Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Episode 44 : Menduga-duga


__ADS_3

Eleeya masih mematung tatkala Yohan menutup jendela,ruang kamar Eleeya kini dipenuhi dengan alunan musik yang berasal dari siulan Yohan.


Sambil bersiul,pria itu membenahi pakaian Eleeya yang tadi dibuatnya berantakan.


"Nah,kau harus tau kalau aku sebenarnya cemburu pada temanmu itu" ujar Yohan sambil menyunggingkan senyumnya.


"...Ce-cemburu?"


"Iya,menggelikan ya?Dia benar-benar berusaha menjauhkanku darimu"


"Tapi aku dan kak Rui...."


PLAAKKKK


Sebuah tamparan mendarat di pipi gadis itu,membuat gadis itu tertegun dan membulatkan kedua matanya, pipi kirinya terlihat memerah karena tamparan kuat yang berasal dari telapak tangan Yohan.


Gadis itu mencoba menahan tangisnya dengan menggigit bibir bawahnya sendiri,sedangkan yang memberi tamparan malah sangat terlihat tenang.


"Sudah kubilang berhenti memanggilnya kakak,kau tuli?" ucap nya dingin.


Eleeya meremas ujung pakaian nya,menyatakan kalau dia sedang takut sekarang,salah bicara sedikit saja maka tamatlah riwayatnya.


"Hah"


Yohan menghela nafas sambil mengacak-acak rambutnya.


"Tidurlah,sudah sangat larut sekarang" ucap Yohan.


Eleeya masih meremas ujung bajunya,mungkin bila dibiarkan itu akan robek sebentar lagi,ia melirik kearah Yohan hanya sekadar memastikan ekspresinya.


"Ada apa?Ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanya pria itu sambil memiringkan kepala nya.


"Ti-tidak ada,aku akan segera tidur" jawab Eleeya sambil melangkahkan kaki dan bersiap untuk segera tidur.


"Baik,aku akan pergi setelah memastikan kau benar-benar tidur"


Tatapan datar dari pria itu seakan menemani setiap langkah kaki Eleeya.


Sesekali gadis itu melirik pria yang masih berdiri didekat jendela itu,namun ia segera mengalihkan pandangan nya ketika tau sosok itu tengah menatap nya dengan tatapan yang begitu mengerikan.


Eleeya membaringkan tubuhnya dengan membelakangi Yohan.


Pria itu hanya berdiri disana,mengamati dengan seksama tanpa ekspresi di wajahnya.


Gadis itu memejamkan matanya,walaupun sebenarnya dia belum punya keinginan untuk tidur,ia memaksa matanya untuk terpejam agar Yohan segera pergi dari kamarnya.


"El?" panggil Yohan.


Hening,tidak ada sahutan dari gadis yang namanya di panggil itu.


Itu terlihat sepertinya gadis itu telah terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Setelah beberapa kali Yohan memanggil nama nya dan tetap tak ada sahutan dari gadis itu, Yohan pun melenggang pergi.


TAP...TAP...TAP...


Mendengar langkah kaki yang menjauh,itu berarti Yohan sudah pergi dari kamar itu, seketika Eleeya membuka matanya,sedari tadi dia memang belum tidur,matanya enggan untuk tertidur apalagi ketika dalam kondisi yang bisa dikatakan gelisah dan takut.


Dia berbalik memastikan Yohan dan berniat menutup pintu kamarnya.


"Ahh" pekik Eleeya.


Ia terpekik pelan karena tersentak mendapati Yohan masih berdiri disana sambil menatap nya.


Lelaki itu tersenyum membuat kedua matanya menyipit.


"Apa-apaan ini?Kau pura-pura tidur?" tanya nya.


Eleeya hanya bungkam dan menundukan wajahnya tak berani menatap sang lawan bicara yang begitu menakutkan itu.


Dia akan marah.. Dia akan marah, gumam Eleeya sambil meremas jari jemarinya sendiri yang dipenuhi dengan keringat dingin.


"Pft,nah tidurlah kembali,seharusnya aku tidak membangunkanmu" ujar pria itu sambil menarik selimut dan menyelimuti tubuh Eleeya.


Setelah itu,pria itu melenggang pergi,benar-benar pergi keluar dari kamar Eleeya setelah mematikan lampu kamar gadis itu.


Eleeya hanya melongo,entah seberapa lama dia tinggal dengan pria itu,dia tetap tak bisa mengerti sikap nya.


*


Pagi hari adalah saat dimana udara dingin begitu menusuk hingga ke tulang membuat gadis yang baru selesai mandi itu merengkuh tubuhnya sendiri karena kedinginan.


Ini sudah beberapa hari setelah kejadian waktu itu.


Seperti biasanya,Yohan selalu duduk di meja makan terlebih dulu.


Mata nya mendelik ketika melihat Eleeya yang sudah keluar dari kamarnya, dia pun melontarkan sebuah senyum dan menggerakan tangan nya seraya mengisyaratkan agar Eleeya duduk di sampingnya.


Eleeya mengerti,ia lalu segera berjalan mendekat dan duduk tepat disamping Yohan.


"Naik kan kakimu,aku akan mengganti perbannya" ujar Yohan.


Seperti yang telah diperintahkan nya,Eleeya menaikkan salah satu kakinya keatas kursi lalu dengan perlahan Yohan membuka lilitan perban yang telah basah pada kaki Eleeya,lukanya sudah mengering namun bengkaknya masih terlihat walau sedikit, Yohan mengambil perban baru dan mulai membalut lukanya dengan sangat hati-hati.


"Nah sudah selesai" ujarnya kemudian.


"Apa kau mau makan sesuatu?" tanya Eleeya.


Yohan menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin kau buatkan aku segelas susu" ucap Yohan.


Eleeya menganggukan kepalanya dan beranjak untuk segera membuatkan Yohan segelas susu dan meletakan dihadapan pria itu sesuai keinginan nya.

__ADS_1


"Aku menyukai warna dari susu ini,putih pekat tanpa campuran apapun" ujar Yohan sambil memandangi susu itu kemudian meneguknya hingga habis.


"Ah Yohan.." ucap Eleeya ragu.


"Hmm"


"Besok adalah hari ulang tahunku,bisakah kita merayakan nya?" ujarnya malu-malu.


Pria tampan itu tersenyum dan mengusap-usap puncak kepala gadis itu hingga rambutnya berantakan.


"Tentu,aku kan sudah berjanji akan memberikanmu hadiah yang spesial" ujar Yohan.


Jawaban itu membuat Eleeya senang,dengan senyum yang merekah ia memeluk erat tubuh tegap pria itu.


"Aku sangat menantikan nya" ucap Eleeya tersenyum senang.


*


Dilain tempat,terdengar isakan tangis dari seorang wanita paruh baya,sang suami yang berada disampingnya berusaha menenangkan walaupun dirinya juga tengah bersedih.


"Bapak,ibu kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus terkait,mohon jangan khawatir dan tunggu kabar nya" ujar pegawai kepolisian yang sedang menghadapi kedua suami istri tersebut.


"Pak,apanya yang jangan khawatir,ini sudah berbulan-bulan lama nya,kau bilang hal yang sama juga pada waktu itu tapi kabar apapun tak kunjung datang" ujar si istri yang kesal dan terus menangis.


Terlihat raut kebingungan dari pegawai kepolisian itu,dan itu terlihat oleh Alana yang tak sengaja melintas disana.


"Petugas Dan,ada apa?" tanya Alana.


"Oh Detektif Alana,mereka adalah orang tua dari salah satu anak yang hilang itu" ujar Petugas Dan.


"Kau seorang Detektif?Berapa lama lagi saya menunggu anda melakukan penyelidikan,aku bahkan sudah memberikan informasi pada Petugas ini perihal anak ku, hiks hiks" ujar wanita itu menyeka airmata nya menggunakan syal yang ia gunakan.


"Dia anak satu-satu nya kami,bahkan bila memang ia telah tiada,kami ingin melihat jasadnya" ujar sang suami dengan suara yang bergetar.


Alana menatap iba kedua orang dihadapan nya itu,terlepas dari itu ia juga merasa bersalah karena tak bisa menemukan kemana hilangnya anak mereka itu.


"Petugas Dan,bisa kulihat berkas tentang anak itu?" ujar Alana.


Petugas Dan pun memberikan sebuah amplop kepada Alana,dan segera di buka olehnya,didalam nya terdapat beberapa lembar foto yang sedang dilihat seksama oleh Alana.


"Itu ada beberapa foto Hailey bersama dengan pacar-pacarnya,dan itu foto terakhir yang ia ambil ketika dia dinyatakan hilang setelahnya" jelas wanita paruh baya yang diyakini sebagai Ibunya Hailey Scott.


Alana menatap foto-foto itu satu persatu,disana terlihat Hailey memasang gaya memakai dress pendek dan liontin dengan mainan berbentuk inisial namanya sambil tersenyum,itu adalah foto yang di upload nya terakhir kali di media sosialnya.


Semua pacarnya terlihat sangat tampan,maksudku seleranya sangat baik,semua yang pernah menjalin hubungan dengan nya ini bisa saja salah satunya adalah pelakunya,gumam Alana sambil terus menatap satu persatu foto tersebut.


Ya,kalau dia menyukai pria tampan itu berarti...


Alana terkesiap dan memasukan kembali semua foto tersebut kedalam amplop dan menyerahkan kembali ke Petugas Dan.


Tak lupa Alana kembali memberikan kata-kata penenang kepada sepasang suami istri yang tengah gundah dikarenakan anak semata wayang nya itu.

__ADS_1


Gadis itu melangkahkan kakinya di sepanjang koridor sambil berkutat pada pikiran nya.


Ini hanya dugaanku,tapi melihat dari semua yang telah terjadi,bisa saja memang dia orangnya,aku tak boleh gegabah,aku harus tenang memikirkannya,gumam Alana dalam hatinya.


__ADS_2