
...Happy reading 📖...
...****************...
Hanya satu harapan mereka, yaitu Willy tapi sayangnya sebelum keluar dari ruang Tara Neo dan Dreko membuat dinding elemen agar Willy tidak bisa keluar yang akan membahayakan keselamatannya, bagiamana pun juga Willy adalah balita kecil keponakan mereka, kesayangan Alina. Neo dan Dreko tak bisa membiarkan Willy terluka meski Willy sangatlah nakal dan menjengkelkan.
Alina memejamkan kedua matanya kemudian kembali mengeluarkan sihir putihnya meski akibatnya mungkin energi Alina akan habis total tapi setidaknya Alina bisa mengulur waktu sampai energi kedua hewan kontraknya itu pulih dan menyamarkan tali kontrak mereka sendiri atau membawa Alina teleportasi masuk ke dalam ruang Tara nya.
Bayangan yang membelit erat tubuh Alina perlahan melemah kemudian menyusut kembali ke belakang tubuh Azura.
Brukkk
Alina mendarat dengan sempurna di atas tanah, tapi tak lama karena tubuhnya yang sangat lemas membuat Alina jatuh bertumpu pada kedua lutut dan kedua tangannya sambil mengatur nafasnya yang tersengal dan terasa sesak.
Tak jauh beda dengan Alina, Azura pun terlihat kehilangan banyak dari energinya karena mengeluarkan sihir yang sama kuatnya dengan sihir Alina.
Azura lagi-lagi membuat bola sihir yang sangat besar, bola itu berupa asap-asap hitam yang sangat pekat di kelilingi lingkaran api yang membara.
__ADS_1
Alina berusaha bangkit dan ikut mengeluarkan sihir putihnya namun hasilnya nihil, tenaga dalamnya sudah tak mampu untuk mengeluarkan sihir lagi.
"KAU AKAN TAMAT ZIA, HAHAHAHA!" ucap Azura dengan tawa bahagianya melemparkan bola sihir itu ke arah Alina.
"Berhenti!" ucap Alina dengan nada lemahnya.
Menundukkan kepalanya bertumpu pada lengan kanannya sedangkan lengan kirinya ia gunakan untuk menekan perutnya tepatnya di area jantung yang terasa sangat sakit.
Semua tiba-tiba berhenti, pohon dengan daun-daunnya yang bergoyang tiba-tiba berhenti, air terjun yang jatuh dengan derasnya dari atas tebing tiba-tiba berhenti, air sungai yang mengalir tiba-tiba berhenti, burung-burung yang terbang tiba-tiba berhenti, semua manusia dan makhluk hidup lainnya yang tengah melakukan aktivitasnya secara tiba-tiba berhenti mendadak menjadi layaknya patung, bukan hanya itu tapi waktu di seluruh dunia beserta isinya berhenti tak bergerak sama sekali tepat setelah Alina mengucapkan kata ' berhenti '.
Alina yang tak merasakan apapun langsung mendongakkan kepalanya dan yang pertama dilihatnya adalah semua benda mati dan benda hidup yang berada di sekelilingnya terdiam layaknya sebuah patung.
"Elemen waktu?.....apa aku sudah.....hah ini.... tapi bagaimana bisa?" ucap Alina menatap sekelilingnya dengan tatapan tak percaya serta bingung.
"Ck bod0lah! Daripada aku berpikir tentang elemen waktu lebih baik aku memulihkan energi ku."
Alina memposisikan tubuhnya dengan duduk seperti lotus dan mulai bermeditasi, cahaya biru bercampur putih juga ungu mulai muncul mengelilingi Alina.
__ADS_1
Tak lama hanya beberapa menit saat merasakan ada aliran energi yang masuk dalam tubuhnya dan dirasa sudah cukup Alina membuka kedua matanya.
Alina bangkit kemudian membentangkan kedua tangannya mengadah ke atas dan tak lama sebuah cahaya putih keluar membentuk sebuah bola raksasa yang dikelilingi lingkaran berupa butiran salju dan serpihan es yang lancip.
Alina masih memejamkan kedua matanya fokus mengeluarkan aliran sihir putih supaya bola yang dibuatnya semakin besar dan terbukti bola itu semakin besar menyamai bola raksasa milik Azura.
Bersamaan dengan senyum miringnya, Alina membuka kedua matanya menatap remeh ke arah Azura, namun tatapan serta senyumannya tak bertahan lama saat pohon dengan daun-daunannya yang semula diam layaknya patung kembali bergerak, awan-awan yang juga semula diam perlahan bergerak.
"Semuanya bergerak!"
"ALINA AWAS!!"
"НАНАНАНА."
Azura juga kembali bergerak dengan tawa jahatnya yang menggema.
Dengan cepat Alina melemparkan bola sihir buatannya ke arah bola sihir buatan Azura, namun sayang bola sihir milik Alina meleset melewati bola milik Azura dari atas hingga bola milik Azura itu terbang dengan sangat cepat ke arah Alina.
__ADS_1
BRUAKK
DUARRR