang kau lakukan disini?" tanya Alina, saat di ruang rahasia ibunya terdapat Yuri dan dua prajurit yang mengobrak-abrik buku-buku tebal nan kuno yang tadinya tersusun rapi di atas rak.


"Nona? Ampun nona saya khawatir karena nona tidak keluar-keluar jadi saya memanggil dua prajurit ini untuk membantu mencari nona, saya takut nona terkena reruntuhan akibat gempa dan badai dahsyat tadi, saya juga takut nona digigit ular karena tadi saya melihat seekor ular kobra besar keluar dari ruangan ini," ucap Yuri menyatukan kedua tangannya dan bertekuk lutut dihadapan Alina.


Karena percahayaan minim yang dihasilkan dari satu obor tidak ada yang melihat Alina keluar dari pintu rahasia dan karena percahayaan minim itu pula wajah Alina tak begitu nampak jelas.


"Tidak pintar! Tidak pintat kamu Yuri kalau begini sudah bisa dipastikan kalau semua orang akan mengetahui ruangan rahasia ini termasuk keluarga perdana menteri bodoh itu "umpat Alian dalam hati.

__ADS_1


"Menyusahkan," ucap salah satu prajurit ketus kemudian menaiki sebuah tangga untuk keluar dari ruang rahasia itu diikuti prajurit satunya.


"Tak apa bibi Yuri, berdirilah jangan bersujud di kakiku, aku sangat bahagia ada yang mengkhawatirkan aku," ucap Alina membantu Yuri berdiri.


"Terimakasih nona, saya akan selalu setia pada nona, " jawab Yuri.


"Ayo kita kembali ke atas, bibi Yuri duluan saja nanti baru aku," ucap Alina.


"Tidak terima penolakan, " lanjut Alina saat melihat Yuri akan membantah.


Menganggukkan kepalanya sekali,Yuri langsung menaiki tangga untuk keluar dari ruang rahasia itu.


"Nona? Anda perlu bantuan?"tanya Yuri dari atas.


"Tidak perlu bibi," jawab Alina mengambil sebuah kotak yang berisikan harta selir Meilan yang tadi belum sempat ia bawa dan menyimpannya dalam cincin ruang.


Tanpa kesusahan Alina keluar dari ruang rahasia itu dengan bantuan sebuah tangga.


"Bibi Yuri tadi kau bilang ada gempa dan badai dahsyat kapan?" Tanya Alina berjalan menuju ruang makan diikuti Yuri.


...****************...


Kira-kira apa jawaban dari Bibi Yuri?


Mau tau kelanjutannya?

__ADS_1


Simak ceritanya sampai akhir ya 😊


Terimakasih bagi yang sudah setia membaca cerita ini 🙏😊


__ADS_2