Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 27 : Rui vs Yohan


__ADS_3

Eleeya memejamkan mata nya ketika tau Yohan akan mencium nya.


Namun,suara bel dari luar membuat mereka berdua tersentak kaget hingga membuat Yohan berhenti.


"Cih" decak Yohan.


Eleeya yang bingung hanya menatap Yohan dengan ekspresi nya yang seolah berkata, "siapa yang tiba-tiba bertamu kesini".


"Hah" Yohan menghela nafas nya, lalu ia pun mengusap kepala Eleeya sambil tersenyum.


"El,bisakah kau pergi ke gudang untuk sementara waktu?" pinta Yohan


"..."


"Hanya sebentar" pinta nya lagi.


Eleeya hanya bisa mengangguk-anggukan kepala nya sambil beranjak dari kamar menuju gudang bawah tanah seperti yang Yohan perintahkan.


"Ah Eleeya"


Eleeya yang hendak menuruni tangga pun menengok ke arah Yohan karena merasa terpanggil.


"Jangan keluar sebelum aku menjemputmu"


"Baik" jawab Eleeya setengah berbisik.


Yohan pun beranjak dan menutup pintu ruangan yang terhubung dengan gudang itu kemudian dengan raut wajah datar nya ia beralih ke pintu depan tepat dimana bel rumah itu berbunyi.


Sementara di luar.


"Apa tidak ada orang nya?" ucap Alana yang sedari tadi menekan-nekan bel nya namun belum juga ada orang yang membukakan pintu.


"Entah lah,ayo coba sekali lagi"ujar Rui.


Rui dan Alana sekarang tengah berada di depan rumah Yohan, dan bel yang sedari tadi berbunyi tu adalah ulah mereka berdua.


Ketika Rui hendak membunyikan bel nya kembali, pintu itupun terbuka.


Yohan kini sudah ada tepat di hadapan mereka berdua.


"Selamat siang tuan Ronstar" ucap Rui.


"Selamat siang, uh bukan nya kau Rui?" tanya Yohan sambil menatap Rui.


Rui yang terlihat kikuk itu hanya bisa tersenyum kaku.


"Ah silahkan masuk" ujar Yohan membuka pintu rumah nya dengan lebar dan mempersilahkan mereka berdua masuk.


Tanpa pikir panjang,Rui dan Alana pun segera masuk, mereka di persilah kan duduk dan menunggu sebentar sementara Yohan membawakan minum, walaupun Rui bilang tidak usah repot-repot, namun Yohan dengan senyum manis nya bilang bahwa hanya minum itu tidak lah merepotkan.


Rui melihat sekeliling rumah itu, rumah yang sederhana namun cukup luas untuk ditinggali seorang diri.


Dia orang yang rapi juga,tatanan rumah nya bagus,pikir Rui.


"Kalian berteman?" tanya Alana berbisik.


Rui menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Tidak,dia kuliah di kampus yang sama denganku dulu" jawab Rui.

__ADS_1


"Dia tampan ya" ujar Alana sambil terkekeh.


Rui hanya mendengus mendengar perkataan rekan kerja nya itu.


Tak lama Yohan pun kembali dengan membawa minuman dingin untuk mereka.


"Jadi apa yang membuat kalian datang kemari?"tanya Yohan.


"Ah begini tuan Ronstar.."


"Tolong berbicaralah dengan santai" ujar Yohan sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, jadi kedatangan kami itu bersangkutan dengan satu kasus yang sedang kami selidiki"


"Kasus?"


Rui menganggukan kepala nya.


"Kau tau benar pekerjaan saya bukan?" ucap Rui.


"Ah ya,ya aku mengerti, jadi bagaimana aku bisa membantu kalian?"


"Begini tuan Ronstar,beberapa hari yang lalu lebih tepat nya mungkin 10 hari yang lalu,kami menerima laporan orang hilang yang bernama Cedric Ledanny, apa kau pernah mendengar nama ini?" tanya Alana pada Yohan.


"Aku tak pernah mendengar nama itu" jawab Yohan santai.


"Dari penyelidikan kami,kau pernah bertemu dengan nya bahkan sempat adu argumen dengan nya di mall plaza, bisa kau ceritakan bagaimana kejadian nya pada kami Yohan,?" ujar Rui dengan raut wajah nya yang serius.


"..."


Rui menatap Yohan yang juga sedang menatap dirinya,entah mengapa ia seakan tak suka pada pria yang sedang duduk di hadapan nya itu.


"Oh iya aku ingat kejadian itu,waktu itu kami memang sempat berselisih karena pacarku menabrak nya,jadi aku yang minta maaf pada nya"ujar Yohan berbicara dengan senyum khas nya yang ramah.


"Pacar?"


"Ya,pacarku,apa ada yang salah?"tanya Yohan dengan sedikit penekanan pada kalimat nya.


"T-tidak,tidak ada.." jawab Rui kikuk.


"Sejujurnya aku memang tak mengenal nya,kami hanya bertemu secara tak sengaja disana" ujar Yohan memperjelas kembali.


"Iya,aku juga sudah menduga nya bahwa anda memang tak ada kaitan apa-apa dengan orang itu" ujar Alana saat itu.


Yohan itu pandai membaca situasi,dia juga terkesan ramah,wajah nya yang mencerminkan orang polos dan baik itu membuat orang disekitarnya tak pernah berpikiran jelek tentang nya,tak terkecuali Alana saat ini.


"Pasti pekerjaan kalian ini sangatlah sulit untuk kalian,aku ingin membantu lebih tapi sepertinya aku tak tau banyak tentang orang itu"ujar Yohan.


"Anda sudah sangat membantu dengan menerima kami seperti ini" jawab Alana.


"Ah,bagaimana dengan mahasiswi yang dikabarkan hilang tempo hari?Aku belum mendengar kabarnya hingga hari ini" tanya Yohan sambil melirik ke arah Rui.


"..."


Rui dan Alana saling menatap bingung,namun ekspresi mereka itu membuat seringaian kecil di bibir Yohan saat itu.


"Kami sedang berusaha,bagaimanapun kami tetap harus mengerjakan tugas kami dengan baik" akhirnya Rui hanya bisa menjawab seperti itu.


"Ah,itu benar semoga pekerjaan kalian lancar" ujar Yohan tersenyum.

__ADS_1


"..."


Aku sangat tidak suka cara dia tersenyum dan menatapku.


Orang ini,sangat pandai menyembunyikan ekspresinya,pikir Rui dalam hatinya.


"Ada lagi yang ingin kalian tanyakan?"ujar Yohan pada Rui.


"A-anu,apakah benar pacarmu itu adalah gadis yang berjalan dengan tongkat pada saat itu?" tanya Rui tiba-tiba.


Yohan mendelik ke arah Rui,begitu pula dengan Alana.


Maksud nya,hal itu bahkan tidak ada kaitan nya dengan kasus yang sedang mereka selidiki.


"Kau tau darimana?" tanya Yohan dengan tatapan nya yang dingin.


"..."


Seketika Rui terlihat kikuk,dia masih penasaran dengan gadis yang tak bisa ia lihat di rekaman CCTV itu,seharusnya ia bisa mengontrol perasaan pribadi nya, jika sudah begini apa yang harus ia jelaskan, pertanyaan nya tadi terdengar sangat ambigu ketika di lontarkan.


"K-kami ini detektif Yohan,hanya jawab saja pertanyaanku" ujar Rui.


Terlihat Alana mengeryitkan dahinya ketika melihat ada yang aneh dari rekan kerja nya itu.


"Iya,iya kalian kan detektif,aku sampai lupa.Hanya saja aku sedikit sensitif ketika laki-laki lain menanyakan tentang pacarku" ujar Yohan sambil terkekeh.


Hal itu menambah suasana hati Rui menjadi tak enak,apalagi ketika Alana menyenggol lengan nya seakan berkata "Apa-apaan kau ini".


"L-lupakan saja pertanyaanku tadi,sepertinya aku agak lancang menanyakan urusan pribadimu"ujar Rui akhirnya.


Sial,jadi wanita itu pacarnya.


Aku tak bisa bertanya tentang wanita itu karena dia tak ada kaitan nya dengan pekerjaanku.


Aku akan terlihat seperti pria aneh bila bertanya mengenai pacar orang yang bahkan tak dekat denganku kan,ditambah lagi Alana sudah pasti tidak suka kalau ini berkaitan tentang Eleeya lagi,gumam Rui.


"Tidak apa-apa" jawab Yohan.


Pada akhirnya setelah tidak ada yang bisa ditanyakan lagi pada Yohan mengenai Cedric,Rui dan Alana memutuskan untuk pulang.


Digudang,Eleeya terlihat mondar-mandir sambil menggigit kuku ibu jarinya.


Sebenarnya siapa?,selama aku disini tak ada satu orang pun yang bertamu kesini dengan inisiatif mereka sendiri,kecuali bila Yohan lah yang membawa mereka kesini.


Aku tak bisa mengintip dan mendengar apapun dari sini,kenapa aku jadi cemas sekarang,gumam Eleeya.


"Eleeya"


Eleeya yang sedari tadi sibuk memikirkan siapa tamu itu kini dikejutkan oleh suara Yohan yang memanggil nya, saking ia sibuk berkutat pada pikiran nya,ia tidak sadar bahwa Yohan sudah ada di belakang nya.


"Apa yang kau pikirkan,kau terlihat cemas"


"..."


"Kemarilah" ujar Yohan.


Gadis itu langsung mendekati nya dan memeluk pria yang merentangkan tangan di hadapan nya itu.


"Tenang saja,tidak ada apa-apa.Aku akan melindungimu dari bahaya apa pun" ujar Yohan sambil mengusap kepala gadis itu.

__ADS_1


Hah,yang benar saja.Satu-satunya bahaya besar bagiku sekarang itu adalah kau,gumam Eleeya dalam hati nya.


__ADS_2