
Haifa terbangun dari tidurnya, karena merasa dingin pada tubuh bagian atas. Haifa baru sadar jika ia tidak menggunakan pakaian, tubuhnya hanya ditutupi selimut. Haifa menoleh ke samping Wisnu sedang tertidur dengan pulas. Sepertinya suaminya kelelahan setelah semalam suntuk mengajaknya bermain.
Haifa mengambil pakaiannya yang tercecer di lantai dan langsung ia menggunakan kembali pakaiannya.
“Mau apa?” Tanya Wisnu sambil merem.
“Mau mandi, Mas. Sebentar lagi adzan subuh,” jawab Haifa.
“Kamu mandi duluan. Mas mau tidur lagi, masih ngantuk,” kata Wisnu.
Cepat-cepat Haifa beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.
Setelah Haifa selesai mandi Haifa membangunkan suaminya.
“Mas, bangun Mas! Sebentar lagi adzan subuh,” kata Haifa sambil menepuk-nepuk tubuh suaminya dengan pelan pelan.
Wisnu langsung terbangun dari tidurnya. Ia melihat istrinya membangunkannya dengan keadaan rambut yang basah.
“Kamu sudah mandi?” Tanya Wisnu.
“Sudah, Mas. Sekarang giliran Mas Wisnu mandi,” kata Haifa.
Wisnu langsung duduk.
“Tolong ambilkan celana, Mas,” kata Wisnu.
Haifa mengambilkan celana Wisnu yang tercecer di lantai lalu diberikan kepada Wisnu. Wisnu langsung memakai celananya dan langsung beranjak ke kamar mandi.
Setelah Wisnu selesai mandi sayup-sayup terdengar suara adzan subuh berkumandang.
“Mas ke masjid dulu, ya,” pamit Wisnu.
“Iya, Mas,” jawab Haifa.
__ADS_1
Haifa mengantar suaminya sampai lantai bawah. Ternyata di ruang keluarga sudah ada Pak Broto dan Wira yang sudah siap-siap untuk berangkat ke masjid.
“Mas, berangkat dulu. Assalamualaikum,” ucap Wisnu.
“Waalaikumsalam,” jawab Haifa.
Setelah Wisnu pergi ke masjid Haifa kembali ke kamarnya untuk sholat subuh. Selesai sholat subuh Haifa langsung ke dapur untuk membuat sarapan. Hari ini Bi Nani diliburkan karena kecapean setelah acara pernikahan Haifa.
Sepulang Wisnu dari mesjid langsung menuju ke dapur, feelingnya mengatakan kalau istrinya sedang memasak di dapur.
“Assalamualaikum,” ucap Wisnu ketika memasuki dapur.
Haifa langsung menoleh ke arah suara.
“Waalaikumsalam.” Haifa membersihkan tangannya lalu mencium tangan suaminya. Wisnu membalasnya dengan mencium kening Haifa.
“Ehm…ehm….ehm. Kalau mau bermesraan di kamar! jangan di dapur! Kasihan Bi Siti jadi salah tingkah melihat orang yang pacaran,” kata Wira yang berdiri di depan pintu dapur.
Haifa langsung merasa malu mendengar perkataan Wira.
Haifa menjawab dengan anggukan kepala.
Wisnu pun meninggalkan dapur dan Haifa melanjutkan memasak.
Wina masuk ke dapur sambil membawa segelas air putih.
“Widihhh pengantin baru lagi masak,” ujar Wina.
Haifa menoleh ke Wina.
“Mbak Wina, tolong cicipi kurang apa.”
Haifa memberi sendok nasi goreng kepada Wina. Wina memakannya sedikit demi sedikit karena masih panas. Ia mencoba merasakan rasanya.
__ADS_1
“Enak. Udah cukup rasanya,” kata Wina sambil mengacungkan jempolnya.
“Alhamdulillah,” ucap Haifa.
“Saya mau cicip juga,” kata Wira yang sedang berdiri di depan pintu dapur.
Haifa memberikan Wira sesendok nasi goreng.
“Hmm hmmm,” ujar Wira.
“Kenapa, Mas? Nggak enak, ya?” Tanya Haifa dengan khawatir.
Wira mengacungkan jempolnya.
“Enak banget,” puji Wira.
“Alhamdullilah,” ucap Haifa.
“Saya mau sarapan sekarang,” kata Wira.
“Sebentar, Den. Saya siapkan dulu,” kata Bi Siti.
Sementara Bi Siti menyiapkan sarapan, Haifa kembali ke kamar untuk mengajak suaminya sarapan.
Ketika Haifa masuk ke dalam kamar, lampu kamar dalam keadaan mati. Rupanya Wisnu tidur lagi.
“Mas…bangun, Mas.” Haifa menepuk pelan tubuh Wisnu yang sedang memeluk guling.
Wisnu bukannya bangun malah memeluk tubuh Haifa.
“Mas, bangun sarapannya sudah siap,” kata Haifa.
“Lima menit lagi, masih ngantuk,” kata Wisnu tanpa membuka matanya.
__ADS_1
Haifa membiarkan suaminya tidur kembali. Ia mengusap-usap kepala suaminya dengan penuh kasih sayang.