
Sepanjang perjalanan di dalam mobil yang terdengar hanyalah suara Arif yang cekikikan karena geli dikilikitik oleh Dodi. Sesekali Wira melihat ke belakang melalui vision mirror. Sedangkan Alit asyik memainkan hiasan yang berada pada dashboard. Wira tersenyum melihat Alit yang sedang memainkan hiasan dashboard. Di usapnya kepala Alit.
“Kesal, ya? Sebentar lagi sampai ke restaurant,” kata Wira.
Tak lama kemudian Wira membelokkan mobilnya menuju ke sebuah restaurant sunda yang berada di daerah Cipete. (Author nggak sebutin nama restaurantnya ntar dibilang promosi). Wira langsung mencari tempat parkir yang kosong. Setelah Wira memarkirkan mobilnya barulah Wira membukakan pintu mobil belakang. Semua orang keluar satu persatu dari dalam mobil. Mereka pun berbarengan berjalan menuju ke restaurant.
Di dalam restaurant mereka disambut oleh Wisnu dan ke dua orang tuanya. Bi Nani beserta keluarga juga hadir di sana. Dodi, Arif dan Alit senang ketika melihat kehadiran kedua sepupu mereka Suci dan Teguh. Namun sebelum mereka menghampiri sepupu mereka, mereka terlebih dahulu menghampiri dan mencium tangan Wisnu dan kedua orang tua Wisnu. Suasana restaurant menjadi ramai dengan suara celotehan Dodi dan sepupunya.
Wisnu mendekati Haifa.
“Apa kabar Haifa?” sapa Wisnu.
“Baik, Mas,” jawab Haifa.
Namun tiba-tiba Wina datang memisahkan Wisnu dan Haifa.
“Jaga jarak. Haifa sedang dipingit. Nggak boleh dekat-dekat sebelum hari H,” ujar Wina.
Wisnu dan Haifa langsung mundur memberi ruang untuk Wina. Wina langsung memeluk Haifa.
“Apa kabar, Haifa?” Sapa Wina.
“Baik, Mbak,” jawab Haifa.
“Kamu masih muda sekali. Kamu nggak cocok jadi kakak ipar Wina. Kamu lebih pantes jadi adik Wina,” kata Wina sambil memandangi Haifa.
__ADS_1
Haifa menanggapi gurauan Wina dengan tersenyum.
“Itu tandanya kamu sudah tua,” kata Wira sambil mengacak-acak rambut Wina.
“Iiihhh Mas Wira nggak suka lihat orang senang, deh.” Wina merapihkan rambutnya yang diacak-acak Wira.
“Kamu duduk sama Wina, ya!” kata Wina kepada Haifa.
Haifa menoleh ke arah Wisnu meminta persetujuan Wisnu. Wisnu pun menjawab dengan anggukan.
Namun bukan Wisnu namanya kalau membiarkan Haifa duduk jauh darinya. Ketika Wina dan Haifa duduk, Wisnu langsung duduk di samping Haifa.
“Bi Nani.” Wina memanggil Bi Nani yang terhalang oleh beberapa orang.
“Iya, Non,” jawab Bi Nani.
“Waduh…belum ada tuh, Non,” jawab Bi Nani.
“Memangnya mau dijodohkan dengan siapa, Non?” Tanya Bi Nani.
“Mau dijodohkan dengan Mas Wira,” jawab Wina.
“Waduh. Mana mau Den Wira dijodohkan sama orang kampung? Selera Den Wira mah beda,” kata Bi Nani.
“Memangnya selera saya seperti apa, Bi?” Tanya Wira penasaran.
__ADS_1
“Yang seperti Non Cindy, Non Susan, Non Alea, Non Seila. Pokoknya yang tipe-tipe seperti itu,” jawab Bi Nani.
“Tuh, Bi Nani aja sampai hafal nama-nama cewek koleksinya Mas Wira,” celetuk Wina.
“Koleksi? Kaset kali koleksi,” sahut Wira.
“Haifa, nanti kamu jangan kaget, ya! Kalau ada perempuan seperti cacing kepanasan dan pakai baju kurang bahan datang ke rumah. Mereka itu pasti cari Mas Wira,” kata Wina.
“Sudah jangan ngobrol terus! Makannya sudah siap,” kata Ibu Deswita.
Tanpa mereka sadari ternyata makanan yang dipesan sudah datang. Merekapun berhenti berbicara dan mulai makan.
Dengan telaten Haifa mengambilkan makanan untuk Wisnu. Tanpa Haifa dan Wisnu sadari Wina dan Wira sedang memperhatikan mereka berdua. Haifa seperti seorang istri yang sedang melayani suaminya makan.
Setelah selesai makan Pak Yayat dan keluarga pun pamit untuk pulang karena hari sudah larut malam dan anak-anakpun sudah mulai mengantuk.
Wisnu mengantarkan Haifa sampai ke mobil.
“Hati-hati menyetirnya, Wira! Jangan ngebut!” pesan Wisnu.
“Baik, Mas,” jawab Wira.
Setelah semuanya sudah masuk ke dalam mobil Wira pun mulai memundurkan mobilnya. Setelah mobil keluar dari tempat pakir, Haifapun melambaikan tangannya ke Wisnu dan mobilpun melaju keluar dari halaman restaurant.
Wisnupun menghela nafas ketika mobil yang di kendarai Wira keluar dari halaman restaurant.
__ADS_1
“Sabar, Mas. Nanti ketemu lagi di depan penghulu,” ujar Wina yang berdiri di samping Wisnu.
Iya, tinggal beberapa hari lagi Haifa akan resmi menjadi istrinya.