Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 25


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Selamat adik kau sudah menembus tingkat 5," ucap Neo menatap Alina.


"Kenapa hanya menembus satu tingkat, kenapa tidak langsung menembus tingkat 9 saja?" tanya Alina kesal.


"Kau sangat tidak sabaran adik, meningkatkan ilmu bela diri itu sangat sulit,butuh kesabaran dan ketekunan, harusnya kau bersyukur karena hanya perlu beberapa hari untuk meningkatkan ilmu bela diri mu, jika orang biasa mungkin butuh beberapa tahun untuk bisa menembus satu tingkat saja. "


"Tapi kakak......aku ingin bisa cepat berkuasa. Aku ingin dituruti bukan menuruti, kau tahu kan,Kak, kaisar sudah tingkat 6, putra mahkota tingkat 5 dan perdana menteri tingkat 4, bagaimana caraku menguasai seluruh wilayah Utara jika tingkatan ilmu bela diriku masih di bawah pemimpinnya."


"Bagaimana menurutmu Kak jika aku memanfaatkan putra mahkota bod0h itu?" tanya Alina tersenyum misterius.


"Caranya?"tanya Neo.


"Tentu saja menikah dengannya, kemudian aku mengendalikannya dan menguasai seluruh istananya,hingga seluruh wilayah Utara ini."


"Jangan macam-macam Alina!"tegas Neo.


"Pernikahan bukanlah permainan yang bisa kau jalin dan putus begitu saja. Lagian dengan kehebatan mu kelak, kau bisa menguasai lebih dari satu kekaisaran, mengapa harus menikahi putra mahkota bod0h yang sudah beristri itu!"ucap Neo tak setuju.


"Lalu kapan aku bisa berkuasanya? Aku tidak suka berada di bawah pimpinan seperti Kaisar munafik dan putra mahkota bod0h itu! " ucap Alina mengerucutkan bibirnya kesal sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


"Inilah kekurangan mu yang sangat menyusahkan. Kau tidak sabaran, sangat-sangat tidak sabaran,"ucap Neo berlalu meninggalkan Alina yang masih kesal.


"Bukanya tidak sabaran, aku itu tidak suka menunda-nunda pekerjaan jadi ya....."


"Kau melakukan pekerjaan tanpa berpikir dua kali," potong Neo.

__ADS_1


"Tidak juga," bantah Alina berjalan mengikuti Neo.


"Sebentar lagi pelayan setia mu itu akan sadar dari tidur panjangnya, lebih baik kau segera kembali ke paviliunmu."


"Kau benar kak aku harus segera pulang."


Setelah mengatakan itu Alina langsung menghilang dan muncul kembali di atas ranjang kamarnya.


Tok.... Tok....Tok


"Tepat waktu," batin Alina lega mendengar suara pintu kamarnya yang baru diketuk.


Ceklek


"Ada apa bi?" tanya Alina setelah membuka pintu dan ternyata yang ada di balik pintu adalah Yuri.


Yuri memang baru bangun dari tidur panjangnya,saat matahari sudah naik di atas kepala atau lebih tepatnya tengah hari, dan Yuri juga merasa sangat bersalah karena tidak menyiapkan air untuk nonanya mandi dan makanan untuk sarapan nonanya.


"Tidak bibi. Untuk apa kau harus dihukum? Kau sudah seharusnya banyak beristirahat bukan terus-terusan mengurus putri manja seperti ku," ucap Alina memegang pundak Yuri menuntunnya untuk berdiri.


"Itu sudah kewajiban saya untuk melayani nona,"ucap Yuri.


"Aku sangat menyayangimu bi,"ucap Alina memeluk Yuri erat.


"Bibi juga menyayangi nona," jawab Yuri membalas pelukan Alina.


"Emmm bi, boleh minta tolong siapkan air untukku mandi? Aku belum mandi hehehe sejak tiga hari lalu," ucap Alina yang bagian akhir kalimatnya diucapkan di dalam hati.


"Tentu saja nona,"jawab Yuri.

__ADS_1


"Oh ya nona saya hampir lupa, tadi dua orang prajurit dari menteri kehakiman memberikan surat ini untuk nona, " ucap Yuri memberikan gulungan kertas yang sedari tadi di pegang nya.


"Terimakasih bibi, "jawab Alina mengambil gulungan itu dari tangan Yuri.


...----------------...


Bagaimana kabarmu sayang?


Pasti kau baik-baik saja kan.


Nenek tua mu ini sangat merindukanmu maka dari itu berkunjunglah ke sini sayang.


Kau pasti tidak mau kan?


Karena tidak diberikan izin ayahmu?


Tenang saja,kakek tuamu itu sudah meminta izin ayahmu agar kau bisa berkunjung ke sini dan nenekmu kali ini tidak menerima alasan apapun.


Alina bersiaplah....


Sebentar lagi kereta kudamu akan sampai untuk menjemput putri tercinta keluarga menteri kehakiman dan 4 prajurit akan mengawal mu dalam perjalanan dan akan menjamin keselamatan mu.


Jadi sayang,


Ayo bersiaplah!...


Dari nenek tercinta mu,


Elisa Aldine.

__ADS_1


__ADS_2