Kisah Cinta Haifa

Kisah Cinta Haifa
31. CCTV


__ADS_3

Keesokan harinya ketika Haifa datang mengantarkan makanan ke kantor Wisnu, Haifa langsung membuka pantry di ruangan Wisnu. Semua peralatan makan masih lengkap di dalam pantry hanya saja semuanya kotor seperti habis dipakai.


Haifa menghela nafas kasar.


“Mas, ruangan tempat memonitor CCTV dimana, ya?” Tanya Haifa.


“Untuk apa kamu tanya ruang itu?” Tanya Wisnu.


Haifa langsung diam. Sebenarnya ia tidak ingin melibatkan suaminya dalam hal ini, namun ini sudah menyangkut hal kriminal. Selain Aida yang bertugas untuk membersihkan ruangan Wisnu, ada orang lain dengan bebasnya bisa masuk ke ruangan suaminya.


“Sini, Mas.” Haifa berjalan menuju pantry, Wisnu mengikuti Haifa.


Haifa membuka lemari pantry. Di dalam lemari itu terdapat peralatan makan yang kotor.


“Astagfirullohaladzim,” ucap Wisnu.


“Apa-apaan ini?” Tanya Wisnu yang marah.


“Aida keterlaluan sekali!” seru Wisnu dengan marah.


“Sabar, Mas! Haifa rasa bukan Aida yang melakukannya. Ada seseorang yang melakukannya. Tapi kita tidak tau apa maksud orang itu melakukan ini semua,” kata Haifa yang berusaha menenangkan suaminya.


Wisnu langsung menuju ke meja kerjanya. Lalu menghubungi seseorang melalui intercom.


“Saya minta rekaman CCTV ruangan saya dari hari saya ambil cuti hingga hari ini! Pastikan tidak ada yang dihapus. Kalau sampai ada yang dihapus, kalian semua saya pecat!” seru Wisnu.


“Saya akan ke sana setelah sholat dzuhur,” kata Wisnu.


Wisnu pun menutup intercomnya.


Haifa mendekati suaminya lalu mengusap punggungnya.

__ADS_1


“Sabar, Mas. Jangan marah-marah!” kata Haifa.


“Astagfirullahaladzim,” cap Wisnu sambil mengusap kasar wajahnya.


“Mas sholat dulu.”


Wisnu beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar mandi untuk wudhu. Setelah selesai wudhu, Wisnupun pamit menuju masjid. Namun sebelum ke masjid, Wisnu berpesan kepada Haifa untuk tidak meninggalkan ruangan, jika hendak ke kamar mandi harus mengunci pintu dari dalam.


Setelah Wisnu pergi.


Tok…tok…tok….


Suara pintu ruangan diketuk. Haifa membuka pintunya. Aida berdiri di depan pintu dengan air mata yang mengalir di wajahnya.


“Permisi, Bu. Saya mau mengambil peralatan makan yang kotor,” kata Aida sambil terisak menangis.


“Silahkan!”


Ketika Aida hendak keluar, Haifa menghampiri Aida.


“Yang sabar, ya,” kata Haifa.


Aidapun mengangguk.


Setelah Aida keluar, Haifa menutup kembali pintu ruangan itu. Haifapun berwudhu dan melaksanakan sholat dzuhur.


Beberapa menit kemudian Wisnu membuka pintu ruangannya.


“Assalamualaikum,” ucap Wisnu


Tidak ada yang membalas salamnya, karena Haifa sedang sholat dzuhur. Pelan-pelan Wisnu masuk ke dalam ruangannya lalu duduk di kursi sofa, menunggu istrinya yang sedang sholat dzuhur.

__ADS_1


Setelah Haifa selesai sholat, Haifa langsung mendekati suaminya dan mencium tangan suaminya.


“Ayo kita ke ruangan tempat memonitor CCTV,” kata Wisnu.


“Mas nggak makan dulu?” Tanya Haifa.


“Nanti saja setelah dari sana,” jawab Wisnu.


Akhirnya Wisnu membawa istrinya ke tempat memonitor CCTV. Di sana sudah ada operator CCTV.  Mereka menayangkan CCTV ruangan Wisnu dari hari Wisnu mengambil cuti. Satu persatu video diperlihatkan hingga akhirnya beberapa hari sebelum ke jadian.


Di layar monitor tidak ada hal-hal yang mencurigakan. Namun dua hari yang lalu nampak seseorang masuk ke dalam ruangan Wisnu pagi-pagi sekali sekitar pukul enam pagi. Orang itu memakai baju office girl. Dari cara berpakaiannya mirip seperti Aida. Yang mencurigakannya orang itu membuka pantry dan mengambil semua peralatan makan yang berada di pantry dan menyisakannya hanya satu setiap peralatan makan. Ketika office girl itu hendak keluar dari ruangan nampaklah wajahnya, kemudian dizoom dan terlihat jelas wajahnya. Dia adalah Isti office girl yang bertugas di lantai satu.


“Bagaimana dia bisa masuk ruangan saya?” Tanya Wisnu.


“Panggil  manager HRD sekarang juga!” seru Wisnu.


“Baik, Pak.”


Petugas itu pun menghubungi bagian HRD. Tak perlu menunggu lama manager HRD pun datang ke ruangan monitor CCTV.


“Ada masalah apa, Pak Wisnu?” Tanya Pak Roby manager HRD.


Wisnu menceritakan semuanya ditambah dengan bukti-bukti dari CCTV.


“Baik, Pak. Akan kami urus semuanya,” kata Pak Roby.


Kemudian Wisnu mengajak Haifa kembali ke ruangannya.


Semenjak kejadian itu Haifa tidak pernah melihat Isti lagi. Entah sanksi apa yang diberikan perusahaan kepada Isti. Sedangkan Aida mendapat sanksi teguran, karena teledor menyimpan kunci ruangan Wisnu.


Sampai sekarang Hafa tidak tahu alasan Isti melakukan itu semuanya. Namun kejadian itu membuat para karyawan tidak lagi berani bergunjing tentang Haifa.

__ADS_1


__ADS_2