
Hi readers,
Selagi nungguin SEASON 2 nya, mari kita baca side story yang ini ya :)
Udara yang sangat dingin mulai menyeruak dalam ruangan itu tatkala Eleeya membuka jendela nya.
Tumpukan salju sudah sangat tebal, bahkan jalanan dan pohon pun terlihat serba putih karena nya.
Eleeya memejamkan mata nya, menghela nafasnya yang bahkan terasa sangat dingin bagai embun.
Ia mengelus perutnya yang sudah membesar.
"Aku kesepian" gumam nya.
Disebuah rumah sederhana yang sangat jauh dari kota, Eleeya menjalani kehidupan nya disana, merawat perutnya yang sudah membuncit itu sendirian.
Tak lama setelah ia menolak lamaran dari Rui, dia memantapkan dirinya untuk menjalani kehidupan nya disini.
Terlepas dari kejadian itu, kini semua orang tengah sibuk memperbincangkan perihal Yohan, seorang pembunuh berantai yang tewas di sel dengan mengerikan, begitulah berita-berita dimedia.
Itu semua membuat Eleeya sedih, maka dari itu ia memutuskan untuk mengucilkan dirinya, untuk mempertahankan kewarasan dan meminimalisir kesedihan nya.
Sesekali Rui berkunjung menemuinya,hanya sekadar untuk menyapa dan menanyakan kabarnya, setidaknya hubungan pertemanan mereka masih berjalan baik.
Pernah satu kali Eleeya bertanya, mengapa Rui tak mencoba mengencani wanita, namun Rui hanya tersenyum, dia hanya menjawab "Aku belum tertarik untuk itu", sejujurnya itu sangat disayangkan, Rui yang kehidupan dan karirnya sangat bagus itu bahkan belum ingin menikah sekarang.
"Sedang memikirkan apa?"
Eleeya membuka mata nya perlahan, suara lembut dari pria yang dicintainya itu membuyarkan semua pikiran nya.
Eleeya pun tersenyum, dia sering datang tiba-tiba sekarang ini, gumam Eleeya dalam hatinya.
"Aku sedang mengingat semua hal yang kita lakukan dulu?" ujar Eleeya.
"Yang mana?" tanya Yohan.
"Tentunya bukan hal yang mengerikan" jawab Eleeya terkekeh.
***Flashback on
***Eleeya POV
Suasana di taman ini sangat indah, aku suka ketika Yohan menawariku untuk berjalan-jalan.
Ini akhir pekan, Yohan tak ada kelas, hari seperti ini selalu aku tunggu-tunggu karena dia akan selalu meluangkan waktunya untukku.
Aku duduk di salah satu bangku yang ada di taman ini, hari ini cuaca sangat sejuk, angin yang berhembus menerpa wajahku membuat rambutku berterbangan kemana-mana.
Kulihat Yohan telah kembali dengan memegang dua eskrim di kedua tangan nya.
Dia sangat tampan walau hanya dengan kaos hitamnya, tak ada pria yang lebih tampan darinya didunia ini.
"Ini, coklat punyamu dan vanila punyaku" ujarnya sembari memberikan eskrim coklat padaku.
Aku menerimanya dengan perasaan senang, ini adalah kencan idaman yang selalu kuimpikan, tak ada kekerasan atau pun ketegangan, yang ada hanya keharmonisan dan rasa cinta yang besar diantara kami dan aku sungguh menyukainya.
Aku memakan eskrim coklatku dengan lahap, dan kulihat dia tertawa ketika melihat wajahku.
Aku bingung dengan reaksinya, kenapa dia tertawa?Apa yang salah pada wajahku?.
"PFT,HAHA" dia tertawa.
"Ada apa?Kenapa kau tertawa?" tanyaku bingung.
__ADS_1
"Kau seperti bocah" ujarnya
"..."
Aku hanya memandang wajahnya yang masih tertawa itu sambil memasang ekspresi bingung, lalu aku dikejutkan ketika jarinya mengusap sudut bibirku.
"Lihat,bibirmu dipenuhi dengan eskrim" ujarnya terkekeh.
Seketika aku menundukan wajahku, aku yakin wajahku sudah memerah seperti tomat, entah mengapa aku jadi malu sendiri karena nya.
"Kenapa menunduk?Ayo lihat aku" ujar Yohan.
Dengan perlahan dan ragu-ragu aku mendongakan wajahku dan kami pun bertatapan, terlihat ia tersenyum padaku, kini ia tak tertawa lagi.
"Tidak perlu malu, itu membuatmu terlihat imut" ujarnya.
Aku mendelik mendengar perkataan nya, jantungku berdetak sangat kencang hingga rasa nya akan keluar dari tempatnya.
Ketika suasana hening menyapa kami, Yohan memegang pipiku dan mulai mendekatkan wajahnya kearahku, sambil terus menatapku, dia pun tersenyum, lalu mendaratkan sebuah ciuman lembutnya kebibirku.
Aku memejamkan mataku dan membalas ciuman nya.
Hari ini aku sangat lah bahagia, rasanya aku ingin menghentikan waktu agar kebahagiaanku ini tak cepat menghilang dan berlalu.
***Flashback off
***Author POV
Eleeya terkikik perlahan, dan itu membuat sosok tampan di hadapan nya kebingungan karena nya.
"Kenapa kau tertawa?" tanya nya.
Yohan mengernyitkan dahinya dan menatap kearah Eleeya.
Eleeya hanya tersenyum, tatapan nya sekarang itu bukan lah lagi tatapan yang datar dan menyeramkan seperti dulu.
"Oh lihat, bayinya bergerak" ujar Eleeya menunjuk perutnya yang sedang menonjol-nonjol.
Yohan membulatkan matanya menatap perut Eleeya, mata nya berbinar lalu ia pun tersenyum.
"Woah, bayinya tau kalau ada Ayahnya disini"
"Iya"
Yohan mendekatkan wajahnya dan mendaratkan kecupan nya di perut buncit Eleeya, ia mengusap perut itu sambil tersenyum.
Eleeya pun menghela nafas lega, kemudian mendaratkan usapan nya di pucuk kepala Yohan.
*
Beberapa bulan pun telah berlalu, tangisan bayi yang memecah ruangan bersalin itu pun membuat rasa haru pada Eleeya, ia mengeluarkan air mata bahagia nya ketika melihat bayinya telah lahir.
Buah hatinya bersama Yohan kini telah lahir kedunia.
"Anak-anak kita sudah lahir, kau harus datang melihatnya" gumam Eleeya sambil menitikan air mata nya.
Rui masuk keruangan Eleeya bersama dengan ibunya.
Dengan senyumnya yang merekah, ia mendekat dan memandang sepasang bayi kembar yang sehat dan lucu itu.
"Selamat ya Eleeya, kau sudah jadi seorang Ibu sekarang" ujar Rui bersemangat.
__ADS_1
"Selamat ya nak, anak-anakmu cantik dan tampan" ujar Diana(Ibunya Rui)
"Terimakasih Kak Rui dan Bibi" ujar Eleeya tersenyum.
*
Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan, tak disangka aku sudah menjadi seorang Ibu dari sepasang anak kembarku.
Aku merawat mereka dengan suka cita, walaupun sendirian, Ah tidak, Yohan selalu menemaniku sebenarnya hihi :)
Waktu itu, Bibi Diana dan Kak Rui mengajakku untuk tinggal bersama dengan mereka, karena Kak Rui akan segera pindah untuk bertugas, tapi aku tak ingin membuat mereka kerepotan, dan Yohan juga tak akan senang dengan hal itu, bisa-bisa dia tak akan menemuiku lagi, gumam Eleeya dalam hati.
Eleeya memandangi bayi-bayinya yang cantik dan tampan itu.
"Lihat,mereka sangatlah lucu bukan?" ujar Eleeya.
( Hanya ilustrasi ya gaes )
"Ya,mereka berdua sangat mirip denganku" ujar Yohan.
"..."
"Kenapa raut mukamu begitu?Baik,baik aku hanya mewarisi wajahku pada mereka,bukan sifatku,kau senang?"
Eleeya yang tadinya cemberut pun kini merekahkan senyumnya membuat Yohan hanya menghela nafasnya lalu mereka tertawa bersama.
"Jadi siapa nama nya?" tanya Yohan.
"Ayo kita bagi tugas, aku akan memberi nama untuk putraku, dan kau memberi nama untuk putrimu"
"Hm"
Yohan terlihat sedang berpikir keras, raut wajahnya menjadi lucu, bahkan Eleeya hampir tertawa karena nya.
"Ah, sudah kuputuskan, nama nya adalah Elisa" ujar Yohan bersemangat.
"Baiklah, kalau begitu nama untuk putraku adalah Elzay"
Side Story kali ini selesai, aku kasih ilustrasi dan visual dari mereka ya ⚠️⚠️⚠️
Keseharian Elzay dan Elisa yang saling menyayangi (Hanya ilustrasi)
Elzay Ronstar & Elisa Ronstar saat masih remaja.
Elzay Ronstar & Elisa Ronstar saat sudah dewasa
SPOILER ALERT ⚠️
Elzay sengaja mengubah warna rambutnya karena dirinya terlalu mirip dengan Elisa, dan bagi yang nanya kok warna mata si Elisa jadi biru, ya dia pake softlens gaes 😂
Bonus pict 😁
Eleeya Fioneer & Yohan Alcester ketika masih bersama ♡♡♡
__ADS_1
Credit: pict art by interest