
I can dim the lights and sing you songs full of sad things 🎵🎵
We can do the tango just for two
I can serenade and gently play on your heart strings 🎵🎵
Be your Valentino just for you 🎵🎵
Alunan lagu dari klub band Queen selalu mengawali pagiku.
Itu lagu favoritku,musiknya yang enak sekali didengar dan liriknya yang terkadang membuatku merinding,karena itu mengisahkan tentang cinta.
Ini sudah memasuki tahun ketiga aku kuliah,rasa nya semua nya sudah baik-baik saja sekarang.
Aku belajar dengan baik dan memiliki hubungan sosial yang baik, bahkan aku menjadi ketua BEM di kampus ini.
Hari itu kelas terakhirku selesai.
Oh,aku ada janji dengan seorang wanita hari ini,gumamku.
Aku harus bergegas,tidak baik membuat wanita terlalu lama menunggu.
Aku melangkahkan kakiku menuju tempat yang telah kusepakati dengan wanita itu untuk bertemu.
Dia wanita yang cantik,tubuhnya bagus,kalau tidak salah nama nya adalah Hailey.
"Yohan,disini" ujar nya sambil melambaikan tangannya kepadaku.
Kami sepakat bertemu diam-diam hari ini,karena dia yang meminta, sejujurnya itu hal yang bagus untuk ku.
Aku berjalan mendekatinya dan tersenyum pada nya,kulihat ia salah tingkah ketika melihat wajahku,lalu dengan genitnya ia langsung menggelayuti lenganku.
Hari itu aku merasa ada seseorang yang mengikutiku,itu terlihat sangat jelas.
Namun aku membiarkan nya saja,toh aku juga ingin lihat sampai dimana dia ingin mengikutiku seperti itu.
Dan ternyata si stalker ini parah juga, ia mengikutiku seharian.
Aku bertanya-tanya kenapa wanita culun berkaca mata itu menguntitku,apa dia tahu niatku?Atau jangan-jangan dia itu tau rahasiaku selama ini.
Hah,benar-benar orang yang merepotkan,pikirku.
Terlepas dari itu,aku ingin bermain dengan mainan baruku.
Aku menatap Hailey yang sedang terduduk dengan tangan yang diikat.
Sesungguhnya aku tak ingin melakukan ini,aku tak ada niatan untuk menyiksa nya seperti ini.
Tapi,wanita ini meremehkanku,aku tak tahan dengan ocehan sombong nya itu.
Sejak kemarin hingga hari ini,dia tak berhenti merengek,walaupun dengan mulut yang telah tersumpal kain,dia masih mampu mengeluarkan suara yang memusingkan.
Hah,itu sangat berisik.
Aku sampai harus minum aspirin karena pusing mendengar rengekan nya setiap saat.
Bahkan Hailey pernah mencoba untuk kabur,dengan cepat kakinya melangkah keluar,untung saja aku tepat waktu,aku segera menarik rambutnya agar dia masuk kembali kerumah.
Aku mengambil palu besar dan menggeretnya kehadapan Hailey,mata nya yang terlihat ketakutan itu membuatku lebih bersemangat.
Seketika aku mengangkat palu itu keatas,sambil menyeringai aku berkata pada nya:
__ADS_1
"Ini karena kau mencoba kabur dariku"
BRRAAAAAKKKKKKK
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
"...Dia pingsan?"gumamku.
Hahh,aku menghela nafasku panjang.
"Ah iya,sipenguntit itu ada di seberang sana ya rupanya"
Pfft,menggelikan sekali,aku melihat wanita berkacamata itu di seberang rumahku,aku yakin dia pasti sedang bingung dengan apa yang dilihatnya barusan.
"Rasanya wajah gadis itu terlihat familiar,aku pernah melihatnya dimana ya?"
Aku berusaha mengingatnya,walau pun samar-samar,tapi wajahnya itu tidak mudah untuk dilupakan,maksudku aura nya berbeda dari semua wanita yang pernah kutemui.
"Ah gadis yang itu,yang di toilet waktu itu" ujarku menjentikan jariku ketika telah mengingatnya.
Gadis bodoh yang tak tahu apapun itu sangat membuatku risih,aku cuma harus membunuhnya bukan?
Setelah itu,maka masalah nya akan selesai,gumamku sambil menyunggingkan senyum di bibirku.
Sebenarnya aku ingin menunggu waktu yang tepat dan sedikit rencana untuk menangkap gadis itu,tapi siapa sangka kalau kami akan bertemu di minimarket ini,sungguh kebetulan yang menguntungkanku kali ini.
Setelah aku berhasil membawanya kerumahku,aku langsung mengikatnya di gudang bawah tanah bersama dengan si Hailey yang mungkin sudah mati.
Untuk jaga-jaga,aku juga menghancurkan pergelangan kakinya agar ia tak kabur kemana-mana.
Ku perhatikan wajahnya yang sedang tak sadarkan diri itu.
"Aku penasaran bagaimana rupa nya tanpa kacamata bodoh ini"
"...Dia cantik" gumamku.
Bahkan dengan mata yang masih tertutup dia kelihatan cantik,ternyata dia bukan lah gadis cupu, dia hanya terlihat agak aneh.
"Pfft,menarik sekali" ujarku sambil terkekeh.
Sebenarnya aku bisa saja bila ingin langsung menghabisinya,tapi kupikir akan lebih menarik jika aku membunuhnya ketika ia sudah tersadar nanti.
Namun,kejadian tak terduga pun terjadi.
"Aku merasakan cinta,aku jatuh cinta padamu" ujar gadis itu.
Aku sedikit terkejut mendengar pernyataan cinta nya dalam kondisi yang seperti ini,sungguh mengharukan.Dengan sangat berani dia mengatakan omong kosong itu padaku yang hendak membunuhnya.
Tapi anehnya,aku merasa sedikit senang ketika ia bilang begitu padaku.
Dan itu berhasil mengurungkan niatku untuk menghabisinya.
Kupikir akan lebih menyenangkan jika aku bermain sedikit lama dengan nya.
Aku berpikir bila ia berisik dan merepotkanku maka aku akan langsung membunuhnya.
Tapi gadis ini berbeda,sorot mata nya yang selalu ketakutan,dan tubuhnya yang gemetar bila melihatku,itu membuatku senang.
Terlepas dari semua itu,dia orang yang penurut dan sedikit demi sedikit aku merasakan rasa cinta nya padaku.
Dia mengingatkan aku pada ibuku,terkadang aku melihat sosok ibuku pada dirinya.
__ADS_1
Hah,aku merindukan ibuku, dan juga aku ingin gadis itu tetap berada disampingku selama nya.
Aku pun melupakan niatku yang ingin membunuhnya,sekarang aku hanya ingin bersama nya dalam waktu yang lama,itu saja.
Aku suka wajahnya yang tersenyum padaku, dan ini pertama kalinya aku menyukai ekspresi seperti itu sejak kematian Ibuku.
Aku memejamkan mata dengan perasaan lega,seakan aku merasa bahwa Ibuku telah hidup kembali,dan setelah aku membuka mataku,aku menatap nya dan berpikir, walau sebanyak apapun aku melihat nya,dia bukanlah Ibuku.
"..."
"Apa kau juga mencintaiku,Yohan?"
Apa yang sebenarnya dipikirkan bajingan kecil ini ketika menanyakan hal itu padaku.
Dia pikir dia siapa?
Untungnya dia gadis yang penurut,jadi aku memaklumi perbuatan nya.
Setelah hari itu aku selalu terpikirkan dengan pertanyaan nya,dan itu terkadang membuatku gusar.
Dia tidak seharusnya mengucapkan kata cinta,itu akan membuatnya menderita dan tersiksa seperti yang Ibuku alami dulu,dan apakah dia akan membunuhku setelahnya seperti yang ibuku lakukan?
"Hah,hahaha itu tidak mungkin,karena kalau itu terjadi,kupastikan yang mati adalah dia" ujarku menyeringai.
Dia bilang dia cinta padaku dan tak akan meninggalkanku,tapi suatu hari dia mencoba kabur dariku?
Apa yang salah?Aku sudah membiarkan dia hidup sampai sekarang,apa itu masih kurang?Kenapa dia ingin meninggalkan aku?
Aku sangat takut saat itu,aku takut dia meninggalkan aku.
Kami sudah berjanji untuk bersama selama nya dan dia mengingkari nya.
Aku tak habis pikir, dia itu milikku.
Eleeya White Fioneer adalah milikku seorang,karena itu aku memberi tanda namaku di perutnya agar setiap dia melihatnya,dia sadar akan hal itu.
"Eleeya,mau jalan-jalan?"
"Iya,aku mau" jawabnya dengan kegirangan.
Anehnya aku lega melihatnya bahagia seperti itu,kupikir dia hampir sama denganku yang memiliki masa lalu buruk,aku mengerti benar keadaan yang membuat ia menjadi seperti sekarang,namun kebodohan nya itu membuatku kesal, ketika aku tahu dia tak melakukan apapun saat Paman nya melakukan hal buruk pada nya,aku sangat jengkel,bagaimana bisa dia hidup dengan otak yang begitu bodoh seperti itu.
Pada suatu waktu,aku mencoba pergi ke apartemen yang pernah ditinggali Eleeya,aku sedikit penasaran apa yang sering dilakukan olehnya sebelum bersamaku.
Aku terkejut ketika menemukan banyaknya fotoku berserakan di dalam lemari nya.
"Nah,anak itu mulai membuatku merinding" gumamku.
Lalu aku juga menemukan sebuah sim card dan beberapa novel.
Aku pun coba memasukkan sim card itu ke ponselku dan aku menemukan sebuah kontak yang di namai Paman Randell.
"Inikah Pamannya yang gila itu?" gumamku.
Aku mengutak atik isi dari kartu sim itu,tidak ada apapun kecuali kontak telpon yang hanya berjumlah sedikit.
"Paman Randell,Bibi Charlotte,Leo bajingan,Kak Rui.." gumamku membaca satu persatu kontak yang disimpan nya itu.
"Dimana-mana Kak Rui selalu ada ya,aku jadi jengkel"
Kartu sim ini tidak jauh berbeda dengan punya dia sekarang,hanya saja di ponsel nya yang sekarang hanya tersimpan satu kontak saja.
__ADS_1
Lalu terbesit niatan yang membuatku bersemangat,aku ingat perkataan teman di kampus bahwa wanita itu selalu menyukai sebuah kejutan.
"Aku pikir kejutanku kali ini akan membuat Eleeya senang" gumamku sambil terkekeh.