Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 12


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Astaga nona!!! Kenapa nona berhenti tadi nona hampir berhasil dan nona harus bersabar sampai telapak tangan nona bisa mengeluarkan sulur tanaman setelah itu nona akan bisa mengendalikan tumbuhan, " ucap Neo frustasi menghadapi nona nya yang sangat tidak bisa bersabar.


"Oh,"respon Alina singkat yang langsung dihadiahi tatapan datar dari Neo.


Kembali lagi Alina mengulurkan tangan kanannya ke depan dan fokus pada satu titik yaitu tepat di tengah-tengah telapak tangannya.


Alina dapat merasakan energi-energi tumbuhan yang berupa cahaya bewarna hijau itu mengalir di dalam nadinya dan terlihat cahaya itu semakin cepat, dan masuk ke dalam tubuh Alina melalui telapak tangan kanannya.


Sekitar lima menit kemudian tubuh Alina mengeluarkan cahaya hijau yang sangat menyilaukan membentuk kepompong yang membungkus seluruh tubuhnya.


Tak lama cahaya yang membentuk kepompong itu meredup dan memperlihatkan Alina yang menundukkan kepalanya.


"Nona?"


Dengan perlahan Alina mendongakkan kepalanya menampakkan sepasang iris hijau yang berkilauan tapi dalam sekali kedip kedua iris Alina kembali bewarna biru cerah.


"Aku berhasil?"gumam Alina.


Alina mengulurkan tangan kanannya kembali dan sesekali menggerakkan jari telunjuknya, sekitar 5 sulur merambat mendekat ke arah Alina dan menari-nari sesuai gerakan tangan Alina.


"Wah,Neo aku berhasil! "ucap Alina bahagia bahkan sampai berlari dan memeluk Neo.


"Nona sulurnya!!!!" ucap Neo saat sulur-sulur yang tadi dikendalikan Alina tiba-tiba bergerak dan membelit tubuhnya serta tubuh Alina yang tengah memeluknya.

__ADS_1


Alina langsung mengepalkan tangan kanannya dan seketika sulur-sulur itupun langsung hilang.


"Huh huh huh, nona benar-benar ceroboh," ucap Neo dengan nafas terengah-engah.


"Ma-af,hehehe aku terlalu bahagia, " jawab Alina dengan nafas yang juga terengah-engah.


"Baiklah selanjutnya elemen apa yang ingin nona kendalikan?" tanya Neo setelah nafasnya normal kembali.


"Tanah, aku ingin elemen tanah,"jawab Alina.


Neo hanya mengangguk sebagai respon, kemudian menjentikkan jarinya sekali dan mereka berdua langsung berpindah tempat di sebuah tanah lapang yang mengering.


"Kasian tanahnya pasti haus, harusnya tadi aku belajar elemen air dulu supaya bisa menyiram tanah disini," gumam Alina yang masih bisa didengar Neo.


"Nona, ini adalah daerah khusus bagi para pejuang untuk mengendalikan elemen tanah, jadi tanah disini tidak bisa di-airi dan tidak bisa ditanami tanaman, " ucap Neo.


"Ulurkan tangan nona dan fokus kemudian rasakan energi-energi itu masuk melalui telapak tangan nona."


Alina mengulurkan tangan kanannya kemudian fokus.


Tak lama kemudian,Alina sudah dapat merasakan energi-energi tanah yang berupa cahaya bewarna cokelat masuk ke dalam tubuhnya melalui telapak tangannya, semakin lama energi yang masuk pun semakin banyak dan sangat cepat hingga cahaya cokelat mengelilingi Alina dan membentuk seperti kepompong.


Lama-kelamaan cahaya itu meredup menampakkan sosok Alina dengan iris mata bewarna cokelat dan kembali bewarna biru cerah setelah Alina mengedipkan matanya.


"Jika nona ingin membuat tanah jurang atau tanah pelindung, nona harus menyentuh tanah yang berada di sekitar nona, jika nona ingin membuat senjata dari tanah contohnya seperti anak panah atau pedang nona hanya perlu menggerakkan tangan nona."


"Tanah pelindung," batin Alina sambil menyentuh tanah yang berada di depannya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Gregggreggreg


"NEOOOOO/ NONAAA"


AAAAAAAAAAAAA!!!!


Brukk


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Apa yang terjadi??


Kenapa Neo dan Alina berteriak??


...****************...


Dukung author dengan cara:


✓Like


✓Komen


✓Favorit


✓Dan vote


Terima kasih :)

__ADS_1


See u in the next episode 👋


__ADS_2