Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 37 : Terlibat perkelahian


__ADS_3

Eleeya hanya diam menatap wajah pria itu dengan sorotan mata yang takut.


Jika ia melangkahkan kakinya untuk kabur ketika keluar dari mobil ini,itu hanya akan menambah masalah baru baginya.


Dengan berat hati,Eleeya keluar dari mobil itu dan mengikuti apa yang pria itu suruh, ia berjalan sesuai instruksi dari pria yang tengah berada di belakang nya itu.


Aku akan dibawa nya kemana?gumam Eleeya sembari melirik kekanan kekirinya.


Mereka kini telah memasuki gedung Departemen Kepolisian itu, berjalan melewati banyaknya orang dan masuk kesebuah ruangan yang dimana didalam nya sudah ada beberapa orang.


"Nah nona,silahkan duduk disana" ujar pria itu.


Eleeya yang terlihat bingung itu pun melangkahkan kaki nya perlahan menuju tempat yang sudah pria itu tunjuk untuk Eleeya duduk.


"Dimana Yohan?" tanya Eleeya


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu hanya saling menatap satu sama lain.


"Kau akan bertemu dengan nya sebentar lagi" ujar salah satu orang disana.


Pria yang membawanya kesini itu terlihat mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang.


Karena jaraknya cukup jauh,Eleeya jadi tak bisa mendengar apa yang ia bicarakan lewat ponsel nya itu, yang dia tahu hanyalah pria itu selalu meliriknya ketika sedang berbicara lewat telepon nya itu.


Aku rasa situasi ini sangat aneh,perasaanku tidak enak,apa mereka semua sedang menjebakku?Seharusnya aku mendengarkan perkataan Yohan untuk tetap berada didalam rumah hingga ia kembali,tetapi tanda pengenal itu benar milik Yohan,aku harus bagaimana?gumam Eleeya.


Eleeya menggigit bibir bawahnya sambil menundukan kepala nya,dia sangat gelisah dan juga takut,apalagi semua orang yang berada di ruangan itu menatap nya dengan tatapan curiga dan menusuk.


Tiba-tiba pintu ruangan itu pun terbuka,gadis cantik pun memasuki ruangan itu dan mendekat kearah Eleeya.Gadis itu tak lain adalah Alana,dia menatap gadis yang tengah duduk itu dari atas hingga kebawah,lalu ia pun menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan Eleeya.


"Nona,tolong lihat kesini" ujar Alana.


"..."


Dengan perlahan Eleeya mendongakan wajahnya menatap si asal suara yang sedang berbicara padanya.


Sorot matanya yang berkaca-mata menatap Alana itu seakan berkata "Aku hanya ingin pergi dari sini",begitu lah yang terlihat.


"..."


Jadi inilah Eleeya yang seringkali diceritakan oleh Rui,wajar saja kalau Rui menyukai gadis ini,dia cantik,gumam Alana dalam pikiran nya.


Lalu Alana pun melirik kebawah tepat di kaki Eleeya.


Ada apa dengan kakinya?Kedua pergelangan kakinya dililit oleh perban,banyak bekas luka yang terlihat di sekitar tangan nya walaupun itu hampir hilang.


Apa benar dugaan Rui selama ini?


Kuharap itu benar,karena aku beserta semua yang ada diruangan ini telah mengambil resiko untuk membantunya,gumam Alana dalam hati.

__ADS_1


Sekitar dua jam yang lalu diruangan yang sama*


"Apa maksudmu?Kau yakin kau telah menemukan pelakunya?" ujar salah seorang pria.


"Rui,ini bukanlah sebuah permainan,kau tahu itu bukan,jika kau salah maka kita semua akan dapat imbasnya" ujar pria yang satunya lagi.


"Tolong percaya lah padaku,aku sangat yakin,kita harus segera menangkap nya,sekarang saja dia sudah menyekap seseorang dirumahnya" jelas Rui dengan sangat yakin.


Orang-orang yang berada di ruangan itu pun hanya diam dan saling memandang satu sama lain.


"Tolonglah,lakukan saja seperti apa yang sudah kubilang,seseorang itu harus diselamatkan" ucap nya lagi.


Terlihat seorang pria disana itu menghela nafasnya dan menepuk bahu Rui yang sedang menggebu-gebu itu.


"Baiklah,untuk kali ini kami akan mencoba mempercayaimu,akan kami lakukan seperti yang kau bilang tadi"


"Aku akan menelponmu jika telah berhasil membawa orang itu kesini"


Rui menganggukan kepala nya, lalu kedua pria itu pun pergi dari ruangan itu meninggalkan Rui dan Alana.


"Sebelum kita melakukan hal ini,aku harus tau terlebih dahulu,kenapa kau begitu yakin bahwa orang itu adalah pelakunya" tanya Alana dengan tatapan mengintimidasi.


"Kau bisa membaca semua berkas yang ada di mejaku,semua nya sudah kurangkum disana" ujar Rui.


"Lalu,seseorang yang kau maksud itu apa kau memang sudah memastikannya?" ujar Alana sambil membuka berkas-berkas itu satu persatu.


"Gadis itu?" tanya Alana memastikan.


Rui hanya menatap Alana,seakan tatapan nya itu adalah sebuah jawaban dari pertanyaan Alana,dan sontak itu membuat Alana sedikit kaget.


"Rui,bukan nya aku meragukanmu,tapi kuharap kau tak mengecewakan kami yang sudah mempercayaimu, hal ini bukan lah suatu hal yang bisa kau anggap enteng, jika salah sedikit saja,maka reputasi kita akan hancur,kuharap kau melakukan nya dengan baik" ujar Alana.


Rui menghela nafasnya,dia mengerti akan perkataan Alana yang mengartikan bahwa hal yang sedang mereka jalankan ini cukup berisiko, kalau Rui melakukan itu semata-mata hanya karena Eleeya,maka itu tidaklah profesional dan semua orang lah yang harus menanggung resikonya bila ternyata dugaan Rui salah.


"Aku mengerti" ujar Rui.


Alana menepuk-nepuk pundak rekan nya itu dan di balas dengan sebuah senyuman oleh sang rekan.


"Aku harus pergi ketempat itu sesuai rencana" ujar Rui dan di balas dengan anggukan oleh Alana.


Yang terjadi sekarang*


Yohan memarkirkan mobilnya di halaman rumah.


Perlahan ia membuka pintu rumah nya dan melangkahkan kakinya untuk masuk.


"Akhirnya kau pulang"


Yohan menolehkan pandangan nya kepada seseorang yang berbicara dengan nya.

__ADS_1


"Kenapa anda bisa berada di dalam rumahku?" ujar Yohan dengan suaranya yang berat.


Terlihat Yohan melirikan matanya,seakan sedang mencari sesuatu.


"Apa kau sedang mencari seseorang?Sayangnya dia sudah tidak ada disini"ujar Rui sambil terkekeh.


"..."


Perkataan nya itu sukses membuat seseorang dihadapan nya itu naik pitam sehingga tatapan nya yang seakan ingin membunuh itu diarahkan nya kearah Rui, membuat Rui sedikit goyah.


"Pak,apa yang sudah kau lakukan terhadap pacarku?" ucap Yohan dingin.


"Hah,pacar katamu?Hentikanlah omong kosong itu,mana mungkin aku membiarkan Eleeya tinggal bersama pembunuh macam kau" teriak Rui.


"Pembunuh?Aku tidak mengerti apa yang kau katakan,siapa yang kau anggap sebagai pembunuh?" jawab Yohan dengan tatapan nya yang datar dan menakutkan.


"Silahkan kau katakan hal itu di kantor polisi,kuharap kau kooperatif Tuan Ronstar" ujar Rui yang siap memborgol Yohan.


Namun Yohan yang enggan ikut dengan nya itu malah menyerang Rui dan membuat mereka terlibat suatu perkelahian.


Mereka berkelahi dan saling memukul satu sama lain,membuat darah keluar dari hidung dan bibir masing-masing.


Tapi tidak hanya sampai disana,Yohan meraih sebuah pisau lipat di sakunya dan mencoba menusuk Rui dengan itu,namun berhasil ditahan oleh Rui walaupun tangan nya harus berdarah karena nya.


Dia sudah gila,dia benar-benar ingin menghabisiku,pikir Rui.


Telapak tangan Rui pun terluka dan mengeluarkan banyak darah akibat menahan pisau itu,untung nya ia berhasil menangkis tangan Yohan dan membuat pisau nya terpental agak jauh.


Namun, ketika tahu pisaunya terpental jauh,Yohan kemudian mengambil sebuah gunting yang berada di dekatnya dan berniat menghujamkan nya ke dada Rui.


Rui mendelik ketika melihat Yohan yang berusaha menikam nya,sekuat tenaga ia menahan tangan Yohan yang ingin menusukan gunting itu kedada nya.


Sial,kenapa bajingan gila ini sangat kuat,gumam Rui yang sudah kewalahan menghadapi Yohan.


Terlihat Yohan menyeringai ketika gunting itu hampir menyentuh dada Rui.


Namun,dengan sisa-sisa tenaga nya Rui mengambil sebuah Taser Gun di dalam saku celana nya dan menempelkan nya kepada Yohan,membuat Yohan mengejang dan kemudian ia pingsan karena sengatan listrik dari Taser Gun itu.


Yohan jatuh terkapar setelah menerima sengatan listrik dan pingsan.


Rui menghela nafas lega ketika tahu bahwa psikopat gila yang sedang ia lawan kini sudah tak sadarkan diri.


Ia mengatur nafasnya,karena belum lama ini dia sedang mati-matian melawan seseorang yang lebih kuat darinya,terlebih lagi orang itu sinting.


Rui segera memborgol kedua lengan Yohan dan membawanya ke kantor untuk melakukan penyelidikan.


Rui melirik Yohan yang masih tak sadarkan diri di kursi belakang dengan kedua tangan yang diborgol melalui kaca.


"Kau akan membusuk di penjara Tuan Ronstar" gumam Rui.

__ADS_1


__ADS_2