Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 31 : Aku jatuh cinta


__ADS_3

Rui yang tersentak ketika mendengar Eleeya meneriaki nama Yohan,terlebih raut wajah Eleeya yang menggambarkan sangat lega ketika melihat orang itu.


Seketika tangan nya yang sedari tadi menahan Eleeya itu terlepas dengan sendirinya.


Pacar katanya?batin Rui.


Eleeya segera berlari kearah Yohan dan disambut dengan pelukan singkat dari Yohan.


Terlihat Yohan menatap lengan gadis itu yang memerah akibat cengkraman Rui.


"Seingatku aku sudah pernah bilang padamu,bahwa aku sangat sensitif jika itu menyangkut tentang pacarku" ujar Yohan menatap dingin ke arah Rui.


Rui yang menyadari bahwa dia telah menyakiti lengan Eleeya pun hanya bisa merasa bersalah,dia masih tak habis pikir,orang ini adalah kekasihnya.


"Pacar katamu?Jangan bicara omong kosong,apa yang kau lakukan pada Eleeya? ujar Rui yang sudah tak bisa menahan emosinya lagi.


"..."


"Eleeya,kenapa kau bisa dengan pria ini?Kemarilah,aku akan mengantarmu pulang" ujar Rui sambil menggoyangkan tangan nya memberi isyarat pada Eleeya untuk kearah nya.


Pulang kata nya?


Pulang kemana yang dia maksud?Oh Kak Rui,apa kau ingin aku kembali ke rumah pamanku yang seperti neraka itu?Kau sudah sinting kak,sampai kapanpun aku tak ingin kembali kesana,batin Eleeya.


"K-kak Rui hentikan,aku hanya akan pulang bersama Yohan" ujar Eleeya yang tengah bersembunyi di balik tubuh Yohan.


Terlihat seringaian kecil muncul dari bibir Yohan,membuat emosi Rui semakin memuncak saat itu.


"Apa maksudmu Eleeya?" tanya Rui yang kebingungan dengan sikap Eleeya.


"Dengar,sejujurnya aku sangat marah saat ini karena kau menganggu pacarku,tapi akan kumaafkan kali ini karena kau teman nya,tapi lebih baik ini yang terakhir kali kau menganggu kami Tuan Lyoudwill" ujar Yohan dengan tatapan nya yang mengerikan.


Rui mendelik dan menelan saliva nya ketika melihat tatapan menusuk dari Yohan.


Tempat itu pun jadi ramai akibat nya,semua orang berbisik dan bergunjing dengan pandangan mereka masing-masing,dan yang pasti mereka semua beranggapan bahwa Rui lah sang penganggu di hubungan Yohan dan Eleeya.


Yohan menggandeng tangan Eleeya,mengajak gadis itu meninggalkan tempat itu secepatnya.


Eleeya menolehkan pandangan nya sebentar ke arah Rui yang sedang kebingungan akan hal yang terjadi,dengan raut wajah sedih nya ia menundukan wajah nya dan pergi dari sana.


Ketika hendak mencapai mobil,Eleeya tersandung sebuah batu dan itu membuatnya jatuh tersungkur.


"Ahhh"


Yohan mengulurkan tangan nya dan membantu Eleeya berdiri,ditepuk-tepuknya pakaian Eleeya agar debu dan tanahnya menghilang.


"Kau harus hati-hati,apa karena pakaian ini bukan milikmu?" ujar Yohan.


Eleeya menggeleng-gelengkan kepala nya, berniat menjelaskan kalau itu tidaklah seperti yang Yohan pikirkan.


Diperjalanan,Eleeya hanya menatap keluar jendela.


Yohan hanya menatap gadisnya itu dengan tatapan yang datar,seperti biasa nya.


"Kau sedang memikirkan nya?" ujar Yohan yang membuyarkan pikiran Eleeya.


"Tidak,aku hanya mengantuk" ujar Eleeya menundukan wajah nya karena takut pada Yohan.


Dia akan marah,dia akan marah,batin Eleeya.


"Eh?"


Eleeya merasakan sentuhan yang hangat di atas kepala nya.

__ADS_1


Dengan lembut,Yohan mengusap kepala gadis itu.


"Kau boleh tidur,kalau sudah sampai akan aku bangunkan" ujar Yohan.


Dia tidak marah padaku?Dia bahkan berusaha menenangkan aku, ujar Eleeya dalam hatinya.


Eleeya kemudian menyandarkan kepala nya,ia masih terpikir,bagaimana jadinya kalau tadi ia ikut dengan Rui,apa Yohan akan datang lalu membunuhnya?


Tapi,entah mengapa rasa nya Eleeya sudah sangat nyaman berada di samping Yohan sekarang,walaupun dia tak tahu bagaimana perasaan nya terhadap gadis itu.


Flashback on***


Eleeya POV***


Saat aku berumur lima tahun,aku sering diajak ke taman oleh ibuku,dan disitu lah tempat aku pertama kali bertemu dengan Kak Rui.


Kak Rui yang lima tahun lebih tua dariku itu selalu mengajakku bermain.


"Aku menyukaimu karena kau anak yang ceria"


Itulah kalimat yang pernah dikatakan nya.


Aku sangat senang saat itu karena mendapatkan teman pertamaku.Namun aku tak menyangka bahwa aku menjadi anak yatim piatu dengan sangat cepat,bahkan umurku belum mencapai enam tahun.


Aku sedih,apa yang bisa dilakukan anak seusia itu ketika mengetahui orang tua nya telah tewas.


Walaupun nenek ku mengurusku dengan baik tapi hatiku masih terasa kosong.


Untungnya aku masih memiliki Kak Rui saat itu,walau terkadang aku merasa sejak saat itu dia selalu menghindariku,aku tetap mengikuti nya.


Semakin berjalan nya waktu, kami pun terus beranjak dewasa,dan karena aku tumbuh di lingkungan toxic, aku jadi banyak pikiran dan membuatku menjadi pemurung dan suram.


Kak Rui itu orang yang baik,dia juga perhatian padaku,walaupun sikap nya itu lebih kearah kasihan padaku.


Dan mungkin karena hanya dia laki-laki yang kutemui,akhirnya perasaanku padanya berubah menjadi suka.


Suatu waktu,aku memberanikan diriku mengungkapkan perasaanku pada nya.


Saat itu kami sedang berjalan-jalan di taman.


"Ah Kak Rui,aku ingin bilang sesuatu padamu" ujarku menundukan wajahku karena malu.


"Iya,bilang apa?"


"S-sepertinya aku,aku menyukaimu kak" ujarku sambil menyembunyikan senyumku.


"..."


Aku menunggu jawaban darinya,tapi dia tak ada respon,hingga aku pun mendongakan wajahku untuk melihat reaksinya.


Senyum merekah yang kukeluarkan untuknya kini menghilang ditelan perasaan aneh dan sedih ketika melihat raut wajah Kak Rui yang kebingungan.


Aku kembali tersadar,keberadaanku memang tidak pernah berarti bagi siapapun,aku salah mengartikan sikap baiknya itu kepadaku,aku salah paham,kupikir dia pasti mempunyai perasaan yang sama denganku,namun aku salah besar.


"Aku senang karena kau mengatakan itu,tapi maaf,aku tak bisa memberikan hal yang lebih daripada teman,kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri" ujar nya dengan tatapan nya yang seakan berkata "Betapa menyedihkan nya gadis ini".


Ah,aku ditolak.


Betapa memalukan nya.


Lalu,suatu hari ketika sedang berjalan sepulang sekolah,aku tak sengaja melihat kak Rui bersama dengan teman-teman kuliah nya, saat itu aku senang karena bertemu dengan nya dan berniat untuk menyapa nya, tapi niat itu kuurungkan ketika kudengar seorang teman nya menyebut namaku.


"Oi Rui,kulihat kau sering sekali bersama dengan seorang anak SMA yang culun dan aneh"

__ADS_1


"Iya,apa dia pacarmu?Haha,seleramu rendah sekali"


Itulah yang teman-teman nya katakan tentangku,aku melihat Kak Rui tak mempersoalkan hal itu,seakan cacian teman nya terhadapku itu bukan lah hal yang penting.


Sejujurnya hatiku sangat sakit saat itu, tapi aku mengkesampingkan hal itu melihat bagaimana Kak Rui masih mau berteman denganku walaupun sering diolok-olok oleh teman nya.


Kami masih berteman dan ketika bertemu pun kami masih seperti biasanya,hanya saja aku yang memendam rasa kecewa terhadap nya itu memutuskan untuk merubah sikap.


Aku tak ingin berpura-pura ceria lagi di depan nya, aku sudah sangat lelah,ditambah penyiksaan yang di lakukan paman dan bibiku juga perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Leo padaku, itu semua menambah depresiku.


Mentalku tidak lah sekuat baja,aku ini sangat rapuh,aku memerlukan seseorang untuk memelukku sekarang.


Aku pernah menceritakan hal itu pada Kak Rui karena dia memaksa,dia itu orang yang cukup peka,dia tau kalau aku habis di pukuli.


Ketika hal itu terjadi,dia akan menghiburku lewat kata-kata nya.


Dia bahkan pernah bilang padaku bahwa akan membawaku pergi dari rumah itu agar aku tak disiksa lagi.


Seharusnya aku tenang karena ada seseorang yang mencoba menghiburku,namun aneh nya hatiku tak merasakan ketenangan dan rasa nyaman sedikitpun.


Aku selalu bertanya-tanya apa yang salah?


Hingga akhirnya semua terjawab.


Hari itu,Kak Rui mengantarku pulang kerumah sehabis dari toko buku.


Namun tiba-tiba,pamanku menghampiriku dengan raut wajah nya yang menyeramkan, ia berkata kasar padaku,meneriakiku karena aku pulang telat,dia bilang aku hanya keluyuran dan melalaikan pekerjaan rumah.


Aku di pukul dan di tendang oleh pamanku,dan kejadian itu terjadi tepat di hadapan Kak Rui.


Aku terus menerus menatap Kak Rui dengan tatapan yang mengartikan "Tolong aku", tapi dia tak berbuat apa-apa, dia hanya menyaksikan aku di pukuli oleh pamanku,dia bagaikan pohon yang bahkan tak bergeming ketika tatapanku mengisyaratkan minta tolong pada nya.


Aku sangat marah pada nya saat itu.


Kenapa dia tidak menolongku dan malah menontonku seakan itu menyenangkan baginya.Tapi kembali aku memikirkan kalau dia adalah temanku,satu-satu nya orang yang mau menjadi temanku.


Hingga akhirnya aku kuliah dan melihat Yohan disana,dia yang selalu dikelilingi anak-anak kampus,wajahnya yang selalu tersenyum ramah itu membuatku jatuh cinta pada nya dan ingin berada disamping nya


Walau pada akhirnya aku tahu sifat Yohan yang sebenar nya,tapi dia bisa membuatku bahagia dengan cara nya sendiri,sikap nya yang selalu menerimaku itu membuat keberadaanku menjadi lebih berarti.


Flashback Off***


Author POV***


Yohan melirik kearah Eleeya yang sudah tertidur pulas,ia menghela nafas nya lalu mengangkat tubuh Eleeya perlahan dan mengeluarkan nya dari mobil.


Ia membuka pintu rumah nya dengan tangan yang masih menopang Eleeya.


Yohan meletakan gadis itu di kasur dengan hati-hati,tak ingin membuat gadisnya terbangun.


Lalu diselimuti nya gadis itu dan diusap nya kembali kepala gadis itu dengan lembut.


Setelah menutup pintu Eleeya,Yohan kembali ke kamarnya, ia melepaskan jaketnya dan berjalan kesudut kamarnya,menaiki tangga kecil yang menuju ke loteng nya.


Sesampainya di loteng kamarnya,ia melangkahkan kakinya perlahan dan duduk bersimpuh di samping sebuah ranjang kecil.


Alas kasur yang berwana putih itu di penuhi dengan debu-debu kasar.


Bila kita melihatnya dari kejauhan,disana akan terlihat seseorang sedang berbaring di kasur kecil itu,namun bila kita mendekat,itu akan terlihat sangat jelas,yang terbaring disana bukanlah orang hidup,melainkan tulang belulang yang tersusun di atas ranjang bagai seseorang tengah berbaring.


Entah sudah berapa lama itu berada di sana,kerangka yang lengkap dimulai dari kepala hingga kakinya,seakan dari awal itu memang lah tubuh manusia.


Yohan kemudian mencium pipi yang sudah menjadi tengkorak itu,dan sambil tersenyum dia berkata.

__ADS_1


"Ibu,aku telah jatuh cinta" gumam nya.


__ADS_2