
Flashback off***
***Author pov
BRAAAKKK...
Dengan penuh rasa kesal Rui menendang kursi di kamarnya itu hingga terpental.
"Hah,kenapa dari banyak nya pria,harus dia?" gumam Rui.
Terlepas dari itu,apa yang dia lakukan pada Eleeya sehingga membuat gadis itu seakan tak ingin bertemu denganku lagi?gumam Rui dalam pikiran nya.
Terlihat Rui menghela nafasnya beberapa kali,lalu ia pun menghempaskan tubuhnya diatas kasur nya yang empuk.
"..."
Dia menatap langit-langit kamarnya,ekspresi wajahnya menggambarkan kalau ia sedang berpikir keras.
"Aku senang karena aku tau di baik-baik saja,tapi disisi lain,aku khawatir,apa dia akan baik-baik saja bersama pria itu?" gumam Rui.
Tiba-tiba dia mendelik,seperti ada suatu hal yang terlintas di kepala nya.
"Ya,seperti itu,aku harus melakukan hal seperti itu"gumam nya dengan wajah yang bersemangat malam itu.
*
Eleeya membuka mata nya perlahan,lalu mengedipkan nya berkali-kali,pagi itu udara dingin sungguh menusuk.Ia menarik selimutnya menutupi hingga ke leher,rasanya enggan sekali bagi Eleeya untuk bangun dan beranjak dari kasur itu.
Eleeya tersentak ketika mendapati seseorang tengah memeluknya dari belakang.
"Hm,tubuhmu hangat" ujar Yohan dengan suara berat beserta lengan yang melingkari pinggang ramping Eleeya.
"..."
Yohan menenggelamkan kepala nya di sekitar leher Eleeya.
Deru nafasnya begitu terdengar di telinga Eleeya dan membuat gadis itu geli serta merinding.
"Ada apa El?" bisik Yohan.
Suara Yohan yang berbisik seakan mendesah di telinga Eleeya itu membuat gadis itu jadi salah tingkah.
Yohan hanya terkekeh ketika mengetahui ekspresi gadisnya seperti itu, ia pun mendaratkan sebuah ciuman lembut di pipi gadis itu, membuat pipi gadis itu memerah karena malu.
"Hah,rasanya aku enggan sekali beranjak dari kasur ini" ujar Yohan.
"Ah,tapi kau ada kelas hari ini" ujar Eleeya sambil mengubah posisi nya untuk menghadap ke arah Yohan.
"Iya,sayang nya seperti itu" jawab Yohan sambil mengelus pipi gadis yang sedang berada di dalam selimut yang sama dengan nya itu.
"..."
"Kau juga harus bangun,kita harus sarapan bersama" ujarnya lagi.
Eleeya menganggukan kepala nya pelan dan di balas dengan senyuman lembut dari Yohan.
"Mau mandi bersama?" Ajak Yohan tiba-tiba.
Itu membuat Eleeya sedikit kaget,pipi nya mulai memerah lagi akibat perkataan Yohan, dan sisinya yang seperti itulah yang membuat dia terlihat imut dan menggemaskan,dan belum lagi Eleeya menjawab nya,Yohan dengan sigapnya menggendong Eleeya dan membawanya kekamar mandi.
__ADS_1
"Sarapan nya nanti saja,aku sudah telat" ujar Yohan tengah bersiap-siap pergi.
"Itukan gara-gara kau sendiri" ucap Eleeya mendengus.
Yohan hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya ketelinga Eleeya.
"Aku begitu karena kau sangat cantik ketika sedang mandi" bisiknya.
"Hah,a-apa maksudmu?" ujar Eleeya salah tingkah, terlihat telinga nya memerah karena Yohan menggoda nya.
"Pft,lucu sekali" gumam Yohan.
"...Apa?"
"Tidak..Tidak, baiklah aku akan pergi"
"Hati-hati dan cepat pulang"
Yohan menatap gadis yang berdiri di ambang pintu itu cukup lama,membuat gadis itu kebingungan karena nya.
"Jaga rumah,dan selalu ingat perkataanku,tetap berada di dalam hingga aku pulang" ujarnya.
Eleeya menganggukan kepala nya mengisyaratkan kalau ia mengerti,Yohan selalu mengatakan hal itu ketika dia pergi atau meninggalkan gadis itu dirumah sendirian.
Setelah Yohan pergi, Eleeya hanya bisa berdiam diri dirumah sambil mengerjakan hal-hal yang dia bisa kerjakan,seperti membereskan rumah itu atau sekadar menyiram bunga yang ada dikebun.
Sepertinya gadis itu sudah sangat terbiasa tinggal disana hingga tak ada lagi niatan dalam dirinya untuk kabur.
"Huh,Yohan juga membaca buku seperti ini?" ucap Eleeya sambil membuka halaman buku yang sedang dipegang nya.
TING..TONG...TING..TONG...
Ketika Eleeya tengah duduk membaca sebuah buku,terdengar bel beserta ketukan yang bersamaan dari pintu depan.
Diliriknya jam dinding, baru menunjukan jam 11 dan Yohan mana mungkin pulang di jam segini, dia baru saja pergi satu jam yang lalu,terlebih dia tak pernah mengetuk atau pun membunyikan bel ketika pulang.
DEG!Jantung Eleeya berdetak agak cepat karena dia tahu itu bukan lah Yohan.
Terlepas dari itu,suara ketukan dan bel yang berbunyi terus-menerus itu menambah kecemasan dalam dirinya.
Ia bersembunyi di kamarnya,berharap orang yang berada di depan itu segera pergi.
"Permisi,apa ada orang didalam?" ujar orang asing itu.
Itu siapa,kenapa ada orang asing tiba-tiba kemari?pikir Eleeya.
Kumohon cepatlah pergi,gumam nya.
"Permisi,kami hanya ingin memberitahukan bahwa ada kecelakaan yang terjadi,dan kami menemukan alamat ini di tanda pengenalnya" ucap orang itu.
"Apa memang tidak ada orang?" ucap nya lagi.
Eleeya terdiam membatu ketika mendengar penuturan dari orang asing itu,ia kaget bukan main sehingga membuatnya berkeringat dingin dan tanpa sadar menitikan airmata nya.
"Kecelakaan katanya?" gumam Eleeya.
Di balik dinding kamarnya yang tak berjauhan dengan pintu utama itu,Eleeya meringkuk dengan tubuh yang bergetar.
Apa yang dikatakan orang diluar itu benar?Siapa orang itu?Apa Yohan yang mengalami kecelakaan itu?
__ADS_1
Berbagai macam pertanyaan muncul begitu saja di kepala kecil Eleeya.
Sedangkan orang itu masih saja dengan gigih mengetuk dan membunyikan bel sambil berteriak "Permisi" membuat Eleeya bingung dan pusing.
"Hah,mungkin memang tidak ada orang,kasihan pria muda ini" gumam orang asing itu.
Mengetahui orang itu akan segera pergi ketika mengucapkan kalimat ambigu itu,Eleeya langsung berlari dan membuka pintu itu.
Pria yang mungkin lebih dewasa darinya itu agak kaget ketika melihat Eleeya di hadapan nya yang muncul tiba-tiba.
Dengan wajah yang panik dan keringat yang bercucuran Eleeya memegang lengan orang itu.
"Siapa yang kecelakaan?" ujar Eleeya.
"..."
Pria itu hanya menatap Eleeya dengan wajah yang agak gelisah dan juga bingung,mungkin dikarenakan kemunculan Eleeya yang tiba-tiba itu membuat pria itu sedikit kaget.
"Kenapa kau diam saja?Siapa yang kecelakaan?" tanya Eleeya sekali lagi dengan sedikit penekanan.
"Ah, ini aku menemukan ini di dompet pria yang kecelakaan tadi,kami mencoba menghubungi seseorang tapi handphone nya rusak,apa kau mengenalnya?" ujar pria itu memberikan kartu tanda pengenal pada Eleeya.
Eleeya mengambil kartu itu dengan cepat,dia menutup mulutnya yang hampir terpekik ketika mendapati nama Yohan beserta fotonya terpampang di kartu tanda pengenal itu.
Kakinya bergetar ketika mengetahui hal itu.
"B-bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Eleeya sambil menangis.
"Aku juga tidak tahu,dia sedang di bawa kerumah sakit ketika aku pergi kesini" jelas nya.
"Rumah sakit mana?"
"Rumah sakit pelayanan publik,kau bisa..."
"Tolong antarkan aku kesana" ujar Eleeya sambil menekan lengan pria itu.
"Huh?" ujar pria yang tampak nya sedang terkejut itu.
"Pak,tolong antarkan saya kesana,saya ingin bertemu dengan nya" ucap Eleeya memohon.
"...Baiklah,akan aku antarkan" ujar pria itu.
Di sepanjang perjalanan,Eleeya hanya terlihat gelisah sambil menggigiti kuku jari tangan nya,pria itu melirik Eleeya dari kaca mobil dengan raut wajah khawatir akan keadaan gadis yang sedang duduk di kursi belakang itu.
Sebelumnya aku menganggap ini hanya tipuan atau orang iseng saja, tapi kartu tanda pengenal itu memang benar milik Yohan.Ya tuhan,semoga tak terjadi apapun pada nya,aku harus melihat sendiri dengan mata kepalaku bahwa dia baik-baik saja,pikir Eleeya.
"Huh,ini bukanlah Rumah sakit" gumam Eleeya yang tengah menatap keluar jendela mobil.
Eleeya melirik pria yang sedang mengemudikan mobil itu.
Tak lama kemudian,ia pun memberhentikan mobilnya dan memarkirkan nya.
"Pak,ini bukan lah Rumah sakit pelayanan publik,ini kantor polisi" ujar Eleeya yang kebingungan.
"..."
Pria itu melepaskan sabuk pengaman nya dan hanya menatap Eleeya dari kaca tanpa berbicara apa-apa.
Lalu,ia pun turun,melangkahkan kakinya membuka pintu Eleeya dan meminta Eleeya untuk turun.
__ADS_1
"Kau belum menjawab nya,kenapa kita malah kesini?" ujar Eleeya yang sudah mulai merasa takut.
"Ikuti saja aku,kau akan mengetahui jawaban nya ketika sudah berada di dalam" ujar pria itu.