Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 26


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


Setelah mandi dan bersiap-siap, Alina langsung menaiki kereta kuda milik menteri kehakiman yang sudah sedari tadi sampai dan berhenti di depan paviliun Alina.


Karena Alina anak tersingkir serta tersisihkan jadi tidak ada acara peluk-pelukkan perpisahan keluarga, perdana menteri dan dua istrinya itu bahkan sama sekali tidak ada yang berkunjung ke paviliun Alina setelah kembali dari tugas luar kediamannya.


Dua saudari tiri Alina juga sudah lama tak menganggu ketenangan Alina semenjak kejadian hancurnya wajah Devina, biasanya setiap hari Alina akan disiksa oleh kedua saudari tirinya jika bukan Devina maka Delana dan terkadang pula kedua-duanya.


"Apa perjalanannya masih lama lagi bibi?" tanya Alina pada Yuri yang duduk di depannya.


"Mungkin besok pagi kita baru sampai nona, karena jarak antara paviliun anggrek dan kediaman menteri kehakiman cukup jauh," jawab Yuri.


"Apa ini hutan bibi? Suasananya sangat sepi, bukankah tempat seperti ini sangat rawan perampokan?" tanya Alina.


"Benar nona, ini kawasan hutan, kalau soal perampok nona tak perlu khawatir karena prajurit utusan menteri kehakiman pasti akan menjaga nona," ucap Yuri menyakinkan Alina agar tidak takut padahal Alina sama sekali tidak takut.


"Ada apa paman?" tanya Alina pada kusir saat kereta yang ditumpanginya berhenti mendadak.


Kereta kuda yang ditumpangi Alina seperti kereta kuda seorang putri bangsawan pada umumnya yang dihiasi bunga-bunga dan kelambu-kelambu tipis hingga membatasi pandangan saat melihat keadaan di luar.


"Ada sekitar 10 perampok,nona!!"jawab kusir itu panik.


"SERAHKAN SEMUA YANG KALIAN BAWA JIKA KALIAN INGIN TETAP HIDUP!!!" teriak salah satu perampok dari 10 perampok itu.

__ADS_1


"Kami tidak akan menyerahkan apa yang kami bawa meski nyawa kami taruhannya. "


"JIKA ITU PILIHAN KALIAN, SERANG!!!!!!"


Dan terjadilah perang antara 10 perampok melawan 4 prajurit menteri kehakiman.


Dari jumlahnya sudah jelas prajurit-prajurit itu akan kalah namun faktanya,4 prajurit itu memang kalah meski dalam waktu yang cukup lama.


"Nona,lebih baik nona segera lari," ucap kusir itu mengambil pedang dan berlari membantu kawannya.


"Kenapa harus lari?" tanya Alina dengan wajah polosnya.


"Tidak ada waktu lagi nona, kita harus cepat-cepat lari sebelum perampok-perampok itu menangkap kita," ucap Yuri menarik tangan Alina.


"Kenapa sih bibi, itu masih seru loh," ucap Alina menunjuk ke arah perkelahian yang dapat di lihat dari celah kelambu.


"Kenapa sih harus putra mahkota itu, " gumam Alina kesal saat mengetahui kalau salah satu penunggang kuda putih itu adalah putra mahkota.


"Nona harus bersyukur, kalau tidak ada putra mahkota entah seperti apa nasib kita sekarang," ucap Yuri menggumamkan ucapan syukur.


Alina hanya diam,sebenarnya tadi Alina sudah mengeluarkan dinding elemen api tak terlihat di sekeliling tubuhnya agar saat perampok tadi melewati dinding api itu maka dia akan terbakar menjadi abu, tapi sekarang karena putra mahkota itu, rencana Alina gagal. Padahal Alina ingin mencoba membunuh orang dengan elemen apinya.


"Terimakasih putra mahkota, jika tidak ada anda, entah apa yang akan terjadi kepada nona hamba," ucap Yuri bersujud.


"Jadi yang sudah ku tolong itu nona Alina?" tanya putra mahkota turun dari kudanya dan berjalan mendekat ke arah Alina.

__ADS_1


Putra mahkota sangat hafal dengan Yuri, karena Yuri adalah pelayan setia gadis yang dicintainya.


"Benar putra mahkota, saya Alina, terimakasih sudah menolong saya," ucap Alina membungkukkan badannya sedikit.


"Dan menghancurkan rencana saya," lanjut Alina dalam hati.


"Tidak masalah. Tapi kau berhutang nyawa padaku nona," ucap putra mahkota.


"Saya tidak pernah meminjam nyawa anda bagaimana saya bisa berhutang nyawa?" tanya Alina sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau sangat polos nona Alina, kau akan pergi ke mana malam-malam seperti ini?"


"Kediaman menteri kehakiman,keluarga pihak ibu saya, putra mahkota."


"Mengapa harus larut malam seperti ini? Di tempat-tempat sepi,apalagi malam hari akan sangat rawan perampokan."


"Saya juga tidak tahu mengapa harus malam-malam."


"Lalu bagaimana kau akan melanjutkan perjalanan mu? 4 pengawalmu itu sudah tewas bukan?"


Alina diam tak menjawab tapi sebenarnya ia tengah melakukan telepati dengan Neo.


Sebelum berangkat tadi Alina sempat pergi ke ruang Tara untuk mengetahui silsilah keluarga menteri kehakiman,serta untuk mengetahui ilmu tambahan yang didapatkannya setelah bermeditasi dan ternyata ilmu bonusnya adalah telepati.


"Kakak, datang dan sembuhkan luka dalam prajurit dan kusir yang mengawalku tadi. Sekarang!" telepati Alina pada Neo.

__ADS_1


"Segera adik,"jawab Neo.


Fyi: telepati adalah kemampuan untuk berkomunikasi atau saling menukarkan informasi dengan orang lain tanpa menggunakan indra (dari pikiran ke pikiran).


__ADS_2