Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 21 : Investigasi (Part 2)


__ADS_3

Sinar matahari menerpa wajah Eleeya, hingga membuat gadis itu mengerutkan dahinya dan menutupi wajahnya dengan telapak tangan. Matanya berkedip-kedip, ia terbangun karena cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela kamarnya.


"Ahh!" rintihnya pelan saat hendak menggerakkan tubuhnya.


"Tubuhku terasa remuk. Sakit seluruhnya," gumam Eleeya sambil memegang-megang pundaknya.


"Sudah bangun?"


Eleeya dikejutkan dengan Yohan yang tengah bersandar di jendela kamar dengan segelas kopi di angannya. Dia pun menatap Eleeya sambil tersenyum membuat Eleeya terbengong di tempat tidurnya.


Sungguh pemandangan yang sangat indah di pagi hari! Begitulah isi otak Eleeya. Dia besandar disana membelakangi cahaya matahari, wajahnya yang sangat tampan dan tubuh bagusnya jadi terlihat jelas karena kaos tanpa lengan yang dikenakannya. Tentu saja itu membuat mata Eleeya tak berkedip saat memandangnya.


"Sudah menatapnya?"


Seketika suara Yohan membuyarkan pikiran Eleeya, gadis itu pun mengalihkan pandangannya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Mandilah! Lalu kita sarapan bersama," ujar Yohan sambil berlalu dari kamar Eleeya.


Gadis itu hanya diam, termangu diatas tempat tidurnya. Pertunjukkan memukau di pagi hari telah selesai, itu sangat mengecewakan pikirnya. Eleeya menghela nafasnya kasar saat sepenuhnya sadar. Dengan perlahan Eleeya pun beranjak dari tempat tidurnya, kepalanya masih terasa pusing efek alkohol yang ia minum semalam.


Eleeya berdiri didepan cermin, rambutnya acak-acakan sekarang, bahkan dia hanya mengenakan kemeja Yohan sebagai atasannya dan tak mengenakan apapun di bawahnya. Ada banyak tanda merah di sekitar lehernya, bahkan di seluruh tubuhnya saat ia membuka pakaian. Eleeya menatapi dirinya yang ada di cermin itu, untuk beberapa saat ia terkikik, momen panas yang mereka lakukan semalam sangat luar biasa, bahkan Eleeya sampai tak bisa melupakan bagaimana ganasnya Yohan tadi malam.


...****************...


Yohan sudah menunggu di meja makan kala itu, Eleeya kini sudah terlihat segar dan cantik setelah mandi, gadis itu duduk di salah satu kursi berhadapan dengan Yohan. Yohan menyodorkan roti yang sudah di olesinya dengan selai coklat dan segelas susu untuk Eleeya.


"Terimakasih," ujar Eleeya mengambil roti tersebut dan memasukkannya kedalam mulut.


Yohan hanya memandangi Eleeya dengan satu tangan menopang pipinya, seketika pipi Eleeya memerah karena malu ditatap seperti itu.


"Apa aku membuatmu tak nyaman?"


"Oh tidak-tidak! Aku hanya m-malu."


Yohan tersenyum mendengar penuturan Eleeya, dia pun beranjak dari kursinya dan mengusap lembut puncak kepala gadis itu. "Makanlah! Setelah ini kita akan jalan-jalan."


"Jalan-jalan?" Tanya Eleeya dengan mulut yang penuh dan mata berbinar.


"Pft, habiskan dulu makananmu baru bicaralah," ujar Yohan menahan tawanya.


Eleeya menundukan wajahnya malu, buru-buru ia mengunyah roti di dalam mulutnya dan menelannya sampai tak bersisa, lalu dengan cepat ia meneguk susunya sampai habis. Ia kembali menoleh ke arah Yohan menunggu jawaban, Yohan yang melihat itu hanya tersenyum simpul, begitu menggemaskan gadis yang berada di depannya itu, batinnya.


"Ini akhir pekan, aku berencana untuk mengajakmu jalan-jalan. Jadi apakah ada tempat yang ingin kau kunjungi?" tanyanya.


Ekspresi yang terlihat gembira dengan mata yang berbinar itu terpampang jelas di raut wajah Eleeya. Gadis itu sungguh senang ketika Yohan mengajaknya jalan-jalan, seolah seekor anjing yang di bawa oleh majikannya untuk berjalan-jalan.


"Ah, aku ingin ke taman hiburan." Eleeya berkata dengan sorot mata yang bersemangat.


"..."


Ah, Kenapa? Apa tempat itu tak bisa kukunjungi? Ekspresinya datar sekali, gumam Eleeya dalam hati sambil sesekali melirik Yohan.

__ADS_1


"Ya, terserah kau saja!" jawab Yohan santai.


Mata Eleeya terbelalak, dia sangat senang karena akhirnya dia akan keluar berjalan-jalan hari ini, dan lagi Taman hiburan adalah tempat yang sudah lama ingin ia kunjungi.


"Bersiap-siaplah! Sebentar lagi kita akan pergi," ucap Yohan.


Dengan perasaan senang, Eleeya mengangguk-anggukan kepalanya, ia mengambil seiris roti lagi lalu memakannya. Bibirnya terus terangkat, senyumnya bahkan tak memudar kala itu.


...****************...


Eleeya membuka lemari pakaiannya, dengan perlahan ia memilih pakaian yang akan dia kenakan hari ini. Dulu saat ia belum bisa menggerakan kaki, Yohanlah yang terkadang memandikan dan mengganti pakaiannya, Eleeya hanya menghela nafasnya saat mengingat kejadian-kejadian mengerikan itu.


Tak berselang lama, sebuah dress pun telah ia pilih. Dress pemberian Yohan waktu itu, sebelum ia memakainya, ia sempat menatap luka di bagian perutnya, diusapnya sebentar luka goresan yang tertuliskan nama Yohan itu, lalu ia tersenyum. Ini mungkin bukti kalau aku hanya miliknya, begitukah?


Tak mau berlama-lama larut dalam pikiran itu, Eleeya pun telah siap dengan balutan dress kasualnya, rambut coklat panjang itu tergerai bebas. Ketika dia hendak menyisir rambutnya, Yohan pun masuk ke bilik kamarnya. Ah, dia sudah siap ternyata. Yohan terlihat sangat tampan dengan kemeja polos lengan panjang bewarna putih dan celana jeansnya.


"Biar aku yang menyisir rambutmu!" ujarnya merebut sisir itu dari tangan Eleeya. Ia mulai menyisir rambut bergelombang milik gadis itu, sementara gadis itu malah menunduk karena tak dapat menahan perasaan malu. Mungkin wajahnya sekarang sudah memerah seperti tomat karenanya.


"Nah, sekarang sudah selesai!"


"..."


"Haruskah kita pergi sekarang El?"


"Ah, tentu."


...****************...


Namun, dia juga bisa jadi yang terburuk! Aku jadi penasaran yang mana dia yang asli. Apa ini karena dia sudah jatuh cinta padaku? Tapi, ketika aku bertanya tentang itu dia terlihat sangat tidak suka. Eleeya sibuk berkutat dalam pikirannya, perubahan demi perubahan sikap Yohan itu sungguh tak bisa di tebak. Apa itu Bipolar Disorder.


Lagipula, mana mungkin dia jatuh cinta padaku, tapi dia sudah menjamah tubuhku. Ah, aku hampir lupa bukankah paman dan Leo juga begitu?


Semua pertanyaan-pertanyaan itu terus saja memenuhi otak Eleeya, hingga tak terasa mereka sudah tiba di taman hiburan yang diinginkan oleh Eleeya.


"Kita sampai. Ayo El!" ujar Yohan sambil mengulurkan tangannya ke Eleeya.


Benar juga, untuk apa aku pikirkan semua itu.


Lagipula aku harus menikmati setiap momen indah seperti dihadapanku ini kan? pikir Eleeya. Gadis itu pun tersenyum dan meraih uluran tangan itu.


...****************...


Sebuah mobil memarkir di halaman rumah seseorang, anehnya tak seperti perkiraan yang punya mobil tersebut, rumah yang hendak mereka kunjungi itu kini ramai di penuhi orang berpakaian hitam lalu lalang.


"Kau yakin ini rumah lnya Rui?"


"Iya, aku yakin ini rumahnya."


Si pemilik mobil yang tak lain adalah Rui pun keluar dari mobilnya bersama rekannya, Alana. Mereka pun masuk kedalam rumah itu, terlihat disana ada sebuah peti mati dengan banyak karangan bunga dan sebuah foto di atas lnya. Itu paman Eleeya! Apakah Eleeya bahkan tahu kalau pamannya meninggal? gumam Rui dalam hati.


"Ah permisi, bisakah kami menemui Leo?" ujar Rui pada seseorang disana.

__ADS_1


Terlihat orang itu mengiyakan, dia menyuruh Rui dan Alana menunggu sementara ia mencari Leo. Tak lama kemudian, seorang pria dengan rambut agak kemerahan pun muncul menghampiri Rui dan Alana.


"Ada apa mencariku?" ujar pria yang tak lain adalah Leo.


Rui mengulurkan tangannya mengajak Leo untuk berkenalan, beruntung Leo langsung menjabat tangan Rui sehingga Rui tak perlu waktu lama memperkenalkan diri.


"Selamat siang Pak Leo, kami dari kepolisian!" ujar Rui sambil menunjukan identitas dirinya kepada Leo.


"Dan dia adalah rekanku. Apakah kami bisa meminta waktu anda sebentar?"


"..."


Leo terlihat agak begitu tak suka dengan kedatangan Rui dan Alana, namun akhirnya pria itu menganggukan kepalanya dan menyuruh mereka berdua untuk ke dalam.


"Ada keperluan apa kalian kemari?" tanya Leo.


Rui mengeluarkan sebuah foto lalu menunjukkannya pada Leo.


"Apa kau kenal dengan orang ini?"


Leo menatap foto itu lalu memandang ke arah Rui. "Iya, aku mengenal nya," ujar Leo ketus.


"Kami ingin bertanya sedikit mengenai orang ini pada anda, bila anda tidak kebe-"


"Pak, apakah kau tau kalau kami sedang berduka?"


Rui belum menyelesaikan kata-katanya, namun Leo langsung mematahkan perkataan Rui. Itu membuat Rui sedikit kesal, tapi dia berusaha untuk menahannya.


"..."


"Ah, maafkan kami! Mungkin waktunya tidak tepat, tapi apakah boleh kami bertanya sedikit saja karena ini penting."


Alana mencoba membujuk Leo karena dia tau Rui sudah pasti kesal dengan pria di hadapan nya ini.


"Hah, aku mengerti ini tentang pekerjaan kalian tapi tidak kah kalian sedikit berperasaan? Kami disini sedang berduka, ayahku baru saja meninggal, tidak kah kalian tau itu? Ayahku mengalami kecelakaan tadi malam, jadi kalian harusnya tau bagaimana perasaanku, bukan?" ujar Leo panjang lebar.


Alana dan Rui saling memandang satu sama lain. "Maafkan kami tuan Leo, kami datang di saat yang sangat tidak tepat. Mungkin kami akan datang di lain waktu," ujar Rui yang akhirnya memilih mengalah.


"Iya, maaf telah menganggu waktu anda yang berharga, kami turut berduka atas apa yang terjadi pada ayahmu," ujar Alana menimpahkan.


"..."


Leo tidak menjawab malah terang-terangan memberi tatapan tak suka pada mereka berdua.


"Ah, Eleeya..." Tanya Rui ragu-ragu.


Seketika Leo menatap tajam ke arah Rui karena nya. "Eleeya? Kau tau perempuan itu?"


"..."


"Oh aku ingat, kau temannya bukan? Dia tidak disini! ****** kecil itu.. Awas saja kalau dia bertemu denganku, akan kuhabisi pelacur tak tau malu itu." Leo mengoceh dengan mengutuk Eleeya. Hal itu membuat darah Rui mendidih, ingin rasanya ia meninju wajah bajingan Leo, namun hal itu di cegah oleh Alana. Alana menarik tangan Rui untuk pergi menjauh dari rumah itu agar masalah tak menjadi tambah runyam. Pada akhirnya mereka tak mendapat informasi apapun dan pergi dari sana.

__ADS_1


Readers yang tercinta, gimana kalau si Leo itu ngata-ngatain Eleeya di depannya Yohan? Kira-kira dia diem aja kek sih Rui atau gimana ya? Pls dong komen di bawah ya, referensi nih 😍🥰😘


__ADS_2