
"Saya tidak melakukan apapun perdana menteri," jawab Alina dengan mata yang berkaca-kaca.
"KAU BOHONG! JIKA KAU TIDAK MELAKUKAN APAPUN BAGAIMANA BISA KULIT PUTRIKU RUSAK?" bentak nyonya utama.
"Hiks,memang apa yang bisa aku lakukan nyonya utama? Apa? Hiks aku lemah, hiks aku tak memiliki ilmu bela diri, aku tak bisa mengendalikan elemen, lalu..... hiks Bagaimana caranya aku melukai kakak pertama?" tanya Alina disela tangisnya yang terdengar pilu.
Semua orang terdiam mencerna ucapan Alina yang sangat memungkinkan kebenarannya, karena Delana merupakan salah satu dari sekian banyaknya wanita di benua Utara yang mampu mencapai ilmu bela diri tingkat 3 di usianya yang baru 20 tahun.
"PERHATIAN-PERHATIAN!...... KAISAR UTARA DAN PUTRA MAHKOTA MEMASUKI AULA, " teriak Kasim.
Tak lama kemudian Kaisar dan putra mahkota masuk ke dalam aula dengan langkah tegas nan agungnya.
"Hormat hamba Yang Mulia Kaisar dan Putra Mahkota," ucap perdana menteri berdiri dari duduknya dan membungkuk.
"Ada apa ini perdana menteri? Apa kedatangan ku menganggu sidangmu?"tanya Kaisar menatap ke arah nyonya utama yang menangis.
"Tentu tidak Yang Mulia, ini hanya masalah pribadi keluarga hamba," jawab perdana menteri tersenyum sopan.
"Jika hamba boleh tahu, untuk apa Kaisar datang ke istana hamba? Kaisar bisa memanggil hamba jika Kaisar ingin, " lanjut perdana menteri heran.
"Aku ingin membahas hasil rapat, tapi...... ngomong-ngomong siapa gadis cantik ini perdana menteri?" tanya Kaisar menatap Alina yang menunduk.
"Dia putri ke dua hamba,Alina,Kaisar," jawab perdana menteri.
"Oooh,dia sangat cantik sampai putraku tak berhenti memandangnya,"ucap Kaisar memandang menggoda ke arah putra mahkota yang memang sedari masuk tadi pandangannya tak lepas dari Alina.
"Ehem,"karena tertangkap basah memperhatikan Alina, putra mahkota terlihat berdehem untuk menutupi kegugupannya.
"Hahahaha,Kaisar bisa saja, " ucap perdana menteri tertawa kecil.
Ada sedikit rasa bangga memiliki putri yang entah darah dagingnya atau tidak yang memiliki wajah sangat cantik, bahkan Kaisar sampai memujinya dan putra mahkota yang terkenal setia pada putri mahkota terpaku pada kecantikan putrinya.
"Sidang ini ditunda sampai bukti terkumpul," lanjut perdana menteri.
"Saya mohon undur diri untuk kembali ke paviliun anggrek.... Yang Mulia Kaisar, Putra mahkota, dan perdana menteri," ucap Alina membungkuk hormat.
__ADS_1
"Kembalilah," ucap perdana menteri.
Dengan segera Alina berbalik sambil menunduk berjalan keluar aula menuju paviliunnya tanpa memakai cadarnya kembali.
•••••••••••••
Alina pov
Terhitung sudah tiga bulan lebih aku tinggal di dunia ini, tapi satu pun jawaban dari seribu pertanyaan belum ku dapat kan.
Mengapa aku mengalami transmigrasi?
Apa tujuan aku mengalami transmigrasi?
Mengapa aku tidak diberi ingatan pemilik tubuh asli seperti di novel-novel transmigrasi yang ku baca?
Apa aku tidak memiliki kekuatan sedikit pun?
Ya itu hanya sebagian kecil pertanyaan yang selalu aku pikirkan, aku menanti jawabannya.
Disaat para rubah itu mulai menunjukkan taringnya aku malah tak memiliki persiapan kecuali mental, ketelitian dan ilmu pengobatan. Aku tidak memiliki kekuatan, ilmu bela diri, ataupun pengendali elemen.
Aku selalu belajar, berlatih, dan berusaha agar aku bisa menguasai ilmu bela diri atau mengendalikan elemen, tapi tubuh ini selalu tak merespon segala usaha dan kerja keras ku, bukan karena tubuh ini telah terkontaminasi racun tapi tubuh ini sama sekali tidak memiliki tenaga dalam.
Tenaga dalam merupakan langkah awal yang paling penting untuk bisa menguasai ilmu bela diri.
Tanpa tenaga dalam orang tidak akan bisa menguasai ilmu bela diri atau bahkan tidak bisa mengendalikan elemen, semua orang di dunia ini semenjak lahir sudah memiliki tenaga dalam kecuali.... tubuh yang ku tempati ini.
Lelah berpikir tentang pertanyaan-peryanyaan ku yang menggunung di kepala ku tanpa satu pun jawaban yang ku dapatkan, aku memejamkan mata menyenderkan kepalaku di pinggir jendela yang berada di kamarku sambil menikmati hembusan lembut angin yang menerpa wajahku.
Alina pov end
Karena terlalui asyik menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya, Alina sampai tidak sadar kalau kalung yang ia pakai mengeluarkan cahaya biru yang perlahan membesar hingga menelan tubuhnya.
__ADS_1
Karena terusik dengan angin yang semakin kencang, Alina membuka matanya hingga kedua pupil matanya melebar karena terlalu terkejut.
"Tempat apa ini?" ucap Alina spontan saat melihat sekitarnya.
Pemandangan indah kebun bunga di paviliun anggrek berubah menjadi sebuah hutan dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi, pinggiran jendela yang Alina jadikan senderan berubah menjadi sebatang pohon besar dengan daun hijau dan buah mangga yang melimpah.
Bukan buah mangga biasa tapi buah mangga emas yang sangat langka di dunia ini.
Tidak hanya buah mangga,tapi banyak sekali buah-buahan langka dan beberapa tanaman langka yang bisa digunakan untuk meningkatkan ilmu bela diri seseorang, bahkan beberapa tanaman bisa digunakan untuk membantu mengendalikan elemen, dalam kata lain menjinakkan elemen agar mudah di kendalikan.
"Selamat datang sang terpilih," ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul di hadapan Alina dengan membungkuk hormat.
"Siapa kau dan dimana aku?" tanya Alina waspada.
...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...
Siapa pria yang Alina temui di tempat misterius itu??
__ADS_1
Penasaran?
Cuss baca next episode 😆