Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 81


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Kau harus bermeditasi lagi setelah menyerap ini," jawab Dreko menunjukkan pusaran angin kecil di tangan kanannya.


"Pusaran angin ini adalah inti dari elemen angin, menurut ku mungkin karena inti elemen mu belum lengkap hingga kau tidak bisa menembus tingkat yang lebih tinggi padahal tubuhmu istimewa dan ruang Tara ini juga sudah dipenuhi energi yang tak terhingga," lanjut Dreko.


"Oh benarkah? Aku bahkan sudah lupa dengan inti elemen ini."


Setelah tangan Alina terulur, dengan perlahan Dreko memindahkan pusaran angin itu ke telapak tangan Alina.


"Jangan sampai jatuh ke tanah atau ini akan hilang dan mungkin perlu beberapa bulan lagi untuk dapat menemukannya."


"Tentu, kak!"


Guk


Grraaaoooorrrrr


Auuu


Guk

__ADS_1


Brukkk


Awsss


Si4l!


"Apa yang sudah kalian lakukan? KALIAN MENJATUHKAN INTI ELEMEN ANGINKU! AKHHHH SETELAH BERTEMU DENGAN KALIAN HIDUP KU SELALU SAJA SI4L!" teriak Alina murka.


Dua orang yang menjadi pelaku hanya bisa terdiam terkejut mendengar teriakkan membahana Alina, bahkan hewan yang mengejar mereka ikut terdiam sebagian pula lari mendengar kemarahan tuannya.


"Sayang, maaf," ucap keduanya kompak.


"Maaf-maaf, karena kalian aku gagal balas dendam! Bagaimana aku membalas kalian jika kekuatan ku saja masih jauh dibawah kalian?!"


Dengan amarah yang masih menggebu-gebu Alina pergi menuju ke ruang herbalnya untuk kembali membuat ramuan, karena percuma saja pusaran anginya sudah terjatuh ditanah dan menghilang, jadi kali ini ia gagal menciptakan ramuan itu lagi.


"Sayang tunggu, kami bisa jelaskan. "


Guk


Gukk


Hap

__ADS_1


"Awssss, anjueng sial4n! Beraninya kau menggigit seorang Kaisar."


"Dari mana kalian datang?" tanya Neo menatap kedua orang asing itu tajam dengan mata Phoenix nya.


"Aku akan menjelaskannya setelah berbicara dengan istri ku, " ucapnya berbalik akan pergi.


"Keluar dan jangan ganggu Alina lagi!"tekan Dreko berdiri menghadang langkah Zero.


Gigi taring dan sungutnya muncul membuat Dreko terlihat menyeramkan dan jangan lupakan sosok kecil di sampingnya dengan gigi taring dan ekor putihnya yang berkibas ditambah dengan auranya yang kuat membuat suasana semakin tidak mengenakkan.


"Cacing berduri kau kah itu? Hahaha tidak ku sangka kita bertemu lagi, " ucap Zero dengan tawa yang terdengar meremehkan.


"Tidak perlu basa-basi cepat pergi sebelum...


"Sebelum apa? Kau tidak ingat aku selalu 10 kali lipat didepan mu cacing! Meski kali ini kau lebih dulu tapi tentu saja kau tidak akan bisa menghalangi ku! "potong Zero diiringi dengan aura kemarahannya yang menguar.


"Kenapa kalian tidak langsung bertarung saja dari pada terus beradu aura, asal kalian tau aura kalian itu, sangat busuk!" ucap Willy dengan tangan kanan yang menutupi hidungnya.


Untuk hewan kontrak serigala putih seperti Willy, aura kegelapan memiliki bau yang busuk baginya apalagi karena dia yang masih belum dewasa hingga tidak bisa mengontrol penciumannya.


"Bagaimana kalian bisa masuk ke sini? Dimensi buatan ini tidak seharusnya bisa kalian masuki," lanjut Willy bingung, mata serigalanya dan gigi taring mungilnya ditambah dengan ekor putihnya yang mengibas-ngibas terlihat sangat menggemaskan. Hanya saja aura yang dikeluarkan Willy cukup menekan dan cukup kuat untuk seukuran hewan kontrak yang belum mencapai usia dewasa.


Bukannya menjawab, Zero justru langsung menghilang menggunakan teleportasi disusul Aldirk, tentu saja dengan tujuan yang sama yaitu di tempat Alina.

__ADS_1


"Kita akan pergi dari sini, sayang," ucap Zero secara tiba-tiba muncul di samping Alina dan menggenggam tangan mungilnya.


"Permaisuri hanya akan pergi dengan Kaisar! " ucap Aldirk yang juga tiba-tiba muncul di samping kanan Alina menarik tangan mungilnya menjauh dari Zero, tapi karena genggaman Zero yang tak terlepas akhirnya terjadilah aksi tarik-menarik.


__ADS_2