Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 78 S2 : Upaya kabur


__ADS_3

"JANGAN LAKUKAN ITU"


"...Huh?"


Ah sial, aku jadi panik sendiri, tanpa sadar aku meninggikan suaraku, kini dia menatapku bingung, dia pasti berpikir aku aneh sekarang, tapi jika dia menemui Lisa itu sama seperti menyerahkan nyawa nya secara cuma-cuma, anak itu mana bisa diajak bicara.


"Ah maksudku, jangan dulu menemui Lisa, aku takut kalian jadi bertengkar, kau tau sendiri Lisa itu seperti apa"


"Tapi, aku ingin berbicara dengan nya"


"Ya, aku hanya khawatir kau dan..."


"Aku akan berbicara baik-baik dengan nya, ini harus diselesaikan secepatnya Zay"


Kenapa dia keras kepala sekali, aku jadi pusing.


Wajahnya juga terlihat percaya diri, berbicara baik-baik kata nya? Hah, yang ada dia digantung oleh Lisa nantinya.


"...Ya, itu terserah padamu"


Akhirnya aku mengatakan itu, akan sangat memalukan bagiku untuk ikut campur urusan rumah tangga nya, walau tak bisa dipungkiri bahwa adikku sendirilah yang menjadi sumber masalah bagi rumah tangga mereka.


Ruanganku kembali sunyi senyap setelah aku mengatakan kalimat tadi, dengan kepala yang menunduk ia menyeka sedikit air matanya yang keluar.


Aku tak tau harus berbuat apa, sejujurnya aku tak terlalu paham pada wanita-wanita seperti Lily itu, mereka mudah sekali menangis dan bersedih, selama ini yang kulihat hanya Lisa, wanita yang dipenuhi dengan obsesi, dan Ibuku, wanita delusi yang sering berbicara sendiri.


Setidak nya mereka nyaris tidak pernah bersedih, ya terkecuali Ibuku jika mengingat Ayahku, tapi kesedihan nya akan mereda bila aku dan Lisa memeluknya.


Oh, apa itu juga berlaku untuk Lily?Haruskah aku memeluknya juga?.


TIK..TOK...TIK..TOK..


Waktu berlalu dengan cepat.


Hah, pada akhirnya dia pulang setelah aku berusaha sekuat tenaga untuk membuatnya tenang, dan aku tidak memeluknya, karena mungkin saja dia akan membencinya.


Kembali aku terduduk di kursi kebesaranku, memilin-milin dahiku, bahkan aku jadi tak fokus pada pekerjaanku.


Aku menatap tanganku.


Tangan ini, tangan yang sudah menyentuh wajahnya yang halus, hanya dengan memikirkan nya saja aku sudah berdebar, sungguh memalukan jika orang tau bahwa aku mengagumi wanita yang sudah menjadi istri seseorang.


Tanpa sadar, aku memejamkan mataku dan menempelkan tanganku sendiri ke bibirku, otakku hanya dipenuhi dengan wajah polosnya, dia begitu cantik, tapi aku sadari batasanku, untuk berharap dapat memiliki nya itu adalah sebuah kesalahan, setidaknya untuk sekarang.

__ADS_1


**


AUTHOR POV;


Bekas-bekas darah yang hampir mengering, mata yang lebam, bahkan banyak anggota tubuhnya yang terlihat bengkak dan lebam, lalu kulit yang tersayat di bagian dada nya sungguh membuat ngilu bila melihatnya secara langsung.


Lisa membersihkan bekas darah yang ada di wajahnya, bahkan ia memasukan obat penghilang rasa sakit kedalam mulut Daniel, pria itu terlihat sangat tak berdaya dengan nafas yang tak beraturan.


Dengan tatapan dingin nya, Lisa menata rambut Daniel agar terlihat rapi kembali, terlihat Daniel mulai membuka matanya yang bengkak itu dengan perlahan, ia mengerang ketika mendapati rasa sakit yang hebat pada seluruh tubuhnya.


"Akhirnya kau sadar juga, aku hampir ketiduran menungguimu" ujar Lisa.


DEG!


Daniel membulatkan kedua matanya, pupilnya terlihat gemetar ketika melihat Lisa dihadapan nya, dari tatapan nya dapat dipastikan bahwa dia sangat takut, namun dia tak bisa berkata apapun.


Dia masih sangat ingat, rasa sakit akibat pukulan brutal dari Elisa, perasaan takut dan putus asa yang bercampur menjadi satu ketika dia disiksa oleh Elisa, dia bahkan tak berani lagi menatap mata hitam wanita itu.


Seluruh tubuhnya bergetar hebat, tubuhnya basah karena keringat dingin yang selalu keluar.


"Kau gemetar, kau lapar?" tanya Lisa dengan wajah datarnya.


"..."


"..."


Daniel membungkam mulutnya, dia tak tau harus menjawab apa, disisi lain dia memang sangat takut pada Elisa.


"Ya ampun, aku membuatmu takut ya?"


"..."


"Tolong jangan takut padaku Dan, ini semua kulakukan karena kau membuatku sedikit kesal, maafkan aku" ujar Lisa sambil mengecup lembut dahi Daniel.


Daniel menggigit bibir bawahnya, tubuhnya semakin bergetar, wanita yang sedang tersenyum kearahnya ini bukan wanita normal, dia persis seperti orang gila, dan sekarang Daniel malah terjebak dengan keobsesian wanita gila itu.


Daniel memejamkan matanya kembali, bahkan ia memohon untuk mati saja saat ini.


"Aku akan melonggarkan ikatan di tangan dan kakimu, aku akan memasak makanan untuk kita, dan jadilah anak baik Dan" ujar Lisa sembari melenggang pergi keatas.


"..."


Langkah kaki yang perlahan mulai menghilang, membuat Daniel menghela nafasnya kasar, ia melirik kekanan dan kirinya, bagaimanapun caranya dia harus terbebas dari tempat ini dan pergi, itulah yang sedang dipikirkan nya.

__ADS_1


Dengan seluruh tenaga yang tersisa, ia menggoyang-goyangkan tangan nya hingga ikatan yang dilonggarkan oleh Lisa pun terlepas, dengan cepat ia melepaskan ikatan di kakinya, ia meringis sembari menahan rasa sakit pada luka-luka di tubuhnya, tapi lebih dari pada itu, keinginan nya untuk segera keluar dari tempat itu pun sangat lah besar.


Kakinya yang terluka itu pun dipaksa nya agar dapat bergerak, dengan perlahan dia menaiki anak tangga yang ada disana. Aroma masakan menyeruak ketika Daniel keluar dari pintu ruang bawah tanah itu.


Dia benar-benar memasak?,batin Daniel.


Namun itu tidak penting, dia harus pergi sebelum Lisa menyadarinya, hanya inilah satu-satu kesempatan bagi Daniel, dengan tertatih ia melangkahkan kakinya, jantung nya berdetak kencang, namun ia sedikit lega karena telah menemukan pintu keluar dari rumah itu.


Pintu itu sudah dekat, Daniel melebarkan senyum nya ketika tau bahwa dia bisa bebas dari sana.


Dengan cepat, jemarinya menggapai pintu itu dan berusaha membuka nya, namun senyum nya menghilang ketika mengetahui bahwa pintu itu terkunci.


Sial, ini terkunci, bagaimana ini? Pikirnya.


Keinginan untuk terbebas dan pergi dari rumah ini pun sirna seketika, bahkan dia tak tau dia sekarang berada dimana, ia memeriksa tubuh nya, mulai dari saku celana nya, berharap menemukan ponsel untuk menelpon seseorang, tapi harapan itu hanya membuatnya lebih putus asa. Air mata nya menggenang, seketika dia ingat wajah Lily dalam benak nya, apa ini semua balasan atas semua sikap gilaku di belakang nya?, batin Daniel.


Mungkin kunci nya ada di sekitar sini, gumam nya sembari mencari-cari di sekitar sana.


"Kau mencari ini?"


Daniel tertegun, ia memejamkan mata nya, bahkan lontaran kata yang dikeluarkan oleh wanita itu mengisyaratkan ia akan segera mati.


Dengan perlahan dan gemetar, Daniel membalikan tubuhnya, wanita cantik dengan apron yang melekat ditubuh seksinya itu hanya tersenyum sambil memegang sebuah kunci di jari telunjuknya.


"Apa benar kunci ini yang kau cari Dan?"


Tanpa berkata apapun, pria itu hanya mengangguk-anggukan kepala nya pelan.


Mungkin aku bisa memukulnya dengan sisa tenagaku, walaupun aku sangat lemas setidak nya dia hanya seorang wanita yang lebih lemah dariku, gumam Daniel dalam hatinya.


Lisa memiringkan kepala nya ketika melihat Daniel menatap wajahnya tajam, wanita itu malah terkekeh untuk beberapa saat, membuat pria itu mengernyitkan dahinya bingung.


"Kenapa menatap seperti itu, aku jadi berdebar" ujar Lisa memalingkan wajah nya.


"..."


Wanita gila ini, aku akan menunggu nya mendekat dan langsung memukulnya, batin Daniel.


SET...


Lisa mengacungkan jari telunjuk yang tergantung sebuah kunci kehadapan Daniel.


"Kau mau ini kan, ambilah"

__ADS_1


__ADS_2