Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 28


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


Dalam ruang keluarga milik menteri kehakiman terjadi sidang dadakan, mulai dari 4 prajurit dan kusir yang disuruhnya mengawal Alina sampai kediaman hingga Yuri yang sehari-hari bersama Alina.


"Pertama, katakan mengapa kalian sampai di kediaman pada pagi hari,sudah saya bilang kalian harus sampai sore atau malam hari?" tanya Agran.


"Nyonya Desina memeriksa kami hingga sore hari menteri."


"Huh,dasar! selir itu selalu berbuat ulah, sudah merebut kebahagiaan putri ku dengan memfitnahnya, sekarang merusak kebahagiaan cucuku,"ucap Elisa geram.


Keluarga menteri kehakiman memang tidak pernah mempercayai fitnah yang ditunjukkan pada putrinya yaitu selir Meilan yang membuat putrinya itu menjadi seorang selir.


Keluarga menteri kehakiman juga sangat menyayangi Alina,mau Alina buruk ataupun cantik baik Alina kuat ataupun lemah.


"Lalu, bagaimana hidup putriku di kediaman perdana menteri, pelayan Yuri?" tanya Agran.

__ADS_1


Yuri menceritakan semua yang dialami nonanya di kediaman perdana menteri, mulai dari Alina yang diasingkan, uang kiriman menteri kehakiman yang dipotong, dan banyak lagi tanpa menambah atau mengurangi kebenarannya hingga membuat keluarga menteri kehakiman geram dan sangat marah.


•••••


Dua hari berlalu, hidup Alina bagai burung dalam sangkar selama berada di kediaman menteri kehakiman.


Bagaimana tidak, setiap jam, setiap menit, setiap detik Alina selalu berada di bawah pengawasan keluarga menteri kehakiman. Alina memang manja dan malas tapi Alina tidak bisa jika harus dikekang dan selalu diawasi disetiap langkahnya.


Alina ingin bebas!


Bahkan saat mandi, nenek dan bibinya berada di balik pintu kamar mandi untuk mengawasi Alina, bukan takut Alina kabur tapi takut kalau ada salah satu pembunuh bayaran yang dikirim keluarga perdana menteri untuk membunuh Alina.


Menteri kehakiman tidak bisa menuntut Nyonya Desina di sidang kekaisaran karena menteri kehakiman tidak memiliki bukti yang cukup.


"Kakak, Alina mengantuk dan ingin tidur,", ucap Alina menatap kedua kakak sepupunya dengan memelas.


"Lalu?" tanya Varo dan Vano kompak.

__ADS_1


"Ck, berhenti mengikuti Alina seolah-olah Alina itu penjahat kelas kakap yang harus dijaga 24 jam," ucap Alina kesal.


"Oh."


"Terserahlah," ucap Alina berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya yang malah terlihat menggemaskan dimata Varo dan Vano.


"Ibu akan menemani tidurmu, adik," ucap Varo menyamai langkahnya dengan Alina, sedangkan Vano berjalan berlawanan arah untuk memanggil ibunya yaitu Risa.


"Aku sudah besar,Kak! Tapi mengapa aku diperlakukan seolah aku ini anak kecil yang baru bisa berjalan?" tanya Alina yang diacuhkan Varo.


Sesampainya di depan paviliun Pinus,salah satu paviliun terbesar yang ada di kediaman menteri kehakiman, Alina langsung masuk ke dalam kamarnya sedangkan Varo berhenti di depan pintu kamar Alina.


"Jika seperti ini terus aku bisa mati kebosanan, hanya boleh berjalan-jalan di sekitar kediaman ini saja. Benar-benar bosan!" gerutu Alina.


"Ah, aku baru ingat, aku pernah membaca ilmu pecah raga," ucap Alina dengan mata berbinar bahagia dan dengan segera Alina mengambil buku Demon&Angel yang berada dalam cincin ruangnya.


Sekali buka Alina sudah sampai di bab ilmu-ilmu keturunan terpilih, salah satunya adalah pecah raga. Alina membaca setiap kata yang tertulis dengan sangat cermat.

__ADS_1


Ilmu pecah raga adalah ilmu yang bisa menggandakan atau memperbanyak raga sesuai kehendak yang menggunakannya. Raga hasil dari ilmu pecah raga biasa disebut kloning dan kloning-kloning itu berada di bawah kendali raga asli.


Alina memejamkan matanya kemudian bibir mungilnya menggumamkan sebuah mantra, hingga tiba-tiba muncul Alina baru di samping Alina, mulai dari wajah dan bentuk tubuhnya sangat mirip dengan Alina asli.


__ADS_2