
"Eleeya apa kau merindukan aku?"
"...L-Leo?" ucap Eleeya terbata.
Kenapa Leo bisa ada disini?Apa yang terjadi?
Mungkin begitulah pertanyaan-pertanyaan itu muncul di benak Eleeya.
Seseorang yang sangat tidak ingin ditemuinya itu kini tiba-tiba berada di hadapan nya.
Tubuh Eleeya bergetar hebat ketika melihat sosok yang telah membuat kehidupan nya hancur itu berada di depan mata nya.
Leo hanya menyeringai sambil menatap gadis itu dari atas kepala hingga kebawah.
Sedangkan Eleeya yang ketakutan itu melihat kesana-kesini,mencari keberadaan Yohan yang tak terlihat dimana pun.
"A-apa yang kau lakukan disini?" ujar Eleeya terbata dan takut.
"Apa yang kulakukan?Aku kesini karena kau yang menyuruhku,kau mengirimku pesan memohon agar aku menjemputmu"ujar Leo yang perlahan melangkahkan kakinya mendekat kearah Eleeya.
Eleeya memundurkan langkahnya karena tahu bajingan itu tengah mencoba mendekatinya.
Pesan?Pesan apa?
Aku bahkan tak memegang ponsel lagi setelah aku tinggal disini.Apakah ini ulah Yohan?Tapi aku ingat dengan jelas,aku sudah mengganti nomorku,diponselku itu hanya ada satu kontak dan itu adalah Kak Rui, jadi bagaimana bisa?pikir Eleeya yang sudah hampir menangis.
"Jadi selama ini kau tinggal disini ya" ujar Leo menolehkan pandangan nya keseluruh isi ruangan itu.
"Nah ayo kita pulang,kau tahu?Semenjak Ayah meninggal,Ibuku lebih sering marah-marah,kita harus cepat pulang" ujar Leo bergerak maju dengan langkahnya yang mulai cepat.
Paman meninggal?gumam Eleeya.
Leo menggapai lengan gadis itu dan mencengkram nya dengan kuat,berusaha menyeret gadis itu agar pulang bersama nya, Eleeya meronta-ronta sekuat tenaga nya, hingga tanpa ia sadari ia menggores lengan Leo dengan kukunya dan itu membuat Leo kesakitan dan melepaskan cengkraman nya.
"Sialan,dasar perempuan ******,beraninya kau melukai tanganku" ujar Leo yang sudah naik pitam dan menjambak rambut Eleeya.
"KYAAAA...."
Gadis itu menjerit kesakitan,disisi lain ia merasa takut,ia terus memanggil Yohan didalam tangisnya namun Yohan tak kunjung datang.
"Hah,kau menyebut nama siapa sedari tadi?Pacarmu?" ujar Leo terkekeh dengan tangan yang masih menjambak rambut panjang Eleeya.
"Oh itu pemilik rumah ini ya?Tapi sayang nya dia tidak ada dirumah ini sekarang" ucap Leo.
Tidak,mana mungkin.
Kemana perginya Yohan?Apa Leo menyuruh seseorang menculiknya?
Tidak,siapa juga orang yang mau melakukan hal itu pada pria mengerikan itu, lalu apa dia sengaja meninggalkan aku disini dengan Leo?pikir Eleeya dalam hati.
"Lepas,lepaskan aku" ronta Eleeya memukul-mukul lengan Leo dengan sekuat tenaga nya.
"Aduh kau ini sudah berani melawan ya,kau harus pulang denganku bagaimanapun caranya,apa kau tak merindukan sentuhanku setelah sekian lama?" ujar Leo berusaha menyentuh pipi Eleeya.
Eleeya menepis tangan Leo dengan kuat karena tak tahan dengan perbuatan pria gila itu.
"PERGILAH,KAU MENJIJIKAN"teriak Eleeya.
"Hah?Menjijikan?Dasar sial,kau itu dulu tergila-gila padaku" jawab Leo dengan mata yang melotot tajam kearah Eleeya,ia lalu mennampar gadis itu hingga membuat gadis itu tersungkur.
HIKS..HIKS..Yohan..HIKS...
__ADS_1
Eleeya menangis tersedu-sedu sambil memanggil nama Yohan berulang kali.
Hingga akhirnya ia mendelik melihat seseorang datang dan mengayunkan sebuah tongkat kayu dibelakang Leo.
BUUKKKKKK!!!!
Sebuah pukulan yang kuat mendarat tepat di pundak bagian belakang Leo,membuatnya jatuh tersungkur sambil memegangi pundaknya.
"Ahh" lenguh Leo.
Yohan menyeringai melihat pria berambut kemerahan itu menggeliat kesakitan dilantai,entah sejak kapan Yohan sudah berada disana.
Yohan pun melangkahkan kakinya pelan mendekat kearah Leo, diangkatnya tubuh Leo agar dapat duduk berhadapan dengan Eleeya, Yohan pun mengeluarkan sebuah lakban hitam dari sakunya dan mulai merekatkan nya pada kedua tangan Leo dan juga kedua kakinya.
Eleeya membulatkan kedua matanya,tubuhnya masih bergetar karena ketakutan,dia sampai tak bisa berkata apa-apa lagi selain mematung layaknya idiot,apalagi ketika melihat Yohan mengeluarkan sebuah pisau,dan menyayat lengan Leo tanpa permisi.
SREEETTTT
"KYAAAAAAAAAAA" Teriak Leo.
"Tangan itu yang kau pergunakan untuk menyakiti Eleeya,bukan?" ucap Yohan sambil membuat sayatan kecil di tangan Leo.
"Hosh...Hosh...Hosh"
Leo sampai tak sanggup lagi lantaran Yohan menyayat pergelangan tangan nya dengan sangat banyak,hingga membuat darah nya bercucuran dilantai.
"ELEEYA TOLONG AKU!!!" teriak Leo
"..."
Eleeya tak dapat berbuat apa-apa,dia hanya diam dengan menggigit bibir bawahnya.
SREEETTTT...
"KYAAAAAAAAAA...."
Teriakan Leo menggema di seluruh kamar itu,kali ini bukan lengan nya yang terkena sayatan dari pisau itu,melainkan mulutnya, mulutnya yang telah meneriakan kata-kata kasar pada Eleeya di hadapan Yohan.
"Haruskah ku potong lidahmu seperti aku memotong lidah ayahmu?" ujar Yohan dengan tatapnya yang menakutkan.
"...Huh?"
"...Huh?"
Eleeya dan Leo tersentak mendengar penuturan dari Yohan, terlihat sekujur tubuh Leo yang telah di banjiri oleh keringat dan darah itu bergetar hebat, mata nya mendelik menatap Yohan yang tersenyum kepadanya.
"KAU MEMBUNUH AYAHKU,DASAR BAJINGAN,MATILAH KAU" teriak Leo sambil meronta-ronta,namun tak tahu seberapa banyak ia mencoba,ia takkan terlepas dari lakban yang mengikatnya itu.
"Hah,iya aku minta maaf,jangan terlalu marah padaku,itu memang kesalahanku,kupikir Ayahmu yang sering meniduri wanitaku dengan paksa,tapi ternyata itu kau,pfft sayang nya aku mengetahui fakta itu setelah aku membunuhnya kekeke" ucap Yohan sambil tertawa,seakan semua yang berkaitan dengan membunuh itu lucu dan menyenangkan baginya.
Leo menggigit bibir bawahnya dan menangis sejadi-jadinya,terlihat ekspresi ketakutan memenuhi wajahnya.
"AARGHHH kenapa kalian melakukan ini padaku,kumohon lepaskan aku" ujar Leo sambil menangis dan meronta-ronta.
Yohan berjalan mendekat dan berjongkok di hadapan Leo.
"Oi"
Seketika Leo langsung terdiam,tatapan tajam yang sangat menusuk itu kini sedang menghadap ke sepasang pupil Leo yang terlihat bergetar dan berlinangan air mata,ditambah raut wajah Yohan yang tampak sangat mengerikan itu hanya bisa membuat Leo menelan saliva nya.
"Kenapa kau bertingkah seperti bocah?Kau pikir ini taman kanak-kanak,hah?"
__ADS_1
"..."
Melihat Leo yang diam dan tak merengek lagi, itu membuat Yohan tersenyum,lalu ia pun berdiri dan berjalan memutari Leo, tidak tahu bagaimana perasaan Leo saat itu, bahkan Eleeya yang hanya menjadi penonton saja sampai tak bisa berkata apa-apa saking tegang nya dia.
Yohan mencengkram rahang Leo dengan kuat dan mengarahkan wajah Leo untuk menghadap ke arah Eleeya.
Eleeya terperanjat,dia membulatkan kedua mata nya karena sekarang tatapan Yohan mau pun Leo kini tertuju pada nya.
"Ku ingin aku membiarkanmu pergi bukan?" bisik Yohan di telinga Leo.
Dengan gemetar,Leo menganggukan kepala nya perlahan.
"Kau harus memohon pada Eleeya dan menjilat kakinya" ujar Yohan sambil terkekeh.
"Aku akan melakukan nya" ucap Leo seketika.
"Huh?Apa kau bilang?Kau tak ingin melakukan nya?"
"AKU AKAN MELAKUKAN NYA,KUBILANG AKU AKAN MELAKUKAN NYA"
"Pft,Hahahahaha menggelikan,sungguh menggelikan,sekarang kau bahkan lebih menyedihkan daripada seekor anjing yang penurut" ucap Yohan sambil menyeka air mata yang keluar akibat terlalu banyak tertawa.
"NGH"
Leo melenguh kesakitan ketika rambutnya ditarik kebelakang,perasaan takut akan kematian semakin menyeruak dalam dirinya,tatkala ujung pisau itu sudah mengarah kearah lehernya.
"El,lihat baik-baik hadiahmu" ujar Yohan sambil tersenyum.
JLEBB...
Ujung pisau yang sangat lancip itu menancap kuat di leher Leo,membuat pria itu mengejang,darahnya keluar begitu banyak dari lehernya.
Yohan terkekeh melihat bagaimana Leo meregang nyawa saat itu,dan itu pun juga dilihat oleh Eleeya didepan mata kepala nya sendiri.
Hingga beberapa menit berlalu dan tubuh Leo tak lagi bergerak menandakan kalau ia benar-benar sudah mati.
Eleeya menutup mulutnya dengan kedua tangan nya,air mata keluar dari sela-sela matanya, seketika rasa takut persis saat pertama kali ia melihat Yohan membunuh itu dirasakan nya kembali.
Inikah yang ia sebut dengan hadiah spesial nya untuk ku?gumam Eleeya tak percaya.
"Kau senang?" tanya Yohan dengan senyum nya.
"...A-apa yang kau lakukan?"
"Huh?"
"APA YANG SEBENARNYA KAU LAKUKAN?" teriak Eleeya bersamaan dengan isak tangisnya.
"Ada apa El?Bukankah inilah yang selama ini kau inginkan?" ucap Yohan yang terlihat bingung.
"Aku tidak menginginkan nya,aku tidak ingin membunuhnya" ujar Eleeya histeris.
"Tapi kau menginginkan orang membunuhnya untukmu" jawab Yohan dingin.
"KAU GILA,KENAPA KAU MEMANGGILNYA KEMARI,APA YANG SALAH PADAMU?"
"..."
"KENAPA...KENAPA?HIKS"
"Kau ini terlalu berlebihan,dramatis sekali" ucap Yohan menatap Eleeya yang sedang menangis histeris di sudut kamarnya.
__ADS_1