
Yohan menghela nafasnya lalu ia pun mengenggam lebih erat tangan Eleeya.
"Kami berpacaran pak,dan kupikir Detektif Rui mengetahui hal itu" ucap Yohan sambil melirik kearah Rui.
"Detektif Rui mengetahuinya,kau bilang?"
"Iya,sedikit cerita bahwa aku bertemu Eleeya dalam keadaan nya yang sudah begini,dia bercerita dia sering mendapat perlakuan kasar dari seseorang yang adalah keluarganya,ketika aku melihat luka-luka di tubuhnya itu sangat serius,aku mencoba membantunya dan dari kejadian itu kami menjadi lebih dekat dan sekarang kami memilih tinggal bersama karena kami sudah berkomitmen dengan perasaan kami masing-masing" ujar Yohan.
Eleeya yang mendengarkan penuturan omong kosong dari Yohan itu hanya menatap nya dengan tatapan penuh pertanyaan,namun dengan sangat tenang Yohan malah melontarkan senyum manisnya ke arah Eleeya.
"Itu mana mungkin benar,itu hanya omong kosong yang direkayasa nya, jelas-jelas luka-luka itu adalah perbuatannya" ujar Rui yang sudah tersulut emosi karena Yohan.
"Apa yang harus direkayasa pak,kau tahu benar hubungan kami,dan semakin kesini sepertinya kau sangat ingin memisahkan kami,kau bahkan terang-terangan menyatakan bahwa kau tak terima ketika tahu kami berpacaran,dan kau juga menyentuh Eleeya walau kau tahu dia adalah kekasihku,apa yang sebenarnya kau pikirkan Pak?Apa kau menaruh hati pada kekasihku?" ucap Yohan yang membuat Rui mendelik mendengarnya.
Semua orang termasuk Tian dan Alana membulatkan kedua mata mereka dan menatap kearah Rui dengan tatapan tak percaya.
Sial,bajingan gila ini.
Dia berbohong,dia bahkan bersikap seolah-olah dia tak melakukan kesalahan,jangan bilang semua orang percaya pada omongan nya,gerutu Rui dalam hatinya.
"Jangan sembarangan bicara,aku mana mungkin melakukan hal seperti itu" ujar Rui sambil menatap tajam kearah Yohan.
"Aku hanya mengatakan apa yang terlihat,dan terlepas dari hal itu mengapa kau menuduhku seperti ini Pak?" ujar Yohan dengan tatapan polosnya seakan dia memang tidak melakukan apapun.
"Apa-apaan kau ini?Aku sudah menjelaskan panjang lebar kenapa kau ditangkap,dan lagi kau mengacungkan pisau terhadapku walau kau tahu aku adalah seorang polisi" ucap Rui kesal.
"Saat itu,saat kau mengunjungi rumahku aku memakluminya karena kau bilang itu untuk pekerjaanmu,kau juga menunjukan lencanamu pada hari itu,lalu dikemudian hari,aku melihat seseorang sedang mengintip rumahku secara diam-diam dari celah pintu, pada saat itu aku sungguh takut, aku salah mengira orang itu adalah salah satu keluarga yang membuat Eleeya menjadi seperti sekarang,tetapi ketika ku lihat lagi ternyata itu adalah Detektif Rui yang sedang mengintip rumahku" ujar Yohan
Rui tersentak akan penuturan yang keluar dari mulut Yohan, ini sungguh diluar perkiraan nya, terlihat seluruh staff tengah berbisik dan keadaan menjadi terbalik.
"...I-itu" ucap Rui terbata.
Tatapan tajam dari Tian dan Alana yang seolah berkata "Apa maksudnya semua ini?" membuat Rui menjadi pusing dan tak bisa berpikir.
"Tapi hari itu kau mengatakan bahwa kau tinggal sendirian,kau menutupi adanya Eleeya di rumah itu"ujar Rui.
"Pak,saat itu Eleeya memang sedang tak berada dirumah,lalu waktu itu aku mengetahui fakta bahwa kau adalah teman dari Eleeya,awalnya aku pun tak terlalu memikirkan nya,tapi ketika aku melihat kau dengan beraninya mengintip rumahku,kupikir kau berniat menemui pacarku diam-diam dan itu membuatku cemburu" Yohan berdalih.
Alana yang menyaksikan hal itu pun hanya bisa diam dengan perasaan yang gelisah,begitu pun dengan Tian.
Apa yang dipikirkan Rui sebenarnya,aku sudah mencoba memperingatinya untuk mengkesampingkan urusan pribadinya.Sial,harusnya aku memang tak harus menuruti permintaan anak itu,gumam Alana sambil memegang kepala nya.
"Lalu hari ini,aku mendapati Detektif Rui masuk kerumahku tanpa izin dan menangkapku tanpa surat perintah,aku minta maaf telah membuatmu terluka,aku melakukan hal itu murni karena aku ingin membela diriku" ujar Yohan yang menundukan kepala nya di hadapan Rui seakan memohon maaf pada pria itu.
"...Huh?"
Yohan pun lalu mendongakan wajahnya dan menatap Rui.
"Detektif Rui, sekali lagi aku minta maaf" ujar Yohan sambil memberikan seringaian kecil dan hanya terlihat oleh Rui.
Dia pembohong gila,bajingan ini sengaja melakukan itu,gumam Rui yang tersentak karena ulah Yohan.
"Kau bajingan,berani-beraninya kau berbohong seperti ini, aku akan menelpon saksi yang melihat kau bertengkar dengan Cedric hari itu" ujar Rui mengeluarkan ponsel nya.
Yohan mendelik mendengar hal itu,ia menelan saliva nya ketika melihat Rui tengah mencoba menghubungi orang itu.
TUT...TUT...TUT...
Sial..sial...sial,nomornya tidak aktif,maki Rui dalam hatinya.
__ADS_1
"Bagaimana Detektif Rui?Apa kau bisa mengundang saksi itu" tanya staff pencatat laporan.
"...I-itu,dia tidak bisa dihubungi"
Yohan menghela nafas nya lega ketika tahu bahwa orang itu tidak bisa dihubungi, sedari tadi ototnya menegang,dia berpikir keras bagaimana ia akan berdalih ketika Rui berhasil memanggil orang itu,namun untungnya itu tidak terjadi.
"Hah,dia apa-apaan sih,dia melakukan penyelidikan secara diam-diam dan menangkap tanpa surat perintah,bukankah itu melanggar aturan?" bisik orang-orang yang berada di ruangan ini.
"Aku tahu dia,dia itu anak yang baru dilantik itu,padahal masih baru tapi sok hebat sekali"
"Iya,dan katanya gadis itu adalah kenalan nya,mungkin benar bahwa dia menyukai gadis itu dan dendam karena gadis itu lebih menyukai pria itu"
Semua orang mulai bergunjing dan berbisik menyalahkan Rui, itu membuat Rui kehilangan kepercayaan diri,ditambah kecemasan Tian dan Alana disana yang semakin menambah Rui kebingungan.
Lalu,ia pun menatap Eleeya dan mendekatinya.
"Eleeya apa hubunganmu yang sebenarnya dengan pria ini?" tanya Rui pelan kepada Eleeya.
"..."
Eleeya tak mengeluarkan satu kata pun untuk menjawab pertanyaan dari Rui.
"Pak,bukankah aku tadi sudah menjelaskan bahwa kami berpacaran" ujar Yohan menjawab pertanyaan Rui.
Pria sial,aku tidak bertanya denganmu,gumam Rui.
"Eleeya,apakah itu benar?" tanya Rui kembali.
"..."
Eleeya masih diam seribu bahasa dengan wajahnya yang menampilkan raut cemas dan bingung.
"Apa benar pria itu yang membuatnya menjadi berbohong,apa dia benar diancam?"
Begitulah terus orang menjadi gaduh dan berbisik ini dan itu.
Melihat Eleeya yang gemetaran itu,Yohan kembali mengenggam tangan nya dan membuat gadis itu menatap mata hitam nya yang pekat.
Yohan pun menekan sedikit pergelangan tangan Eleeya dan membuat gadis itu sedikit kaget.
"I-iya,apa yang dikatakan Yohan itu benar,ka-kami memang berpacaran" ucap Eleeya pada akhirnya.
Rui hanya melongo tak percaya ketika Eleeya mengatakan hal itu, harapan satu-satu nya hanya terletak pada Eleeya dan saat ini Eleeya malah membenarkan semua perkataan Yohan.
Ditengah kegusaran Rui,Tian mendekat menghampiri rekan nya yang sedang dilanda kebingungan itu,sejujurnya pria itu kecewa mengetahui bahwa yang dilakukan Rui pada dasarnya telah melanggar aturan dan dugaan nya sudah mendekati salah,tapi dia masih ingin melihat bagaimana Rui mengatasi kekacauan yang telah ia buat itu.
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Tian pada Rui.
Sial,ini tidak akan berhasil,pikir Rui.
Rui pun menghampiri staff pencatat laporan itu dan memberi tahu bahwa ia akan melakukan penyelidikan lebih lanjut di ruangan terpisah.
"Ya,terserah kau saja" ujar staff tersebut.
"Nah kau ikut aku" Ujar Tian membawa Yohan kesebuah ruangan yang diikuti oleh Alana.
Sedangkan Rui membawa Eleeya kesebuah ruangan yang lain.
"El..El" panggil Yohan yang gelisah ketika dipisahkan dengan Eleeya.
__ADS_1
Dengan perasaan sedih,Eleeya menatap Yohan yang sedang digiring oleh Tian dan Alana keruangan yang lain darinya.
Untuk saat ini,Rui berpikir akan lebih baik kalau mereka dipisahkan seperti ini,maka dengan pelan Rui akan menyadarkan Eleeya atas apa yang sudah ia lakukan.
*
"Kak Rui sebenarnya untuk apa kau melakukan hal ini?" tanya Eleeya dengan terbata.
"Eleeya,aku ingin kau berpikir dengan jernih atas apa yang terjadi,aku hanya ingin menolongmu"ucap Rui.
"..."
"Aku disini bersamamu sebagai seorang teman,aku tidak ingin melihatmu terluka seperti ini" ucap nya lagi
Hah,omong kosong apa yang sedang Kak Rui bicarakan,dia tidak ingin melihatku terluka katanya?Jangan bercanda,gerutu Eleeya.
"Kau hanya perlu bilang apa yang dilakukan pria itu terhadapmu,dan apa yang kau lihat ketika kau berada di dalam rumah nya" ujar Rui
"..."
Eleeya hanya diam dan menggigit bibir bawahnya lalu mengalihkan pandangan nya dari Rui.
"...Aku tidak tahu Kak"
Dia masih tidak ingin bicara,sebenarnya kenapa dia sebegitunya membela bajingan itu,pikir Rui.
"Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu terhadapnya,tapi yang terlihat,kau tidaklah begitu spesial baginya"
"...Huh?"
"Dia itu seorang pelaku kriminal,dia penyiksa dan aku yakin dia juga pembunuh" ujar Rui
"Pria seperti dia mana mungkin mencintaimu Eleeya,kalau orang lain saja bisa dibunuhnya dengan mudah,lalu tidak ada jaminan dia tidak akan membunuhmu di kemudian hari" Ujarnya lagi.
"..."
"Seperti yang kubilang,aku disini untuk menolongmu,sebagai temanmu satu-satunya aku..."
"Kak Rui" ujar Eleeya memutuskan perkataan Rui.
"...Huh?"
"Adakah orang didunia ini yang menginginkan orang seperti aku?"
"..."
"Adakah orang didunia ini yang akan marah atas namaku?"
"..."
"Adakah orang didunia ini yang menerimaku apa adanya dan menganggap keberadaanku itu penting?"
"...Apa?"
Eleeya menitikan airmata nya karena setiap perkataan yang ia lontarkan tadi,ia mengenang momen-momen indahnya bersama Yohan,dimana Yohan yang memperlakukan Eleeya seakan ia benar-benar menginginkan gadis itu,lalu Yohan yang akan marah pada orang yang membuatnya kesulitan,dia yang menerima dan membuat keberadaan Eleeya lebih berarti,semua itu hanya Yohan yang bisa melakukan nya.
"Apa kau bisa menjadi orang yang seperti itu Kak Rui?" tanya Eleeya.
"Eleeya,aku..."
__ADS_1
"Kak Rui,aku jatuh cinta padanya,itu tidaklah bohong,jadi bisakah kau melepaskan kami sekarang?"