Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 35


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Aku suka itu, memohonlah untuk selamat dariku," ucap Alina kembali menggoreskan pisau apinya di dada Mark cukup panjang dan dalam disusul dengan guyuran air laut dari tangan kiri Alina.


Melihat Mark yang masih tersadar,Alina mengeluarkan sulur dari dalam telapak tangannya, bukan sulur biasa melainkan sulur beracun yang tidak ada obat penawarnya.


Sulur beracun itu langsung membelit tubuh Mark menyerap sisa-sisa tenaga dalam Mark hingga membuat Mark tak sadarkan diri.


"Sayang sekali kesenangan selalu cepat berakhir," ucap Alina melihat malam akan segera berakhir.


"Terimakasih, ah ya aku tak jadi membunuhmu dengan tanganku ini karena kau telah membantuku mengaktifkan elemen es ku..... " ucap Alina menggenggamkan tangannya membuat sulur-sulur yang membelit Mark lenyap seketika.


"Tapi, kau akan tetap mati akibat racun dari sulurku dan luka dalam mu yang parah itu, " lanjut Alina.


Alina memejamkan matanya sambil menggumamkan sebuah mantra, tak lama kloning Alina muncul di samping Alina asli.

__ADS_1


"Kirim dia didepan kediaman keluarganya, " ucap Alina.


Kloning Alina hanya mengangguk dan menunduk hormat kemudian menghilang dalam sekejap mata membawa tubuh Mark yang sudah tak berdaya.


"Hanya dua goresan tak masalah bukan, " gumam Alina menatap pisau api yang berada di tangannya dan kemudian menghilang, iris mata Alina sudah kembali normal.


Setelah membereskan kekacauan yang dibuatnya, Alina merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menuju alam mimpi.


...****************...


Pagi hari terjadi kehebohan di kediaman Jenderal Utara setelah salah satu prajurit menemukan tubuh mengenaskan putra semata wayang Jenderal Utara didepan gerbang utama.


Banyak yang berasumsi bahwa perdana menteri telah menyiksa Mark, karena Mark menolak menjadikan Delana sebagai istri sahnya dan menjadikannya nyonya utama di kediamannya.


Nyatanya tuduhan dan asumsi mencurigai perdana menteri itu salah besar, orang yang menjadi dalang dari kehebohan yang terjadi justru tengah tertidur di atas ranjangnya dengan sangat lelap tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Nona Alina, ayo bangun nona," ucap Yuri berusaha membangunkan Alina dengan menggoyangkan pelan tubuh nonanya itu.

__ADS_1


"Ada putra mahkota yang datang ingin bertemu dengan anda nona," ucap Yuri semakin keras menggoyangkan tubuh Alina.


"Biarkan saja bibi, lagian untuk apa hantu gil4 itu pagi-pagi datang ke sini," ucap Alina menarik selimutnya hingga menutupi kepala.


"Anda tidak boleh berkata seperti itu pada putra mahkota nona, tidak baik juga membuat putra mahkota menunggu,bagaimana jika nanti nona dihukum cambuk karena mengabaikan putra mahkota? ini juga sudah siang bukan pagi lagi,Nona," ucap Yuri menarik selimut Alina.


"Ck,ya baiklah-baiklah,dimana hantu g1la itu ha?" tanya Alina turun dari ranjangnya berjalan keluar dari kamarnya.


"Dia itu memang hantu yang datang tak diundang pulangnya harus diusir, udah gil4 pakai nyebelin pula, paket komplit," gerutu Alina masih dengan mata yang sedikit terpejam.


"Nona mau kemana?" tanya Yuri.


"Menemui putra mahkota,bibi bilang tak baik membuatnya menunggu bukan," jawab Alina malas.


"Apa nona tidak mandi terlebih dahulu?"


"Buat apa bi? Biar dia paham kalau dia itu mengganggu Alina tanpa perlu Alina beri tahu," ucap Alina meneruskan jalannya menuju kursi luar paviliun.

__ADS_1


"Hormat saya putra mahkota, untuk apa anda datang pagi hari seperti ini?"tanya Alina langsung tanpa mau berbasa-basi.


"Ah apa kedatangan ku mengganggu mu nona Alina?"tanya putra mahkota dengan senyum manisnya.


__ADS_2