Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 38: Dimulainya penyelidikan


__ADS_3

DRRT..DRRT


Deru ponsel pun memecah keheningan didalam ruangan itu,pria yang merupakan si pemilik ponsel itu pun mengangkat panggilan itu dan menjawab "Ya,baiklah" sambil menganggukan kepala nya.


Setelah mengakhiri panggilan itu,pria itu pun bergegas keluar dari ruangan itu.


Sementara di luar gedung,Rui telah tiba disana sembari menepuk-nepuk pipi Yohan agar ia terbangun.


Benar saja,tak lama kemudian,Yohan pun membuka matanya dan mengerutkan dahinya ketika mendapati kondisinya yang sudah terikat borgol di kedua tangan nya.


"..."


Tak berselang lama dengan Yohan yang telah sadar, seorang pria yang sebelumnya telah menerima panggilan dari Rui itu pun datang mendekati mobil Rui.


"Aku berhasil menangkap nya" ujar Rui sambil menunjuk bagian dalam mobil nya mengisyaratkan kalau orang yang dimaksud ada di dalam mobil.


"Kau berantakan sekali" ucap pria itu setelah melihat keadaan Rui penuh memar diwajah nya.


"Kau tau Tian,beberapa menit yang lalu aku berusaha memperjuangkan hidupku" ujar Rui sambil memegangi wajahnya yang penuh dengan memar itu.


Tanpa pikir panjang,Rui beserta pria yang bernama Tian itu pun memegangi Yohan dan menyuruhnya untuk segera masuk agar bisa di lakukan penyelidikan.


Yohan dibawa masuk kedalam satu ruangan dimana sudah ada petugas yang siap mengetik apapun yang dilontarkan Yohan.


Yohan pun disuruh duduk dengan kedua tangan yang diborgol kedepan.


Tian dan Rui berdiri di samping kanan dan kiri Yohan bersiap untuk melakukan penyelidikan terhadap pria yang terborgol itu.


Dengan wajah datarnya,Yohan hanya melirik kearah Rui dan Tian bergantian.


Diruangan itu ada beberapa staff selain mereka,dan mereka semua seakan menonton hal itu,mungkin mereka penasaran apa benar Rui telah berhasil menangkap sang pelaku kasus kehilangan orang di kota ini.


Yohan berhasil menyembunyikan rasa kesalnya dengan berperilaku tenang disana,hingga ketika pintu terbuka dan dua orang petugas tengah menyeret gadis untuk masuk kedalam ruangan itu.


Gadis yang diseret dan seakan dipaksa masuk keruangan itu tak lain adalah Eleeya, dia dipegangi oleh Alana dan satu petugas lain,karena Eleeya sempat meronta tak ingin dibawa oleh mereka,akibatnya luka di kakinya pun terbuka dan membuat kakinya kembali berdarah.


Melihat hal itu,Yohan yang awal nya sangat tenang itu spontan langsung berdiri dengan raut wajah yang terkejut dan kesal.


"Apa yang kalian lakukan,lepaskan dia" Teriak Yohan.


Teriakan dan perilaku Yohan membuat semua orang disana termasuk Rui menoleh kearah nya.


Lalu Rui pun melirik kearah Eleeya dan kaget karena mendapati bahwa kakinya berdarah.


"Eleeya,kakimu..."


"Apa kalian gila?Kalian membiarkan kakinya terluka begitu saja,bagaimana kalau itu infeksi" ujar Yohan yang seakan terserang kepanikan.

__ADS_1


Yohan berusaha berjalan mendekati Eleeya namun ditahan oleh Rui dan Tian, dengan wajah paniknya ia terus menerus menatap Eleeya yang bersebrangan dengan nya.


"El,duduklah disampingku" ujarnya.


"Hei diamlah,dia tidak akan duduk disini,kau mengerti?Cobalah untuk tenang" ujar Tian memegangi pundak Yohan.


"..."


Eleeya hanya terdiam dan memperlihatkan wajah bingung dan bodohnya,ingin rasa nya ia berlari kepelukan Yohan,namun kedua tangan nya sedang dipegangi oleh Alana dan seorang petugas polisi.


"Apa kau yang melakukan hal itu?" tanya Yohan dengan netra tajam menatap Alana.


Alana menatap kearah Rui dan Rui hanya mengangkat kepala nya keatas,mengartikan pertanyaan apakah benar yang dikatakan oleh Yohan?.


"Ini bukan salahku,ini terjadi karena gadis ini menolak dibawa kesini,dia meronta-ronta dan akibatnya luka dikakinya terbuka kembali" jelas Alana.


"Kau baik-baik saja Eleeya?" tanya Rui pada Eleeya.


Eleeya hanya menganggukan kepala nya pelan tanpa menatap Rui.


"Kalian bahkan membiarkan dia berdiri dengan kondisinya seperti itu,setidaknya biarkan dia duduk,apa yang salah pada kalian?" ujar Yohan yang merasa kesal pada para petugas itu.


Eleeya menatap wajah Yohan dengan raut wajah yang takut dan cemas,namun Yohan hanya tersenyum lembut kearah Eleeya seakan lega dapat melihat gadis itu kembali.


Rui memberi isyarat pada Alana untuk mengantarkan Eleeya ke tempat duduk nya sekarang,dan Alana pun melakukan nya.


"...Ah bu,bisakah aku duduk disamping Yohan?" ujar Eleeya tiba-tiba.


"...Huh?" ucap Alana bingung.


Kenapa gadis ini mau duduk disampingnya,maksudku mengapa dia baik-baik saja akan hal itu?Bukankah orang itu yang telah menyekap dan menyiksanya? gumam Alana setelah mendengar permintaan Eleeya.


"Kau harus duduk disini denganku" ujar Alana.


Eleeya menolehkan pandangan nya kearah Rui dengan mata yang berkaca-kaca.


"Pak,saya mohon biarkan saya duduk disamping nya" ujar Eleeya lagi.


"..."


Rui mengerutkan dahinya,lalu melirik kearah Yohan.


Lama ia berpikir,lalu ia pun menghela nafasnya kemudian menganggukan kepala nya.


"Kemarilah,El" ujar Yohan tersenyum.


Eleeya melangkahkan kakinya pelan dan duduk disamping Yohan.

__ADS_1


Dengan lengan yang terborgol itu,ia meraih tangan Eleeya dan mengenggam nya, hal itu membuat Rui yang tepat berada di samping mereka mengepalkan tangan dan menahan emosinya.


"Apa kau tidak apa-apa,apa kakimu sakit?" ujar Yohan dengan raut wajah khawatir.


"...A-aku tidak apa-apa" jawab Eleeya yang kebingungan karena melihat Yohan begitu khawatir dengan keadaan dirinya,sesungguhnya dia sangat senang,dia sangat bahagia saat itu,disisi lain dia lega karena ternyata tak ada yang nama nya kecelakaan yang terjadi pada Yohan,hanya itu yang ia pikirkan.


"..."


Setelah memastikan bahwa Eleeya baik-baik saja,Yohan pun mendongakan wajahnya ke arah Rui dan mengubah raut wajah nya menjadi menyedihkan.


"Pak,kenapa kami di bawa kesini?" tanya nya.


Rui mendelik ketika melihat bagaimana pria gila di hadapan nya ini mengubah ekspresi wajahnya.


"Hah,kau bertanya kenapa?Lihat ini" Rui memperlihatkan luka sayat di telapak tangan nya dengan darah yang masih membekas disana.


"Dia menyerangku,bahkan ketika tahu bahwa aku adalah seorang polisi"


Semua orang yang berada di ruangan itu pun mulai berbisik dan suasana disana jadi agak bising karena nya.


"Dia ini seorang kriminal,aku melakukan beberapa penyelidikan,terkait kasus yang kutangani soal Cedric Ledanny tempo hari,seorang saksi mengatakan bahwa dia terlibat perkelahian bersama anak ini,dan setelah nya Cedric pun menghilang,aku juga melihat ruangan rahasia di dalam rumah nya,terlebih dia telah menyekap gadis ini dan menyiksa nya,bisa dilihat bahwa luka di pergelangan kakinya itu diakibatkan pukulan benda logam,dan di tangan nya juga penuh dengan luka seperti cambukan" ujar Rui panjang lebar.


Yohan membulatkan kedua mata nya ketika melihat Rui mengatakan hal panjang lebar tentang dirinya.


Lalu Eleeya hanya diam saja sambil sesekali melirik kearah Yohan yang sedang dilanda rasa cemas itu.


"Lalu,aku yakin dia menyimpan sesuatu di dalam rumah nya, dia memang sangat hebat menghilangkan jejak saat dia melakukan aksinya,maka dari itu aku ingin meminta tim forensik untuk menyelidiki isi dari rumah nya itu" ujar Rui lagi.


Suasana di ruangan itu pun semakin gaduh akibat penjelasan dari Rui.


Rui menyeringai dan melirik kearah Yohan yang menegang akibat perbuatan nya.


"Tindak kriminal nya itu telah terbukti ketika dia menyerangku secara brutal,dan kalian bisa lihat sendiri akibat dari tindakan brutal nya itu" ujar Rui sambil mengarahkan tangan nya ke Eleeya.


"..."


Ayolah Eleeya,kau lah satu-satu nya saksi yang bisa membuat pria itu mengakui perbuatan nya,kau harus membantuku sekarang karena aku juga akan membantumu terbebas dari pria gila itu,gumam Rui dalam hati.


Eleeya hanya menundukan kepala nya, dia tak berbicara apa-apa,dia takut dan bingung harus berbicara apa,dia sadar bahwa ia dan Yohan bisa saja menjadi tersangka sekarang,telapak tangan nya yang digenggam oleh Yohan kini basah karena dia terlalu gugup.


Terlihat Yohan hanya menatap nya datar,dan itu membuat orang tidak bisa membaca isi pikiran nya.


Melihat Eleeya yang bungkam,orang-orang pun mulai berbisik dan berspekulasi,ada yang bilang diam nya Eleeya itu mencurigakan dan sebagainya.


Kenapa dia hanya diam saja?Apa karena dia sedang diancam sekarang?pikir Rui.


"Apa hubungan kalian yang sebenarnya?" Akhirnya seorang staff yang bertugas mencatat laporan terkait penyelidikan ini pun bertanya pada Yohan dan Eleeya.

__ADS_1


__ADS_2