Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 24 : Dilema


__ADS_3

Sebelum lanjutin cerita nya, author mau nampilin ilustrasi karakter di novel ini, karena selera author bukan lagi manusia, jadi author pake yang 2D ya.



Eleeya/El




Nama lengkap : Eleeya white Fioneer


Umur : 20 tahun


tinggi badan : 165 cm


Spesifikasi : Seorang gadis yang rapuh,haus kasih sayang dan ga punya circle sosial gitu,di pandang aneh karena ekspresi nya suram, walau asli nya dia cantik banget.



Yohan




Nama Lengkap : Yohan Alcester Ronstar


Umur : 21 tahun


Tinggi badan : 178 cm


Spesifikasi : Seorang psikopat & bipolar disorder, ramah, bisa menyesuaikan diri dan menjadi idola di kampus.



Rui




Nama Lengkap : Ruihans Lyoudwill


Umur : 25 tahun


Tinggi badan : 177 cm


Spesifikasi : Anggota kepolisian khusus nya divisi detektif, baik, teman Eleeya sejak kecil, tidak bisa mengakui perasaan,sedikit pengecut.



Alana




Nama Lengkap : Alana Monteiro


Umur : 25 tahun


Tinggi badan : 169 cm


Spesifikasi : Anggota kepolisian, rekan kerja Rui, memliki perasaan kepada Rui.



Leo



__ADS_1


Nama Lengkap : Leo Relophan


Umur : 25 tahun


Tinggi Badan : 180 cm


Spesifikasi : Pecundang, idiot, go **** yourself


Oke segitu aja dulu gaess, kita lanjut kecerita:)


credit: art by pinterest


Yohan menyeret paksa Eleeya, dan dengan sekuat tenaga pula Eleeya berusaha melepaskan cengkraman Yohan di rambut nya, namun usaha nya itu tentu saja sia-sia, dari segi kekuatan dia sudah kalah sangat jauh.


Eleeya hanya dapat meronta-ronta sambil menangis.


Yohan menyeret Eleeya hingga ke gudang bawah tanah lalu di hempas kan nya tubuh gadis itu dan membuatnya meringis kesakitan.


"Aku sudah bilang jangan pernah membuatku marah, karena itu merepotkan, apa kau lupa hah?" teriak Yohan sambil menendang kaki gadis yang menangis kesakitan itu.


Eleeya sudah sering kali disiksa, entah itu oleh paman,bibi,leo atau Yohan sekali pun, tapi saat ini penyiksaan yang dilakukan oleh Yohan ini benar-benar membuat ketakutan nya naik menjadi berkali-kali lipat.


Dengan tubuh gemetar nya ia merengkuh tubuh nya, ia sudah tak sanggup berkata apa-apa lagi.


Dia marah karena teman nya tadi menggodaku, lantas itu kan bukan kesalahanku, kenapa aku di perlakukan begini, dia juga bilang dia tidak akan mencintaiku karena dia sangat membenci hal itu, tapi kenapa dia tetap berbuat seperti ini padaku,racau Eleeya di otak nya.


"Kenapa kau diam saja?Katakan, kau mau dibunuh dengan cara apa,hah?Katakan" Teriak Yohan lagi, membuat Eleeya tersentak dan memejamkan mata nya.


Yohan mendekati gadis yang sudah tak berdaya itu lalu mencengkram kuat pipi nya.


"Lihat aku El, apa kau tak menginginkan aku lagi?" ujar nya sambil menatap tajam Eleeya.


Sorot mata yang sudah lama tak dilihat oleh Eleeya kini hadir kembali di depan mata nya, ia hanya menangis dan tak menjawab apapun, membuat orang yang bertanya menjadi semakin kesal.


Yohan berdiri dan mengambil beberapa utas kabel saklar panjang yang terpajang disana, lalu dia kembali mendekat ke Eleeya.


Eleeya yang melihat hal itu membulatkan kedua mata nya, lalu berusaha menjauh dari sana, namun ia terlalu lemas untuk berdiri dan membuat gadis itu menggerakan tangan nya untuk menjauh dari Yohan.Ia terseok-seok di lantai dan mengerahkan sisa-sisa tenaga nya untuk dapat kabur dari tempat itu, walau pun itu hanyalah sia-sia.


Siapapun tolong aku, biarkan aku pergi dari sini,begitulah yang di pikirkan Eleeya kala itu


"KYAAAAAAA"


Eleeya berteriak ketika sebatan dari kabel itu menyentuh pinggang nya.


CTASS...CTASS..CTASS..!!!


Yohan mencambuk Eleeya beberapa kali hingga tiada lagi upaya Eleeya untuk berteriak, terdapat banyak bekas cambukan terlihat di tubuh Eleeya akibat nya.


"..."


Ketika disadari bahwa gadis itu sudah tak berteriak lagi, Yohan pun berhenti dan menatap gadis itu, namun tak ada rasa penyesalan terlihat di dalam tatapan nya, dia menggantungkan kabel tersebut di atas Eleeya, lalu ia pun pergi.


Eleeya sudah terengah-engah, ia sudah tak bisa berteriak dan menangis lagi.


Kenapa tak langsung bunuh aku saja, aku lebih senang kalau kau membunuhku sekarang, gumam Eleeya dalam hati nya.


Tak lama, Yohan kembali dengan segelas air dan obat penghilang rasa sakit di tangan nya.


"Minum obat ini" ujar Yohan menyuguhkan obat dan air kepada Eleeya.


" ... "


Eleeya tak menjawab dan mengalihkan pandangan nya, sungguh pilihan yang sangat salah, karena di rasa Eleeya mengabaikan nya, Yohan memasukan obat itu kedalam mulut nya lalu ia pun mencium Eleeya, sontak saja itu membuat gadis itu sangat terkejut.


Apa-apaan ini?Dia sudah gila gerutu Eleeya.


Eleeya yang sudah merasakan obat itu masuk kedalam mulut nya pun meronta.


Ingin rasa nya ia mendorong Yohan agar menjauh darinya, namun dia sudah tak ada tenaga untuk itu.


Setelah dirasa obat itu sudah berpindah, Yohan pun melepaskan ciuman nya dan terkekeh, lalu memberikan segelas air pada Eleeya.


Pahit sekali, akhirnya Eleeya mengambil air itu dan langsung meneguk nya karena obat itu rasa nya sangat pahit.

__ADS_1


Setelah hal itu, Yohan pergi keatas meninggal kan Eleeya sendirian disana tanpa rasa bersalah dan seakan tak terjadi apapun.


Eleeya masih terduduk lesuh disana,efek obat itu rupa nya lumayan cepat, sakit nya agak berkurang alhasil tenaga nya berangsur-angsur pulih, namun tetap saja rasa perih di sekujur tubuh nya masih terasa saat itu.


Lampu yang sudah remang dan kesunyian disana membuat dada Eleeya sesak, ia mengedip-ngedipkan mata nya sambil mengadahkan pandangan nya keatas.


Tak lama, terdengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga.


Yohan kembali lagi,berjalan santai dengan kedua tangan yang dimasukan kedalam saku celana.


"Sudah baikan?" tanya nya dengan senyum nya yang mengerikan.


"A,apa yang kau lakukan padaku?Kenapa kau melakukan ini?" Eleeya memberanikan diri untuk bicara.


"Sst,sstt" Yohan mengisyaratkan untuk jangan berisik pada Eleeya dengan meletakan jari telunjuk di bibir nya.


"Kata siapa kau boleh berbicara seperti itu padaku El?" ujar Yohan kembali dengan tatapan datar nya namun sangat mengerikan.


Itu membuat Eleeya tersentak,lantas tak berani menjawab lagi.


"Kau tahu, aku sedang kesal sekarang dan itu semua gara-gara kau"


" ... "


"Jadi, bisakah kita melanjutkan permainan kita lagi?" ujar Yohan sambil menyeringai.


Gadis itu kembali menangis, dengan bibir yang bergetar dan air mata yang tak tau sudah berapa kali terjatuh.


"Ada apa El, kemana senyumanmu yang biasa kau tunjukkan itu?"


"Hiks..Hiks..B-bunuh saja aku Yohan" ucap Eleeya terbata-bata, seperti nya gadis itu sudah tak kuat lagi.


" ... "


Yohan tercengang untuk beberapa detik, lalu ia mendekati gadis itu dan memegang kedua pipi nya.


"Bunuh?Tidak Eleeya,aku tidak bisa melakukan itu, aku lebih suka menciummu dari pada membunuh mu" ujar Yohan.


" ... "


"Tapi, kalau kau yang meminta nya, apa boleh buat"


Yohan mengambil kabel yang di gantung di atas Eleeya dan melilitkan nya di leher jenjang gadis itu, lalu pria gila itu menarik sisi kabel yang lain membuat Eleeya tercekik dan tak bisa bernafas.


Yohan terkekeh melihat ekspresi Eleeya yang menyedihkan itu.


"Woah,woah kau terlihat seperti anak anjing yang terjepit"


"Eek..Eek,to..lo..ng le..pas..kan "


Eleeya masih meronta-ronta memegangi kabel yang mencekik lehernya itu.


"Yo..ha..n" Rintih Eleeya.


Yohan mendelik menatap wajah Eleeya yang sudah memerah, seringaian di wajah tampan nya pun terlihat,ekspresi menyedihkan dan kesakitan yang Eleeya perlihatkan itu malah membuat gairah seksual pria itu memuncak.


"Hah,sial sampai saat ini pun kau masih menggodaku" ujar nya sambil membuka celana nya dan juga ****** ***** Eleeya.


Pada saat itu juga ia menyetubuhi Eleeya yang sedang sekarat di tangan nya, Yohan bergerak menggoyang kan pinggul nya di bawah gadis yang hampir mati itu hingga ia mencapai kepuasan nya, setelah ***** nya tersalurkan,hal itu membuat tubuh Yohan melemas, dan dengan perlahan kabel yang membuat leher Eleeya tercekik itupun lepas perlahan dari genggaman nya.


Eleeya terhempas di lantai sambil memegangi leher nya.


Eleeya mengalami batuk parah, sambil memegangi tenggorokan nya,ia pun mengatur nafas, muka serta mata nya memerah bersamaan, ia tak bisa lagi memikirkan apapun, ia sudah sangat pasrah, gadis itu malah sudah siap untuk mati, akan tetapi nyata nya dia masih selamat.


Dia tak habis pikir, ketika dirinya di ambang kematian, Yohan malah sibuk memadamkan api yang menyala di bawah nya.


Sungguh mengerikan, psikopat tetap lah psikopat, tidak ada yang berubah dari nya.


Eleeya kembali mengeluarkan air mata.


Kalau bisa memilih, dia tidak ingin jatuh cinta pada pria seperti ini.


Namun, dia juga tak bisa memungkiri kalau kebahagiaan nya juga terletak pada Yohan, walaupun mereka harus dikaitkan dengan suatu hubungan yang tak sehat seperti sekarang ini, disisi lain Eleeya merasakan kasih sayang di setiap Yohan memperlakukan nya dengan lembut, dia juga tak merasa kesepian lagi, dan dia selalu di anggap ada bila di samping Yohan.

__ADS_1


Sial, aku harus bagaimana,kutuk Eleeya di dalam pikiran nya.


__ADS_2