Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 60


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Baiklah kita lihat saja. Dasar Kak Neo, kenapa sih dia selalu menentangku mengoleksi emas dan permata? lagi pula jika aku tidak mengambilnya harta itu akan sia-sia."


"Neo tidak menentang mu adik, dia hanya ingin kau sadar hanya dengan harta saja kau tidak akan bisa bahagia. Lagi pula jika seribu-duaribu kotak peti itu tidak masalah tapi jika bergunung-gunung seperti di ruang harta pribadi mu itu terlalu berlebihan, belum lagi di cincin ruang tanpa batas mu itu," ucap Dreko ikut meninggalkan Alina.


"Aishhh, kenapa mereka semua jadi sewot, aku mencarinya juga tidak meminta bantuan mereka, menyimpannya juga tidak membutuhkan bantuan mereka. Ini semua karena masa lalu, memangnya seperti apa masa laluku sampai kedua kakakku itu sangat tidak suka jika aku hanya fokus mengumpulkan harta," dumel Alina berjalan dengan kesal menuju kamarnya.


"Tadi Paman Neo, kemudian Paman Dreko, dan sekarang bunda. Dunia orang dewasa sangat memusingkan, pasal harta saja menjadi pertengkaran, huh memuakkan!" gumam Willy ikut kesal saat melihat kedua paman dan bundanya mengabaikan kehadirannya dan malah asik berdebat sampai bubar satu persatu.


Detik berganti menjadi menit, menit berganti menjadi jam, dan jam berganti menjadi hari. Tak terasa waktu berputar begitu cepat. Begitupun dengan Alina yang tak terasa tiga harinya terbuang sia-sia karena membuat ramuan yang bahkan belum selesai-selesai.

__ADS_1


Alina juga merasa sangat bosan, karena hari-harinya selalu berputar dengan kegiatan yang sama. Mandi, makan, bemain dengan Willy, dan mebuat ramuan yang tidak membuahkan hasil.


Dan hal yang paling membosankan bagi Alina adalah melihat perhiasan dan harta-hartanya yang menumpuk di ruang penyimpanan pribadinya bahkan ada beberapa kamar yang Alina gunakan untuk menyimpan harta bendanya.


"Kak Neo benar, harta-harta itu tidak berguna. Jika dulu aku selalu memikirkan dan berusaha bagaimana caranya lembaran-lembaran uang berjajar rapi di dompet ku dan bagaimana caranya emas permata bisa berjajar rapi dikotak lemari ku, sekarang aku bahkan muak melihat kemilauan tumpukan yang menggunung itu."


"Bagaimana, apa kau sudah bosan?"tanya Neo duduk di samping Alina.


"Iya, aku bosan. Tapi bagaimana kakak tau kalau aku akan bosan padahal harta-harta itu adalah hal paling berharga yang aku cari-cari?"


"Dunia permanusiaan memang mengerikan tapi sangat menarik, " sambung Dreko.


"Lalu sekarang aku harus bagaimana?"

__ADS_1


"Mungkin kau bisa keluar dari ruang Tara, kembali mengembara untuk mendapatkan kekuatan yang tak tertandingi, kau juga bisa berkunjung ke benua tengah karena di sana banyak sekali manusia-manusia yang memiliki kekuatan di atasmu," saran Dreko.


"Mencari masalah untuk hiburan? Itu sangat menarik," gumam Alina dengan smirknya.


"Masalah untuk membuat mu berpengalaman bukan untuk hiburan,Dik!" ucap Neo.


"Iya,Kak, iya, untuk pengalaman," ucap Alina malas.


"Bunda,Willy boleh ikut? Willy juga ingin berpetualangan, Willy bosan di sini hanya bisa bermain kupu-kupu," ucap Willy tiba-tiba muncul di depan Alina.


"Heh acil kau tidak perlu ikut biar paman saja yang ikut, lagi pula disini kau bisa bermain hal lain kecuali bermain kupu-kupu. Seperti anak perempuan saja," ucap Neo.


"Paman Neo yang paling tampan tapi masih kalah jauh dari Willy, Willy kan masih kecil jadi cuman bisa menangkap kupu-kupu, siapa tau nanti kalau Willy sudah besar Willy bisa menangkap gadis-gadis yang cantik dan beranekaragam seperti kupu-kupu itu."

__ADS_1


"Apa, kau ingin menjadi laki-laki tidak bermoral? Siapa yang mengajarimu mengatakan itu keponakan tersayang ku? Katakan!"tanya Neo marah.


__ADS_2