
...Happy reading 📖...
...****************...
Seorang pria yang sebaya dengan Kaisar mendekat ke arah Kaisar kemudian mengambil alih kotak itu dari tangan Kaisar dan membukanya.
"Ini sangat langka Yang Mulia, ini adalah batu kristal putih yang bisa mempermudah untuk mengendalikan elemen angin Yang Mulia," ucap penasehat itu menatap kagum sebuah batu kristal yang berada dalam kotak kayu itu.
Batu kristal putih itu seperti batu-batu sungai yang berbentuk kristal putih kebiruan yang Alina dapatkan dari hutan kegelapan,tempat dimana Alina juga menemukan hewan kontrak raja legendaris.
Sangat banyak batu-batu seperti itu, tapi Alina tidak berniat untuk membawa banyak,ia hanya membawa lima butir saja dan memang sudah direncanakan bahwa batu-batu itu akan Alina berikan sebagai hadiah untuk Kaisar karena Alina sudah bisa mengendalikan elemen angin,sehingga batu itu sudah tidak berguna lagi untuk Alina.
"Darimana kau mendapatkan batu kristal itu, nona Alina? Dan mengapa kau memberikannya padaku?"tanya Kaisar.
"Hadiah hamba tak seberapa dengan pengorbanan Kaisar yang telah membuat Kekaisaran Utara ini tambah berjaya dan semoga Kaisar selalu diberikan kesehatan dan panjang umur seratus ribu tahun," jawab Alina disertai dengan senyum sopannya.
Berbeda dengan lisannya,hati Alina justru menyumpah serapah.
"Terimakasih sudah memakan harta rakyat miskin, menelantarkan mereka yang tidak mampu dan enak-enakan menikmati fasilitas istana tanpa rasa bersalah. Se**moga hidupmu penuh kesengsaraan, umurmu pendek dan singkat dan yang paling penting keluarga mu hancur lebur. "
"Karena hadiah dan doamu yang berharga itu, aku mempunyai hadiah juga untuk mu....Berikan seribu koin emas untuk Alina, " ucap Kaisar.
__ADS_1
"Dan kurasa ada sesuatu yang akan disampaikan putraku, dia terlihat sangat tidak sabar,hehehehe,"lanjut Kaisar terkekeh.
"Benar, aku ingin mengatakan sesuatu, "ucap putra mahkota berjalan mendekati Alina dan berhenti tepat dua langkah di depan Alina.
"Nona Alina, sebenarnya sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku sudah jatuh hati padamu dan sekarang didepan semua orang aku ingin mengatakan.....apakah kau mau menjadi selir agungku?" ucap putra mahkota menatap Alina dalam.
"Maafkan hamba putra mahkota, hamba tidak pantas untuk bersanding dengan anda," ucap Alina meneteskan air mata palsunya.
"Karena aku itu cantik, pintar, hebat, cerdas maka tak pantas menjadi selir, bahkan aku tidak pantas menjadi istri orang lemah sepertimu,"batin Alina.
"Kepantasan seseorang tidak dilihat dari seberapa tinggi tahtanya, seberapa kaya keluarganya, seberapa pintar pikirannya, seberapa hebat dan kuat dirinya, tapi dilihat dari kebaikannya, ketulusan hatinya dan kau sangat baik, kau tulus kau pantas untukku nona Alina, " ucap putra mahkota.
"Tidak, aku tidak sanggup jika harus mendengar hinaan mereka semua lagi,hiks aku diam saat dihina hiks bukan berarti aku sabar dan ikhlas, aku tersenyum mendengar hinaan mereka tapi hatiku menangis, aku tidak bisa menjadi manusia sempurna tapi kenapa aku selalu dihina aku tidak sanggup lagi hiks," ucap Alina menangis pilu.
"Tidak akan ada yang berani menghinamu setelah kau menjadi istriku nona Alina, aku akan menjaga mu," ucap putra mahkota menyakinkan Alina.
"Dasar penipu! Semua itu hanyalah kata-kata kiasan yang sudah basi,janji buaya yang tidak akan ditepati,"batin Alina malas.
"Ma-af aku tidak bisa," jawab Alina.
"Kau akan tetap menjadi selir putra mahkota putriku Alina, karena dekrit kekaisaran sudah dibuat dan tidak bisa dibatalkan lagi," ucap perdana menteri membuat Alina langsung terdiam.
__ADS_1
"Inginku mengeluarkan kata mutiara."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
INFO!!!!!
Hi readers tercinta, apa kabar??
Author mau menginfokan sesuatu.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena author akan hiatus selama beberapa hari kedepan.
Tapi tenang, bentar aja ko.
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan🙏🙏💐
Mohon maaf lahir batin🙏
See u 👋👋
Enjoy your holiday ❤️
__ADS_1