Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 23 : Cemburu


__ADS_3

"Dia kan..." ucap Rui ketika memandangi sosok wanita di samping Yohan lewat CCTV.


"Dia siapa?" tanya Alana penasaran.


Postur tubuh dan rambut nya sangat mirip dengan Eleeya, tapi wajah nya tidak kelihatan, dia terus menunduk, apa tidak ada CCTV yang bisa menyorot wajah nya, pikir Rui.


"Bisa kau putar semua rekaman pada CCTV yang berada di sana" ujar Rui pada seorang petugas itu.


Sang petugas pun langsung melaksanakan permintaan Rui, semua CCTV di tempat kejadian di putar, namun tetap wajah si wanita itu tidak terlihat jelas.


Rui melipat tangan nya dan menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya kasar, Alana hanya menatap rekan kerja nya itu dengan tatapan bingung.


"Kenapa?Ada yang kau kenali di antara mereka?" tanya Alana lagi.


"Ah ya,aku tau anak ini" ujar Yohan menunjuk pria yang berada di layar CCTV itu.


"Pria yang sedang berbicara dengan Cedric itu?" tanya Alana memastikan.


Rui mengangguk pelan, namun rasa penasaran nya kepada wanita itu masih mengelilingi kepala nya, semua nya terlihat mirip, tetapi Eleeya yang ia kenal tak pernah berdandan seperti itu,apalagi sampai memakai tongkat kruk begitu.


Hah,apa ia hanya berhalusinasi karena selama ini memikirkan keberadaan nya.


"Pak,bisakah anda memperlihatkan rekaman CCTV pada area parkir?" pinta Rui.


"Maaf pak, pada tanggal tersebut semua CCTV di area parkiran mall sedang dalam masa perbaikan, tapi saya bisa memutar rekaman nya pada saat perbaikan nya selesai" ujar petugas itu sambil memutar rekaman CCTV di area parkir.


Tidak ada apapun yang mencurigakan, semua nya tampak normal-normal saja disana.


Investigasi mereka hari ini juga tak membuahkan hasil apapun, tapi Rui ingat kalau Cedric terlihat sedang berargumen dengan pria itu,Yohan.


Mungkin aku harus menemui nya untuk bertanya, anak itu juga kelihatan nya bisa di ajak bicara, pikir Rui saat itu.


Rui dan Alana terlihat sedang duduk di kursi yang tersedia di mall itu,sambil meminum minuman kaleng di tangan mereka masing-masing.


"Ah,aku kesana sebentar,tunggu disini" ujar Alana yang bergegas meninggalkan Rui sendirian.


"Hah,andai saja aku bisa menemui orang yang melihat kejadian langsung yang terjadi antara Yohan dan Rui tempo hari" ujar Rui bergumam sendiri sambil menghela nafas panjang.


*


Yohan memarkirkan mobil nya di depan sebuah restoran,ini adalah waktu janji nya bersama teman-teman nya.


"Ayo masuk" ajak Yohan.


Eleeya menganggukan kepala nya, lalu ia membuka sabuk pengaman nya dan keluar dari mobil itu, ia berjalan setelah Yohan, mengikuti pria itu dari belakang.


"Oi Yohan, disini" teriak salah satu pria sambil melambaikan tangan nya.


Eleeya merasa tidak enak, dia tidak pernah berada di situasi seperti ini, di lirik nya kedepan, ada beberapa orang yang sudah menunggu Yohan disana, tak hanya pria-pria tetapi wanita pun juga ada disana.


Eleeya berjalan dengan menundukan wajah nya, terlihat para wanita disana menatap nya dengan tatapan tak suka.


Eleeya sudah kebal dengan tatapan seperti itu, karena dulu tatapan seperti itu lah yang selalu menemani hari-hari nya.


"Woah dude, siapa dia?"

__ADS_1


Yohan hanya tersenyum simpul sambil melirik ke arah Eleeya yang masih tertunduk.


"Ah, dia sepupuku"


"Sepupu?Kau tak pernah memberi tahu kami kalau kau punya sepupu yang sangat cantik dude"


"..."


"Siapa namanya?"


"El,perkenalkan namamu" ujar Yohan.


Eleeya tampak kikuk,lalu ia pun tersenyum canggung dan memperkenalkan diri.


"Eleeya" ujar nya lembut.


Terlihat teman wanita Yohan menatap Eleeya seakan-akan ingin menelan hidup-hidup dirinya.


"Dia ini sangat pemalu, kuharap kalian mermperlakukan nya dengan baik dan jangan menatap nya seperti itu, aku tidak mau dia jadi takut pada kalian" ujar Yohan sambil tersenyum manis di hadapan para gadis yang menatap tajam Eleeya.


Para gadis itu pun tertegun dan merasa tak enak hati, mereka pun lalu tersenyum dan memperkenalkan diri mereka bergantian kepada Eleeya.


Eleeya melirik ke arah Yohan, pria ini memang berbeda, situasi yang tidak diinginkan oleh Eleeya kini telah berubah karena nya, Eleeya diam-diam tersenyum karena dia memiliki orang yang memahami nya sekarang.


"El, makan lah jangan sungkan" ujar Yohan pada Eleeya dan di balas dengan anggukan Eleeya.


Walau pun situasi nya jadi lebih baik daripada pertama kali dia datang, tapi ini masih terasa canggung.


Hingga seorang gadis duduk diantara Eleeya dan Yohan hanya karena dia ingin mendekati Yohan, hal itu membuat Eleeya menggeserkan tubuhnya.


Eleeya melirik kesamping nya, betapa memalukan nya perbuatan yang dilakukan gadis itu, menggoda Yohan dengan sangat terang-terangan.


"..."


Yohan melirik gadis yang tengah menahan kecemburuan nya, seketika ia menyeringai melihat ekspresi kesal pada wajah nya,namun itu tak membuat Yohan menghentikan wanita yang sedang menggoda nya itu, dia malah membiarkan nya.


Setelah acara makan-makan selesai, mereka pun melanjutkan nya dengan minum alkohol.


Suasana jadi agak berisik karena mereka sudah setengah mabuk.


"Eleeya,namamu sangat cantik sama seperti orangnya, apakah kau sudah punya pacar? ujar seorang pria yang sudah setengah mabuk itu.


Eleeya terkejut karena ini pertama kali nya ada seorang pria menanyakan pacar pada nya.


"Ahh"


Eleeya terlihat bingung, tak tau harus menjawab apa pada pria yang setengah mabuk itu.


"Sejujur nya kau tipeku, mau kencan denganku?"


Kali ini perkataan pria itu membuat wajah Eleeya memerah, bukan karena ia menyukai nya,hanya saja ia terlalu malu dengan situasi seperti itu apalagi perkataan pria yang bahkan tidak dikenal nya itu tiba-tiba sekali.


"...Apa?" ucap Eleeya


Yohan hanya memandangi Eleeya dengan tatapan nya yang datar dan dingin, ekspresi nya mengambarkan kalau dia sedang cemburu, namun ia tak menghentikan teman nya menggoda Eleeya, dia hanya menatap tajam kearah Eleeya untuk melihat ekspresi gadis itu.

__ADS_1


Lalu, tiba-tiba pria itu memegang tangan Eleeya dan itu membuat Eleeya takut.


Dan pada saat itu lah Yohan langsung berdiri dan menarik Eleeya.


"Ah,seperti nya kami harus pulang,ini sudah larut, aku juga harus mengantar nya pulang kerumah" ujar Yohan berdalih.


"Kau sudah ingin pulang,cepat sekali,padahal kita akan karouke setelah ini berakhir" ujar wanita yang tadi menggoda Yohan.


Yohan tersenyum kepada wanita itu.


"Seperti nya hari ini kalian akan bersenang-senang tanpa aku" jawab Yohan.


Terlihat wanita itu mendengus kesal lalu ia pun kembali melirik Eleeya, Eleeya yang tau sedang di tatap tajam oleh wanita itu hanya menundukan wajah nya.


Lalu, mereka pun keluar dari restoran itu.Yohan menarik kasar lengan Eleeya, memasukan nya ke dalam mobil dan memacu mobil nya dengan cepat agar bisa cepat pula sampai dirumah.


Eleeya tak berani menatap Yohan karena dia tau mood pria itu tidak sedang dalam keadaan baik sekarang.


Eleeya bertanya-tanya kesalahan apa yang ia perbuat sampai mengubah mood Yohan menjadi seperti ini.


Jantung Eleeya berdetak kencang, ia takut apa yang akan terjadi nanti nya, saking takut nya dengan aura yang dikeluarkan Yohan pada saat itu, Eleeya ingin keluar dari mobil itu dan pergi menjauh dari Yohan.


Yohan tak berkata apapun di sepanjang jalan nya hingga akhirnya mereka tiba di rumah, dengan sangat kasar Yohan membuka pintu mobil nya dan menarik lengan Eleeya hingga Eleeya meringis kesakitan, tak hanya sampai disitu, tepat di depan pintu rumah, Yohan menampar pipi gadis itu dengan sangat keras hingga Eleeya tersungkur ke bawah.


Eleeya memegang pipi nya yang memerah, darah keluar dari sudut bibirnya, air mata mengalir dari kedua pelupuk mata nya, tangis nya pecah walau tak mengeluarkan suara, bahkan belum sempat mereka masuk ke dalam rumah dia sudah mendapat tamparan yang membuat nya kesakitan.


Tatapan Yohan kini sangat menakutkan, membuat gadis itu tak berani mendongakan wajah nya.


"Apa yang kau tangisi?" tanya Yohan dingin.


Tubuh Eleeya bergetar,pertanyaan Yohan yang dilontarkan dengan suara nya yang berat itu membuat Eleeya merinding.


Situasi ini sangat tidak bagus, kalau dia terus saja begini, bisa-bisa aku akan mati,pikir Eleeya.


Yohan berjalan mendekat ke arah Eleeya hendak menarik kembali lengan gadis itu, namun gadis yang sangat ketakutan itu mencoba menjauhkan tubuh nya dari pria yang sedang kehilangan akal itu.


"Ada apa El?"


"..."


"Bukan kah kau senang bila lenganmu di sentuh, kau tadi juga menikmati nya ketika si pencundang itu menyentuh tanganmu"


Apa yang coba dia bicarakan?


Aku sama sekali tak berpikir bahwa aku menikmatinya, dia salah paham, gumam Eleeya dalam hatinya.


"I-itu tidak benar, aku sama sekali tak menikmati hal itu" ujar Eleeya bersamaan dengan isak tangis nya.


"Tidak benar?Jadi kau pikir aku telah salah paham?"


Yohan berjongkok lalu menarik rambut Eleeya sambil menyeringai di depan gadis itu.


"Kau terlihat menyedihkan" ujar nya lagi.


"Tolong..lepaskan...aku" pinta Eleeya.

__ADS_1


"..."


Terlihat Yohan hanya menatap gadis itu, lalu ia pun berdiri,membuka pintu rumah nya dan menyeret gadis itu masuk kedalam rumah nya.


__ADS_2