
...Happy reading 📖...
...****************...
Sesuai rencana Alina, pagi hari dikediaman perdana menteri dihebohkan dengan kondisi Delana yang terus muntah-muntah dan merasa lemas sejak semalam.
Setelah diperiksa oleh salah satu tabib kepercayaan perdana menteri, Delana mengalami ciri-ciri kehamilan dan menurut tabib kandungan Delana sudah memasuki usia dua minggu.
"Anak siapa yang kau kandung,Delana?" tanya selir Raisa menatap putri semata wayangnya dengan geram karena bukan hanya nama baik Delana yang terancam tapi nama baiknya pun juga akan ikut terancam karena gagal mendidik putrinya itu.
"Hiks, a-aku tidak hamil,hiks,ibu, hiks,"jawab Delana disela-sela tangisnya.
Plak
"Ay-yah, hiks, " ucap Delana memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari perdana menteri yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dan langsung menamparnya.
__ADS_1
"JANGAN BERBOHONG!! TABIB KEDIAMAN KU TIDAK AKAN SALAH DALAM MEMERIKSA!!" bentak perdana menteri.
"Tuanku, maafkan kesalahan putriku, dia......." ucap selir Raisa mengusap lengan perdana menteri bermaksud untuk menenangkannya.
"MAAF? KAU TAHU KARENA KESALAHAN PUTRI BOD0H MU ITU, KEDUDUKAN KU SEBAGAI PERDANA MENTERI DIRAGUKAN SEMUA ORANG, BAHKAN RAKYAT RENDAHAN BERANI MENGHINA KU," potong perdana menteri.
"Ap-apa? Bagaimana bisa berita kehamilan Delana tersebar begitu cepat?" tanya selir Raisa.
"Apa kau tak punya otak selir? Setiap dinding memiliki telinga, berita besar seperti ini sudah pasti akan cepat menyebar bagai bau bangkai yang akan cepat menyebar sesuai arah angin," ucap Nyonya Desina yang baru masuk.
AKU MEMANJAKANMU,APAPUN KU BELIKAN SESUAI PERMINTAANMU, TAPI APA YANG KAU BERIKAN PADAKU? HAH!! HANYA RASA MALU DAN TERANCAMNYA KEDUDUKAN KU,"bentak Perdana menteri dengan amarah yang masih belum padam.
"Jangan, hiks bandingkan aku hiks dengannya yang b0doh dan lemah itu ayah, dan hiks sudah aku bilang hiks ayah aku hiks tidak hamil."
"DIA BOD0H DAN LEMAH TAPI DIA CANTIK DAN BISA MEMBUAT KEDUDUKAN KU SEMAKIN KUAT KARENA ALINA BERHASIL MEMIKAT PUTRA MAHKOTA, SEDANGKAN KAU MALAH MENJATUHKAN HARGA DIRIKU, KAU LEBIH BOD0H DARI ALINA, APAKAH KAU TAU HAMIL SEBELUM MENIKAH ITU AIB YANG SANGAT MEMALUKAN BAHKAN LEBIH MEMALUKAN DARI MEMILIKI PUTRI YANG CACAT, DAN KAU TAK PERLU MENGELAK LAGI TENTANG KEHAMILAN MU ITU,"bentak perdana menteri.
__ADS_1
"Hamba mohon tenanglah tuanku, kita bisa membicarakan ini dengan cara baik-baik," bujuk selir Raisa menyentuh bahu perdana menteri yang langsung ditepis kasar oleh perdana menteri.
"KAU PUN SAMA, HANYA BISA MEMBERIKAN KU SEORANG PUTRI TAPI KAU TIDAK BISA MENDIDIKNYA. LIHAT KARENA ULAH PUTRIMU ITU KITA JADI BAHAN GUNJINGAN DAN BEBERAPA RAKYAT RENDAHAN BAHKAN SUDAH BERANI MEMBERONTAK MENENTANG KU," bentak perdana menteri kemudian keluar dari kamar Delana dengan langkah lebarnya yang penuh dengan amarah.
"Sebaiknya kau didik putrimu itu dengan benar selir Raisa, karena putri bodoh mu itu tuanku sampai marah besar," ucap nyonya Desina tersenyum sinis ke arah selir Raisa yang merupakan saingan cintanya dengan perdana menteri.
Jika perdana menteri tengah kalang kabut untuk membersihkan nama baiknya, lain halnya dengan Alina yang tengah bersantai di gazebo paviliun pinus,dia menikmati semilir angin di temani secangkir teh dan beberapa kue kering.
"Kau sangat pintar,Adik, sekarang terjadi kehebohan di dua kediaman sekaligus, " ucap Neo yang duduk di samping Alina sambil menyesap teh milik Alina.
Sebelumnya Neo telah membuat dinding labirin di sekelilingnya hingga hanya Alina saja yang dapat melihat keberadaannya
"Tentu saja, karena rubah kecil yang b0doh itu telah meminum ramuan buatanku yang bisa membuat orang mengalami gejala kehamilan padahal orang itu tidak sedang mengandung, tabib akan mengira Delana benar-benar hamil karena efek dari ramuanku dan efek dari kehamilan pada umumnya itu sama persis, " ucap Alina masih fokus memandang ke arah depan yang memperlihatkan kesibukan-kesibukan pelayan di kediaman menteri kehakiman.
"Selanjutnya rencana apa lagi yang akan kau lakukan?"
__ADS_1