Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 34


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Ah kau suduh datang sayang? Aku sudah menunggu mu sejak tadi dan akhirnya kau datang juga," ucap seseorang di dalam kamar Alina.


Refleks Alina membalikkan tubuhnya hal yang pertama kali dilihat Alina adalah seorang pria tengah berbaring bertelanjang dada di atas ranjang Alina.


...****************...


Dan pria itu tak lain adalah Mark.


Mark yang seharusnya berada di kamar adiknya untuk malam pertama malah berada di kamar Alina tanpa mengenakan baju atasan.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Alina menatap tajam ke arah Mark.


"Menemani tidurmu sayang....jika saja perjodohan kita dulu tidak batal, sekarang kau sudah menjadi istriku dan aku menjadi suamimu ..... dulu aku memang sangat bod0h telah menyia-nyiakan gadis cantik seperti mu," ucap Mark berjalan mendekati Alina.


"Kau sudah bosan dengan tubuh adikku hingga kau datang menemuiku?..... sayang sekali aku bukanlah adikku yang mau saja dib0dohi dengan janji manis lelaki seperti mu," ucap Alina menatap sinis Mark.

__ADS_1


"Aku tidak bosan sayang, aku memang tidak suka dengannya karena dia hanyalah pemuas nafsuku saja," jawab Mark.


"Kira-kira seperti apa marahnya adik rubahku itu saat mendengar hal ini?,"batin Alina.


"Jangan mendekat atau kau akan menyesal, " ucap Alina menunjuk Mark.


Bukannya takut, Mark justru berjalan semakin dekat ke arah Alina dengan senyum m3sumnya.


"Mengapa dunia ini penuh dengan spesies hantu? Lepas dari hantu g1la yang menjabat sebagai putra mahkota sekarang bertemu hantu m3seum tepat didepan mata,"batin Alina memutar bola matanya malas.


"Kau memikirkan apa sayang?"tanya Mark yang sudah berdiri tepat didepan Alina.


"Aku ingin bermain bersamamu, mendengar suara merdumu saat berada di bawahku, menge......," ucap Mark tangannya terulur untuk menyentuh pipi Alina.


Alina memejamkan matanya saat merasakan jari-jari Mark mengusap pipinya, tak lama Alina membuka kembali matanya dengan tiba-tiba dan membuat Mark terpental jauh membentur dinding hingga terbatuk dan memuntahkan cairan merah darah.


"Ba-bagai-mana uhuk bi-sa uhuk bukanya ka-u uhuk," ucap Mark terbata disela-sela batuknya yang mengeluarkan darah.


"KAU TELAH MELEWATI BATASAN MU!!! KAU ADALAH MANUSIA T4MAK YANG TIDAK PANTAS UNTUK HIDUP!! ENYAHLAH DARI DUNIA INI!!" ucap Alina dengan nada tinggi yang membuat Mark benar-benar ketakutan ditambah dengan tatapan tajam dari kedua mata Alina yang iris nya berlainan warna, sebelah kanan bewarna biru sedangkan sebelah kirinya bewarna ungu gelap.

__ADS_1


Alina merentangkan kedua tangannya, tak lama sebuah dinding labirin bewarna ungu mengelilingi seluruh kamar Alina. Mark berdiri tertatih dengan bantuan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menekan rasa sesak yang timbul di dadanya.


Alina mengayunkan tangannya mengeluarkan elemen anginnya dan membuat Mark lagi-lagi terpental menabrak dinding labirin yang Alina ciptakan.


"Uhuk ma-af uhuk biarkan ak-ku pergi uhuk,"ucap Mark dengan terbata-bata serta lemas karena merasakan dadanya yang semakin sesak setelah dua kali membentur dinding dengan sangat kesar.


"MEMAAFKAN MU? JANGAN MIMPI!! "bentak Alina mengeluarkan serpihan-serpihan tajam es dari tangannya.


Srettt


"AAAGGGRRRRHHHH "


Hanya dengan satu goresan yang panjang dan tak begitu dalam berhasil membuat Mark berteriak kesakitan di tambah dengan guyuran air laut yang keluar dari tangan kiri Alina membuat luka Mark terasa sangat-sangat perih dan sakit.


"Hmmmm, darahmu menenangkan,"gumam Alina menghirup aroma amis khas darah yang mengalir di tubuh Mark.


"Jika aku bisa merasakan ketenangan seperti ini sudah sejak awal aku membunuh mu Mark, karena laki-laki seperti mu tak pantas untuk hidup di dunia ini. Kau hanyalah aib bagi kaum laki-laki yang pantas untuk mati!" ucap Alina menikmati rintihan permohonan dan kesakitan yang keluar dari bibir Mark.


"To-long le-pas-kan ak-ku, ku mo-hon le-pas-kan."

__ADS_1


__ADS_2