
...Happy reading 📖...
...****************...
"Tunggu,Ayah,dia telah berani menghancurkan pesta ayah dan berani menolakkk, tidak puas jika hanya membunuhnya secara langsung, aku akan membuat dia memohon untuk kematiannya sendiri," ucap putra mahkota menghentikan Kaisar dan menatap murka ke arah Alina.
"Hukuman apa yang akan kau berikan untuknya?" tanya Kaisar masih belum bisa meredakan amarahnya.
"Menjadi bud4k n4fsu seluruh prajurit yang ada di istana ini," ucap putra mahkota tersenyum miring menatap Alina.
"Duh, salah rencana,"ucap Alina dalam hati.
"Bawa dia dan ikuti aku! " ucap putra mahkota menyuruh dua orang prajuritnya.
Dengan patuh dua prajurit itu mendekati Alina dan menarik paksa tangan Alina untuk mengikuti langkahnya.
"Biarkan aku keluar! Akan kuhabisi mereka semua,"suara seseorang melalui telepati yang hanya didengar Alina.
Setelah suara bisikan itu, Alina merasakan lagi rasa panas yang teramat sangat dari tubuhnya dan kali ini diikuti dengan sesuatu yang ingin menguasai dan mengendalikan tubuhnya.
"Katakan kau rela! Katakan kau rela, KATAKAN!" suara itu terdengar lebih jelas dan sangat keras hingga membuat Alina pusing.
"Katakan kau rela."
__ADS_1
"Katakan kau rela."
"Katakan kau rela."
"Tidak-tidak!" ucap Alina menggelengkan kepalanya sambil menutup mata dan juga menutup kedua telinganya rapat dengan tangannya.
Dan tanpa Alina sadari, saat Alina menarik kedua tangannya dari genggaman kedua prajurit itu, Alina mengeluarkan elemen apinya dan mengeluarkan aura ilmu bela dirinya yang membuat semua orang tercengang karena melihat Alina yang bisa mengeluarkan elemen api dan bisa menguasai ilmu bela diri tingkat 5.
Saat Alina membuka kedua matanya, iris mata sebelah kiri Alina berubah menjadi ungu gelap dan aura yang dikeluarkan Alina berbeda, jika sebelah kanan aura kehidupan beda lagi dengan sebelah kiri yang berupa aura kematian dan kemarahan.
"Demon..angel......dia sang keturunan terpilih, Yang Mulia!" ucap seorang peramal menatap Alina dengan sangat terkejut karena tidak tertulis dalam bukunya ataupun dalam sejarah kalau sang keturunan terpilih yang memiliki dua kekuatan berbeda akan menyatu dalam tubuh yang sama.
"Cepat tangkap dia sebelum dia bisa mengendalikan kekuatannya!" ucap peramal itu.
"Lakukan," ucap Kaisar.
Ke-empat Jenderal Kaisar mengeluarkan elemen yang sama, yaitu elemen tumbuhan berupa sulur dan mengarahkannya untuk mengikat Alina.
Alina mengeluarkan elemen angin hanya dengan tangan kanannya, karena bagian tubuhnya yang kiri tidak bisa Alina kendalikan seakan sudah dikendalikan oleh orang lain.
"Katakan aku rela! KATAKAN! Aku akan menghancurkan mereka semua! KATAKAN KAU RELA! "
"Tidak-tidak pergi!! aku tidak rela pergi!" ucap Alina dan tak lama seluruh bagian tubuhnya bisa ia kendalikan kembali tapi rasa panas yang tadi sempat hilang kini kembali lagi.
__ADS_1
Alina mengeluarkan elemen tanahnya membentuk serpihan-serpihan tanah yang bagian ujungnya lancip dan mengarahkannya pada ke-empat Jenderal dan lima prajurit yang berusaha menangkapnya.
Aaaakhhhh
Teriak kesakitan Jenderal dan prajurit akibat tusukan elemen tanah milik Alina.
Brukkk
Alina jatuh setelah dihantam oleh sebuah bola angin dari putra mahkota saat ia lengah.
Putra mahkota mengeluarkan sulur dan mengurung Alina di tengah-tengah bulatan raksasa dari sulur itu.
"Tolong lepaskan cucu saya Kaisar, ini bukan salahnya ini hany......" ucap Elisa memohon pada Kaisar, tapi sebelum Elisa melanjutkan ucapannya, Kaisar melemparkan bola api raksasa ke arahnya membuat Elisa hangus terbakar.
"ISTRIKU/NENEK!!!" teriak Alina dan seluruh keluarga menteri kehakiman.
"KAU....! BERANINYA KAU MELUKAI NENEKKU!!! " ucap Alina marah, tubuhnya mengeluarkan api yang membakar dan menghanguskan sulur milik putra mahkota.
Dari kedua telapak tangannya, Alina mengeluarkan elemen es yang membentuk serpihan es batu seperti kaca dan mengarahkannya ke arah putra mahkota serta Kaisar secara bersamaan, tapi dengan refleks yang bagus Kaisar dan putra mahkota berhasil menghalang serangan Alina.
Kakek, paman, bibi, dan kedua kakak sepupu Alina membantu menyerang orang-orang yang berusaha mengambil kesempatan untuk menangkap Alina saat Alina lengah.
"Marahlah,aku suka kemarahanmu marahlah!!!"
__ADS_1