Kisah Cinta Haifa

Kisah Cinta Haifa
32. Ada Apa Dengan Haifa?


__ADS_3

Haifa baru saja selesai sholat subuh. Namun tubuhnya terasa malas untuk digerakan, sehingga Haifa memutuskan untuk tidur kembali.


Seperti biasa sepulang sholat subuh Wisnu mampir ke dapur untuk menjumpai istrinya. Namun ketika Wisnu berdiri di pintu dapur ia tidak melihat Haifa.


“Bi, Haifa mana?” Tanya Wisnu kepada Bi Siti.


“Belum ke sini, Den. Mungkin masih di kamar,” jawab Bi Siti.


Wisnu langsung kembali ke kamarnya. Ia melihat Haifa sedang tidur-tiduran sambil main ponsel. Wisnu mendekati Haifa.


“Kamu kenapa?” Tanya Wisnu sambil mengusap rambut Haifa.


“Haifa lagi malas ngapa-ngapain, Mas,” jawab Haifa.


“Istirahatlah, mungkin kamu sedang kecapean,” kata Wisnu.


“Nanti tidak usah mengantar makanan, biar Pak Tono yang mengantarkan makanan,” kata Wisnu.


“Iya, Mas.”


Kemudian Wisnu bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Wisnu turun dari kamarnya menuju ke ruang makan. Di sana sudah ada Pak Broto dan Ibu Deswita yang sedang sarapan.


“Loh, Haifa mana?” Tanya Ibu Deswita ketika melihat Wisnu tidak ditemani Haifa.


“Ada di kamar. Haifa lagi malas ngapa-ngapain,” jawab Wisnu sambil mengambil nasi.


“Apa dia sakit?” Tanya Ibu Deswita dengan khawatir.

__ADS_1


“Haifa  tidak mngeluh apa-apa. Cuma lagi malas aja,” jawab Wisnu.


“Nanti Mamah tengok, barangkali ada yang Haifa rasakan,” kata Ibu Deswita.


Setelah selesai sarapan, Wisnu kembali ke kamarnya untuk pamit kepada Haifa sebelum berangkat ke kantor. Ketika Wisnu masuk ke kamar Haifa sedang tidur. Wisnu duduk di pinggir tempat tidur lalu mengecup kening Haifa. Tiba-tiba Haifa terbangun.


“Mas sudah selesai sarapannya?” Tanya Haifa.


“Sudah. Tadi Mas sudah menyuruh Bi Nani mengantarkan sarapan ke kamar,” kata Wisnu.


“Eh…tidak usah, Mas. Biar Haifa ambil sendiri,” kata Haifa.


“Tidak apa-apa, kamu istirahat saja di kamar,” kata Wisnu.


“Mas pergi, ya.”


Wisnu mengecup kening istrinya.


“Waalaikumsalam,” ucap Haifa.


Wisnu pun keluar dari kamarnya. Tak lama setelah Wisnu pergi, Bi Nani datang membawakan sarapan untuk Haifa.


“Kamu kenapa, Haifa? Apa ada yang sakit?” Tanya Bi Nani dengan khawatir


“Haifa tidak apa-apa, kok Bi. Hanya saja Haifa rasanya malas mau ngapa-ngapain aja,” jawab Haifa.


“Apa kamu telat datang bulan?” Tanya Bi Nani.


“Haifa tidak tau, Bi. Haifa lupa tanggal terakhir haid ,” jawab Haifa.

__ADS_1


“Ya, sudah. Sekarang kamu istirahat saja. Kalau ada apa-apa panggil Bibi,” kata Bi Nani.


“Iya, Bi. Terima kasih,” ucap Haifa.


“Bibi ke dapur dulu, jangan lupa dihabiskan sarapanya!” kata Bi Nani.


“Iya, Bi,” jawab Haifa.


Kemudian Bi Nani keluar dari kamar Haifa. Di depan kamar Haifa sudah ada Ibu Deswita yang sedang menunggu Bi Nani.


“Bagaimana, Bi?” Tanya Ibu Deswita dengan cemas.


“Haifa tidak ingat tanggal haid terakhirnya. Tapi perasaan saya mengatakan Haifa telat haid,” jawab Bi Nani.


“Ya sudah. Nanti tolong belikan test pack dari berbagai macam merek,” kata Ibu Deswita.


“Untuk apa beli banyak, Bu? Cukup satu aja. Kalau kebanyakan nantinya mubazir,” ujar Bi Nani.


“Biar nggak penasaran,” jawab Ibu Deswita.


“Terserah Ibu saja, deh. Saya permisi dulu mau kembali ke dapur,” kata Bi Nani.


“Bi, beli test packnya sekarang!” seru Ibu Deswita.


“Apotiknya belum buka, Bu. Sekarang baru jam setengah delapan,” kata Bi Nani.


“Oh iya, ya. Saya lupa,” ujar Ibu Deswita.


“Ya sudah, Bibi lanjutin masaknya!” kata Ibu Deswita.

__ADS_1


Bi Nani pun kembali ke dapur. Sedangkan Ibu Deswita masuk ke kamar Haifa untuk melihat keadaan Haifa.


__ADS_2