Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 50: Kesalahpahaman


__ADS_3

Eleeya membuka matanya perlahan,penglihatan nya masih samar-samar,mungkin itu karena dia masih merasa ngantuk.


"Ahh" pekik nya pelan.


Rasa nyeri di bagian bawahnya terasa ketika dia hendak bergerak membetulkan posisinya.


Dia jadi teringat akan malam panas yang dia dan Yohan lalui semalaman,membuatnya lelah namun juga menyenangkan.


Netra coklat nya melirik samping kanan nya, terlihat pria tampan yang masih tertidur sangat pulas, wajahnya sangat polos ketika ia sedang tertidur.


Ia menggerakan tangan nya pelan,berniat membelai wajah pria yang kini menyandang status sebagai pacarnya itu.


Namun, baru saja tangan itu hendak menyentuh wajahnya, si pemilik wajah tampan itu dengan cepat langsung menarik tubuh mungil gadis itu kedalam dekapannya.


Dengan mata yang masih terpejam,ia memeluk erat gadis itu membuat si gadis hanya diam tersipu malu dengan rona merah di pipinya.


"Ini masih pagi,tidurlah lagi" ujar Yohan pelan.


"Aku tidak bisa tidur jika kau memelukku sangat erat begini"


Dengan demikian,mata Yohan pun terbuka karena nya, ia menatap gadis itu lekat lalu tertawa tak lama setelahnya.


"Pft,kenapa?Bukankah ini sesuatu yang romantis" ujar Yohan sembari lebih mengeratkan pelukan nya.


"Tidak, ini membuatku sulit bernafas" ujar Eleeya dengan suaranya yang parau akibat ulah Yohan padanya.


Melihat gadisnya kesusahan karena ulahnya, ia pun melonggarkan pelukan nya.


Ia mengecup puncak kepala Eleeya beberapa kali,seakan sedang mengekspresikan betapa banyaknya ia menyayangi gadis itu.


"Hei,kau harus berjanji bahwa kau hanya akan melakukan hal ini denganku" ujar Eleeya.


"...Huh?Kau pikir sekarang aku melakukan apa El?Tentu hanya kau satu-satunya" jawab Yohan dengan tersenyum, membuat Eleeya tak berani menatap wajahnya karena malu.


Waktu memang berjalan begitu cepat, setelah semua yang terjadi pada akhirnya mereka mendapatkan akhir yang bahagia,setidaknya begitu lah yang dipikirkan oleh Eleeya.


Dia mendapatkan kebahagiaan setelah sekian lama hidup dalam keterpurukan, dan begitu pun dengan Yohan,akhirnya pertemuan nya dengan Eleeya memberinya banyak hal,serta perubahan yang sangat besar pada dirinya,dia yang dulu sangat membenci kata "Cinta" kini menjadi seolah-olah dia terbutakan karena nya.


"Hari ini aku ada kelas tambahan, jadi kemungkinan aku akan pulang telat, kau jangan terlalu menungguku" ujar Yohan yang tengah bersiap akan pergi kekampusnya.


"Oh baiklah" jawab Eleeya menganggukan kepalanya.


"Uhm..Kalau kau bosan dirumah,kau boleh keluar atau jalan-jalan"


"...Huh?Apa tidak apa-apa seperti itu?" tanya Eleeya yang tampak kebingungan.


"Ya,kau boleh lakukan apapun yang kau mau,dan ingat..."


"Jangan sampai membuatmu marah,karena itu sangat menyebalkan,aku mengingat hal itu" ujar Eleeya memotong perkataan Yohan.


"PFT!HAHAHA" ujar Yohan melontarkan tawanya sangat keras,membuat Eleeya memiringkan kepalanya dengan ekspresi yang seakan bertanya "Apa yang lucu?"


"Aku baru sadar bahwa aku selalu melontarkan kalimat-kalimat yang mengerikan padamu ya?"


"...Huh?T-tidak kok"


"Aku tadi mau bilang,bahwa kau harus ingat untuk selalu berhati-hati"


"Ah begitu rupanya" Eleeya menundukan kepalanya karena merasa bersalah telah mengatakan hal yang salah.


Yohan hanya tersenyum simpul menanggapi reaksi Eleeya,tak lama setelahnya ia pun melenggang pergi,memacu jauh mobil sedan putih nya.


Dia membolehkan aku untuk melakukan apapun yang kuinginkan?


Tapi,yang aku inginkan itu hanya dia,gumam Eleeya.


"Oh aku tau,aku akan memberi dia sesuatu sebagai hadiah" ucap Eleeya tiba-tiba dengan raut wajah yang begitu bersemangat.

__ADS_1


Ia berlari kecil kearah kamarnya,mengambil sebuah jaket tebal yang tergantung disana,dan dengan cepat ia melangkahkan kakinya pergi ke sebuah toko aksesoris, ia menoleh kekanan dan kekiri,mencari barang apa yang kira-kira akan disukai oleh Yohan.


Setelah sekian lama berkeliling,akhirnya pandangan nya terhenti pada sebuah gelang couple yang sangat cantik.


Ia memandang gelang itu sangat lama dengan wajah yang berseri-seri,seraya mengkhayal bagaimana manisnya Yohan ketika mengenakan gelang ini.


"Aku mau yang ini" ujar Eleeya pada kasir disana.


"Totalnya 14 dollar"


Wah,untuk ukuran gelang semacam ini harga nya lumayan mahal,apa uangku cukup?gumam Eleeya.


Eleeya mengeluarkan sejumlah uang dan menghitungnya.


"Oh uangku kurang" ujar Eleeya dengan ekspresi yang tampak sangat kecewa.


Aku hanya ada 10 dollar,padahal gelang itu adalah hadiah yang pas untuknya, ini memalukan sekali, aku jadi ingin menangis sekarang,gumam nya lagi.


"Maafkan aku,aku akan kembali kalau uangku sudah cukup" ujar Eleeya seraya membalikan badan nya dengan raut wajah sedih.


"Ah nona, kemarilah kami akan memberikan diskon untuk gelang ini" ujar sang pegawai toko yang tak tega melihat raut wajah sedih Eleeya saat itu.


"Benarkah?"


Eleeya berlari kecil,kembali kearah kasir dengan sangat bersemangat.


"Ini gelangmu, apa ini hadiah untuk pacarmu Nona?"


"I-iya" jawab Eleeya tersipu malu.


"Sebagai bonus tambahan,kami akan memberikanmu kotak ini" ujar sang pegawai toko memberikan sebuah kotak kecil dengan desain yang sangat cantik.


Mata Eleeya berbinar ketika menerimanya, setelah mendapatkan diskon,dia bahkan mendapat kotak juga,apalagi bentuknya sangat cantik.


Beruntung sekali aku hari ini,ini berarti tuhan pun merestui hubungan kami,buktinya semua nya terasa dipermudah,gumam Eleeya dalam hatinya.


"Ah pisau ini?" gumam Eleeya ketika menemukan sebuah pisau di laci lemari kamarnya.


Eleeya jadi teringat,dulu ia sempat berpikir akan menghabisi Yohan dengan mengunakan pisau ini, saat itu dia sangat merasa tertekan hingga tak tau lagi harus melakukan apa (lihat chp.26).


Ia pun tersenyum simpul dan menggeleng-gelengkan kepalanya,lalu ditutupnya kembali laci itu.


Ia pun menarik laci yang lain lalu menaruh kotak yang berisi gelang itu disana.


"Hah,dia pasti senang" gumam Eleeya sambil tersenyum.


*


Hari sudah mulai malam,terdengar suara mobil masuk kepekarangan rumah itu, sontak itu membuat Eleeya berlari kecil untuk segera membukakan pintu.


Setelah pintu terbuka,ia langsung menyerang orang yang berada di depan pintu itu dengan sebuah pelukan.


Baru berapa jam ia ditinggal pergi,namun rasanya sudah rindu setengah mati,itu lah yang dirasakan Eleeya.


"Kau membuatku kaget" ujar Yohan terkekeh karena melihat tingkah Eleeya.


"Aku rindu padamu" rengek Eleeya didalam dekapan nya.


"Oke,oke tapi setidaknya biarkan aku masuk dulu"


"Ah kau ingin makan?" tanya Eleeya.


"Aku sudah makan,aku akan mandi sebentar lagi" jawab Yohan sambil membuka kancing kemeja nya dan berlenggang kekamar mandi.


Eleeya duduk dengan tangan yang menopang dagunya, seraya menunggu pria nya kembali.Ia melirik kearah nakasnya.


Dengan perlahan ia pun melangkahkan kakinya dan membuka laci nya dengan perlahan.

__ADS_1


"Hah,aku tak sabar ingin memberikan ini padanya" gumamnya.


"Kau sedang apa?"


Suara berat itu sontak mengagetkan Eleeya,dengan cepat ia menutup kembali laci itu dan berbalik keasal suara,Yohan yang berdiri diambang pintu itu sedang menatap kearah Eleeya dengan tatapan bingung.


"Ah t-tidak ada,oh kenapa kau tak jadi mandi?" ujar Eleeya mengalihkan pembicaraan.


"Aku lupa handuk ku" ujar Yohan melangkahkan kakinya dan duduk di atas kasur.


Eleeya pun mendekati Yohan dan duduk disebelahnya dengan melirik kearah laci sekali-sekali, ia sangat tak sabar untuk memberikan surprice untuk Yohan,dia bahkan sudah berkhayal memakai gelang pasangan itu nantinya, itu menbuatnya tampak sangat bersemangat.


"Kau sepertinya sedang senang" ujar Yohan yang sedari tadi menatap Eleeya karena berpikir sikap nya agak aneh hari ini.


"Ah aku memang selalu senang jika berada di dekatmu" ujar Eleeya sambil melingkarkan tangan nya di pinggang Yohan.


"..."


"Oh,kau seharusnya mandi terlebih dahulu" ujar Eleeya.


"Ah iya,apa kau bisa mengambilkan handuk di belakang untukku?" ujar Yohan dengan tersenyum.


"Baiklah" jawab Eleeya sambil menganggukan kepala nya dan melenggang pergi untuk mengambilkan handuk untuk Yohan.


"..."


Pandangan Yohan yang datar seketika senyumnya menghilang itu membuat suasana menjadi tidak enak,ia melangkahkan kakinya perlahan menuju nakas dan menarik lacinya.


"Huh?"


Matanya mendelik ketika menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut,ia tidak menyangka akan menemukan itu disini.


Dengan perlahan tangan nya menggapainya dan menatapnya.


Sebuah senyuman pun keluar dari bibirnya saat melihat benda itu.


"Yohan,aku tak bisa menemukan handukmu dibelakang" ujar Eleeya yang sudah kembali kekamarnya.


"Aku sudah menemukannya,handuknya ada disini" jawab Yohan menunjukan sebuah handuk dilengan nya.


"Baiklah,sekarang kau harus segera mandi" ujar Eleeya dan diikuti dengan langkah kaki Yohan yang melenggang pergi ke kamar mandi.


SHAAAAA...


Suara air yang keluar dari shower itu memecah keheningan di dalam kamar mandi itu, uap yang ditimbulkan akibat air hangat dari shower itu terbang bebas disana.


Netra hitam itu menatap kedepan dengan tatapan yang datar, air yang membasahi setiap inci tubuhya bahkan tak membuatnya bergeming apalagi berkedip.


"PFT,PWAHAHAHA" Tawanya terdengar beriringan dengan suara air yang mengalir.


"Aku mencintai ayahmu dan juga kau Yohan"


"Nah tancapkan itu disini"


Kalimat dan suara-suara itu menggema di telingaku,aku bahkan ingin muntah ketika mengingat hal itu.


Apa yang kulihat tadi?Itu sungguh mengejutkan,sungguh hebat.


Pada akhirnya ia akan menancapkan benda itu juga di jantungku kan?gumam Yohan dalam hatinya.


"Hah,untuk apa ia menyimpan pisau itu dikamarnya kalau bukan untuk menikamku,dasar sial" racau Yohan, matanya memerah bersamaan dengan air yang mengalir diseluruh wajahnya.


BUKKK!!!


Pukulan keras dan telak didinding kamar mandi itu membuat tetesan-tetesan darah keluar dari sela tangan yang memukulnya.


"HAHAHA,apa yang sebenarnya aku harapkan dari gadis itu,seharusnya aku melenyapkan nya sedari awal" racaunya lagi.

__ADS_1


__ADS_2