Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 73


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


Semua rakyatnya tau, Zero merupakan pria yang selalu menjaga jarak dengan para wanita bahkan dengan terang-terangan Zero memperlihatkan kebenciannya terhadap kaum wanita.


Banyak pejabat yang menawarkan anak mereka untuk menjadi salah satu istri atau selir Zero dan banyak juga yang menentang serta menanyakan keberlangsungan kejayaan kerajaan tanpa adanya ratu juga penerus, bukannya menerima usulan para pejabat istananya Zero justru dengan sadis menyiksa mereka di alun-alun kota disaksikan seluruh rakyat benua tengah dan mulai saat itulah tidak ada yang berani menyinggung Zero mengenai wanita, ratu, ataupun penerus tahta.


Sampai sekarang kerajaan benua tengah belum memiliki ratu ataupun selir karena sang raja selalu menjaga jarak dengan kaum wanita bahkan sebagian rakyat berspekulasi bahwa raja mereka mencintai ses4ma jenis, ada juga yang berspekulasi mengenai raja mereka yang menjalin hubungan terlarang dengan penasehat sekaligus panglima kepercayaannya, Lionel Richo Adress.


Sekejam-kejamnya Zero, dia tidak akan menyakiti kaum wanita yang menjaga batasannya, menjaga tutur kata dan tingkah lakunya, serta menjaga jarak lebih dari 25 meter saat berada di sekitarnya.


Saat kunjungannya ke benua untuk mencari tau dalang dari kehancuran salah satu daerah kekuasaannya justru Zero bertemu dengan gadis cantik yang menarik perhatiannya, gadis yang memiliki rupa mirip dengan gadis masa lalunya.


Karena Zero belum yakin bahwa gadis yang ditemuinya di benua tengah adalah gadis yang selama ini di nantinya, Zero kembali ke istananya dan semenjak kembali Zero selalu merasa gelisah serta khawatir akhirnya Zero memutuskan untuk mencari gadis yang tak lain adalah Alina.


Dan benar saja Zero menemukan Alina yang terbaring tak berdaya dengan luka parah di tubuhnya.

__ADS_1


Dengan perlahan Zero meletakkan tubuh mungil penuh luka milik Alina di atas ranjang yang terbuat dari sulur dan daun tanaman.


Meski terbuat dari tanaman, ranjang itu terlihat sangat mewah bukan hanya ukurannya yang besar tapi bunga-bunga indah yang menghiasi 4 pilar di masing-masing sisi rajang terlihat sangat mewah juga indah.


Tak jauh dari ranjang itu mengalir sebuah aliran air yang sangat jernih, jika dilihat sekilas sungai itu nampak seperti tak dialiri air karena sangking jernihnya.


Zero terlihat mengulurkan tangan kanannya menyentuh kening Alina tak lama cahaya putih keluar dari tangan Zero kemudian masuk dan menyebar ke dalam tubuh Alina melalui aliran darahnya.


Semakin banyak cahaya yang masuk semakin terang cahaya putih yang terpancar dari tubuh Alina.


Luka gores dan luka bakar di tubuh Alina tiba-tiba lenyap tanpa jejak kembali memperlihatkan kulit putih mulusnya, gaun sobek-sobek yang dikenakan Alina berubah menjadi dress mewah selutut berwarna ungu berpadu dengan warna putih juga sedikit warna merah.


"Selamat istirahat sayang ku,"ucap Zero mencium kening Alina.


.


.

__ADS_1


.


AAAAA


"SIAPA KAU?!"


"APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU HA?!"


Suara pekikan yang terdengar sangat keras menjadi alunan pagi pertama yang didengar Zero apalagi pekikan yang memekakkan telinga itu berasal tepat dari sampingnya.


"Tenanglah," ucap Zero dengan suara seraknya sambil menarik pinggang Alina agar kembali berbaring kemudian memeluk Alina dengan erat.


"Apa? Bagaimana aku bisa tenang ha? Gadis baik-baik mana yang akan tenang saat terbangun dalam pelukan pria asing."


"Sekarang lepaskan aku, lepaskan!"


"LEPASKAN-LEPASKAN-LEPASKAN!"ucap Alina diakhiri teriakan yang melengking tepat di dekat telinga Zero.

__ADS_1


"Bisa diam?" tanya Zero disertai tatapan tajamnya yang menakutkan.


__ADS_2