Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 47


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Bukanya dekrit Kaisar harus melalui persetujuan saya dan distempel oleh saya? Saya merasa belum pernah setuju mengenai dekrit Kaisar itu perdana menteri," tanya Alina.


"Itu jika kau tidak memiliki orang tua nona Alina, tapi kalau kau masih memiliki orang tua, dekrit tentang perjodohan seperi ini harus membutuhkan persetujuan orang tuamu bukan persetujuan mu karena hidupmu hak orang tuamu," ucap penasehat Kaisar.


"Perdana menteri tidak memiliki hak atas hidup saya karena saya juga tidak pernah mendapatkan hak saya sebagai anaknya, " ucap Alina.


"Maksudmu?" tanya perdana menteri menahan amarahnya.


"Seorang ayah memiliki hak atas anak-anaknya karena dialah yang memberikan makan, tempat tinggal, pakaian dan lainya untuk anaknya, sedangkan anda tidak memberikan saya apapun, bahkan dihari saya dilahirkan anda ingin membunuh saya, jika bukan karena bibi Yuri saya pasti sudah tidak ada di dunia ini," ucap Alina dengan derai air mata yang membasahi kedua pipinya.


Semua pasang mata langsung menatap perdana menteri meminta penjelasan.


"Ti-dak, bagiamana mungkin aku ingin membunuh anakku sendiri," ucap perdana menteri gugup.

__ADS_1


"Putriku Alina, tidakkah kau berbelas kasih pada ayahmu yang telah membesarkanmu? kenapa kau tega menuduh ayahmu yang tidak-tidak apa karena kami telat memberimu uang bulanan? Maafkan ibu Alina, ibu terlalu sibuk mengurusi masalah yang menimpa kakakmu dan juga menimpa keluarga kita," ucap Nyonya Desina dengan wajah sedih dan air mata palsunya.


"Kapan?..sejak kapan kalian mengirimi aku uang? Selama ini hiks aku hidup dalam kesendirian hiks, dalam sepi ditemani sunyi digelapnya malam. Sejak kecil aku dihina, dicaci dan dimaki semua orang, adakah yang membela ku? TIDAK ADA! Keluarga yang seharusnya menjadi pendukungku, yang membela dan menyemangatiku menjadi benteng yang melindungiku malah menjadi duri yang melemahkanku dan menjadi penghalang kebahagiaanku... Orang lain kira aku lahir sebagai putri dari pejabat istana, aku akan menjadi nona muda yang bergelimang harta, nyatanya aku malah menjadi nona yang paling miskin, paling dibenci dan paling dihindari semua manusia."


"Dan apa kau lupa perdana menteri, kau tidak pernah memberikanku uang sepeser pun tidak pernah sejak aku dilahirkan hiks, aku hidup dengan sisa harta milik ibuku yang juga bukan hasil pemberianmu, kau tidak pernah memberikanku tempat tinggal karena sejak aku lahir aku sudah tinggal di paviliun yang bukan milikmu, kau tidak pernah memberikan ku kasih sayang,justru kau mengasingkan ku."


"Istrimu yang lain hiks, yang seharusnya menjadi pengganti untuk memberikanku kasih sayang hiks justru memberikanku kesengsaraan hiks, semua harta yang menjadi milikku diambil alih olehnya hiks. Dan sekarang hiks saat aku sudah mandiri hiks saat aku sudah bisa membangun kehidupanku sendiri hiks kalian ingin mengambil hak atas hidup ku? Jika aku tidak mendapatkan hakku lalu hak mana yang kalian tanyakan? Hiks," ucap Alina menangis pilu.


Tiba-tiba sebuah bola api meluncur ke arah Alina tapi bukannya menghantam tubuh Alina justru bola api itu berlalu dan mengenai permaisuri yang duduk di singgasana 30 meter di belakang Alina.


Bumm


Kematian tak dapat terelakkan, permaisuri terkena bola api itu yang menghanguskan tubuhnya, semua orang langsung menatap perdana menteri dengan tatapan membunuh.


Bola api itu berasal dari perdana menteri yang karena sangat geram dan murka mendengar ucapan Alina, membuat perdana menteri mengeluarkan elemen api yang berupa sebuah bola ke arah Alina tapi naasnya karena elemen perdana menteri jauh dibawah Alina, membuat Alina dengan mudahnya mengambil kendali atas elemen api itu hingga hanya melewatinya saja.


"PERDANA MENTERI, BERANINYA KAU MEMBUNUH PERMAISURI/IBU KU!!"ucap Kaisar dan putra mahkota kompak dengan aura kemarahan yang menguar.

__ADS_1


"Ma-af Ka-ka- " ucap perdana menteri gemetaran.


BUMM


Duaaarrr


Sebelum perdana menteri melanjutkan ucapannya, sebuah bola api dan tanah menghantannya dan menghancurkan seluruh tubuhnya menjadi abu, bola api yang berasal dari putra mahkota dan bola tanah yang berasal dari Kaisar tidak hanya mengenai perdana menteri tapi juga mengenai kedua istrinya yaitu Nyonya Desina dan Selir Raisa, membuat tubuh keduanya ikut hancur seperti tubuh perdana menteri.


"TIDAK ADA MAAF UNTUKMU DAN KALIAN SEMUA, HANCURKAN SELURUH KELUARGA DAN KETURUNAN PERDANA MENTERI.


DAN KAU ALINA, INI SEMUA KARENA ULAHMU, PESTAKU HANCUR KARENAMU!, SEANDAINYA KAU MENERIMA KEINGINAN PUTRAKU,INI SEMUA TIDAK AKAN TERJADI!!! " bentak Kaisar sangat murka.


Kaisar mengeluarkan elemen tanahnya dan membuat sebuah bola tanah yang sangat besar.


"TERIMA INI!!!"


......................

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya??


Adakah yang bisa menebaknya??🧐


__ADS_2