Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 30 : Pertemuan yang tak disangka


__ADS_3

Yohan melihat dari jendela memastikan Rui memang benar-benar telah pergi dari rumah nya.


Setelah dipastikan bahwa Rui telah memacu mobil nya menjauh,dengan raut wajah yang gelisah,Yohan melempar gunting yang ia pegang kesembarang arah dan segera berlari ke arah gudang bawah.


Dilihat nya tidak ada siapa-siapa disana,dengan raut wajah yang semakin cemas dia pun berlari ke arah ruangan yang berada di ujung gudang itu.


Ekspresinya berubah menjadi lega ketika mendapati gadis yang dicarinya ada disana,terlihat Eleeya sedang berdiri di balik pintu ruangan itu.


Yohan segera memeluk Eleeya.


Eleeya yang bingung hanya bisa diam ketika Yohan memeluknya.


"Kupikir kau menghilang"ujar nya dengan suara parau.


"..."


Eleeya membalas pelukan pria yang dicintai nya itu,membuat pria itu memejamkan matanya dan tersenyum lega.


"Kau mengingat nya?"ujar Yohan yang sudah melepaskan pelukan nya.


Eleeya menganggukan kepala nya.


"Ketika aku mendengar suaramu yang menyebutkan angka itu,aku langsung bersembunyi disini" jelas Eleeya.


"Itu baru gadisku" ujar Yohan sambil mengusap kepala Eleeya pelan.


"Nah ayo kita naik keatas,sesuai janjiku,aku akan meneruskan hal yang belum terselesaikan denganmu"ujar Yohan dengan seringaian di wajah nya.


Eleeya tersentak,dan wajahnya seketika berubah menjadi memerah.


Melihat betapa menggemaskan gadisnya itu,membuat Yohan semakin tak tahan dan segera mengendong gadis nya menuju kamar.


*


Terlihat Rui sedang duduk dengan selembar kertas dan pulpen di tangan nya.


Mata nya tertuju ke arah secarik kertas dengan tulisan tangan yang dibuat oleh dirinya sendiri.


Wajah nya sangat terlihat lelah,mungkin ia kurang tidur,hingga mata nya terlihat cekung.


Namun ia masih fokus,mencoret-coret kertas di hadapan nya itu.


Yovy Adams Ronstar


Diana Mellberg Ronstar


Hailey Scott


Rosie Lencia


Cedric Ledanny


Kimmy Dante


Eleeya Fioneer


Apa daftar nama ini akan menjadi lebih panjang nanti nya?batin Rui.


Aku sudah mencoba mencari tahu sendiri informasi tentang orang-orang ini,dimulai dari insiden hilang nya suami istri Ronstar ini, lalu wanita muda Hailey Scott,seorang mahasiswi tingkat akhir yang menghilang beberapa bulan yang lalu, aku masih ingat ketika orang tua nya menangis karena putri satu-satu nya telah menghilang hingga sekarang,batin Rui.


Rui mengambil pulpen dan menandai nama Hailey Scott.


Berikutnya adalah Rosie Lencia,adik kelasku.

__ADS_1


Aku tahu gadis ini karena dia pernah memberiku coklat di hari valentine,sungguh gadis yang malang,Pak Nathan sendiri yang menyelidiki kasus hilang nya gadis ini, tapi hingga kini tak ada kemajuan apapun.


"Hahh" Rui menghela nafas panjang.


"Cedric Ledanny,aku sangat bersyukur karena ada yang melihat kau sedang berkelahi di area parkir malam itu,dan tidak salah lagi lawanmu adalah Yohan pada saat itu" Racau Rui panjang lebar.


Ya,tepat ia selesai melihat CCTV di mall tersebut,ia bertemu dengan satu orang yang tidak sengaja mendengar ia menggerutu sendiri waktu itu di area mall,pada saat itu Rui sedang sendirian karena Alana sedang ada urusan,orang itu berkata ia melihat perkelahian di area parkir antara Cedric dan pria tampan yang juga sempat adu argumen dengan nya di dalam mall, tapi hanya sebatas itu, karena orang itu segera meninggalkan tempat kejadian setelah tau ada yang berkelahi.


"Hah,itu lebih cukup untuk membuktikan bahwa instingku ini benar"gumam Rui.


Kembali ia menandai nama Cedric dengan pulpen di tangan nya.


Selanjutnya adalah Kimmy Dante,seorang wanita penghibur di klub malam,tidak ada keluarga,dan menghilang begitu saja di malam itu,gumam Rui sambil menekankan ujung pulpen yang di pegang nya itu ke dahinya.


Dan terakhir,Eleeya fioneer.


Rui menatap secarik kertas yang terpampang nama gadis itu.


"..."


Tanpa berkata apa-apa,ia menggigit bibir bawah nya dan mengepalkan tangan nya,seakan geram akan suatu hal.


"Ronstar,Ronstar,Ronstar" Rui mengulang nama itu sambil memegangi kepala nya.


Hebat sekali,selain suami istri Ronstar,semua orang itu tak berkaitan sama sekali dengan nya.


"Hah,aku tau kau yang melakukan ini Yohan"gumam Rui.


"Tapi bagaimana bisa aku menangkap nya,bahkan secuil bukti pun aku tak punya,teori seperti ini saja mana cukup untuk menangkap bajingan itu" gerutu Rui.


"Hahh"Rui menghela nafas panjang.


"Kenapa juga orang-orang bisa tertipu dengan wajah polosnya itu,sial"


Ia menghempaskan tubuhnya kembali di kursi tempat pertama ia duduk,di remuk kan nya kertas yang berisi daftar-daftar nama orang tadi lalu kertas itu pun di lemparkan nya ke dalam kotak sampah.


"Hah,aku penat sekali,aku akan keluar untuk mendinginkan otak ku"gumam nya.


Sementara di tempat lain*


Jari jemari Yohan tengah menyelipkan rambut halus Eleeya kebelakang telinga nya,membuat wajah gadis itu memerah.


Gadis itu terlihat salah tingkah ketika pria dihadapan nya memandangi wajah nya.


Yohan memandangi Eleeya dari atas kebawah sambil menyunggingkan senyum nya.


"Aku sudah menduga bahwa kau akan cocok dengan baju itu" ujar nya.


Terlihat gadis itu tersenyum canggung sambil membenah-benahi pakaian nya.


"Itu baju ibuku,kau juga merasa itu cocok padamu,ya kan?" tanya Yohan dengan lengan yang menopang pipi nya.


Apa dia masih melihatku sebagai ibunya?Itu sedikit mengesalkan,aku kan jelas bukan ibunya,gumam Eleeya.


Yohan kemudian menuangkan bir ke gelas Eleeya dan juga dirinya.


Ia mengambil keripik kentang lalu memasukkan itu kedalam mulutnya.


"Aku suka minum di kedai ini,selain menyenangkan,disini cemilan nya lumayan enak" ujar Yohan sambil memasukkan kembali keripik kentang kedalam mulutnya.


Eleeya hanya mengangguk-anggukan kepala nya,dia kemudian meneguk bir yang dituangkan ke gelas nya itu.


Eleeya menolehkan kepala nya kekanan dan kekiri,melihat betapa ramai nya kedai minuman itu malam ini.

__ADS_1


Lalu seorang pria dengan rambut coklat pun masuk kedalam kedai minuman itu dan duduk di meja yang tak jauh dari tempat duduk Eleeya dan Yohan.


Itu adalah Rui.


Siapa sangka bahwa mereka sedang berada di tempat yang sama malam itu.


"Ah Yohan,aku ingin ketoilet" ujar Eleeya.


"Cepat kembali" jawab nya sambil meneguk habis bir yang di genggam nya.


Eleeya segera beranjak dan berjalan menuju toilet,dia ingin mengganti perban di kaki nya karena basah akibat ketumpahan bir.


Bila tidak di ganti,maka bekas memar pada kakinya akan jelas terlihat,walau hanya sedikit.


Itu adalah sisa memar ketika kakinya di hancurkan oleh Yohan beberapa bulan yang lalu,walau sekarang ia sudah bisa berjalan seperti biasa,tapi Yohan masih membalut nya dengan perban guna mengobati sisa memarnya.


Eleeya melangkahkan kaki nya dengan cepat namun itu segera terhenti ketika mendapati ada seseorang yang berdiri di hadapan nya.


Itu spontan membuat Eleeya mendongakan wajah nya kearah orang itu.


Ketika mata mereka bertemu,alangkah terkejutnya Eleeya ketika mengetahui bahwa orang itu adalah Kak Rui.


Berbeda dengan Rui yang merasa lega dan senang ketika melihat orang yang sudah lama tak ditemuinya itu berada di hadapan nya,Eleeya justru memasang raut wajah yang cemas.


"Itu benar kau Eleeya,syukurlah" ujar Rui tersenyum lega.


"Kak Rui,apa yang kau lakukan disi.."


Belum selesai Eleeya meneruskan kalimat nya,Rui langsung menarik gadis itu kedalam dekapan nya,ia mengusap kepala gadis itu.


"Kau kemana saja selama ini,aku sangat mengkhawatirkanmu" ujar Rui sambil memeluk Eleeya.


Eleeya yang tersadar,seketika langsung mendorong tubuh Rui untuk menjauh dari tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan kak?" ujar Eleeya sedikit emosi.


Rui yang terlihat agak syok ketika Eleeya mendorong nya itu hanya bisa diam menatap gadis itu,lalu tatapan nya terhenti ketika mendapati kaki nya yang sedang dibalut dengan perban.


"Ada apa dengan kakimu Eleeya?" tanya Rui.


"..."


Eleeya menggigit bibir bawah nya dan berbalik,mencoba pergi dari sana dan menemui Yohan,tapi Rui yang tidak mungkin membiarkan Eleeya pergi begitu saja itu langsung menahan Eleeya dengan memegang tangan nya.


"Lepaskan aku kak,aku ingin pergi" ronta Eleeya sambil menggoyang-goyangkan tangan nya yang sedang di cengkram oleh Rui.


"Tidak akan kulepaskan,sebelum kau menceritakan semua nya padaku apa yang sudah terjadi pada dirimu" ujar Rui.


Dia apa-apaan sih?Selalu saja ingin tahu semua urusanku,seakan-akan ia perduli padaku.


Apa dia sengaja karena dia ingin menangkapku?


Tapi mana mungkin Kak Rui seperti itu,aku harus segera pergi dari sini,akan repot kalau Yohan mengetahui hal ini,bisa-bisa nyawa kak Rui dan juga aku dalam bahaya.


Hah,sial,kenapa aku harus bertemu dengan nya disaat seperti ini,gumam Eleeya.


Lengan Eleeya yang sudah memerah akibat cengkraman Rui membuat Eleeya kesakitan karena nya.


"Kak,kumohon lepaskan,itu menyakitkan" pinta Eleeya.


Namun Rui tetap bersikeras tidak melepaskan Eleeya saat itu.


"Apa yang kau lakukan pada pacarku?"

__ADS_1


Suara berat dan dingin itu menyapa mereka,membuat Eleeya dan Rui menatap si asal suara bersamaan.


"Yohaan" panggil Eleeya.


__ADS_2