Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 22 : Investigasi (part 3)


__ADS_3

Rui memacu mobil nya agar segera menjauh dari sana, dia tidak habis pikir, bisa-bisa nya Leo berbicara sangat kasar tentang Eleeya, itu sungguh hal yang tak bisa ia terima.


"Kenapa kau malah menanyakan Eleeya?" ujar Alana tiba-tiba.


Gadis itu seperti nya tidak suka bila Rui terus saja memikirkan Eleeya.


"Kebetulan kita disana, jadi lebih baik aku menanyakan nya, aku sih sudah menduga kalau dia orang nya seperti itu, tapi aku tak menyangka kalau dia lebih bajingan dari apa yang kupikirkan" ujar Rui yang masih merasa kesal pada Leo.


"..."


Alana tak menjawab, sesungguh nya gadis itu menyimpan perasaan pada rekan kerja nya itu, tapi dia terlalu malu untuk mengungkap kan nya, dia sangat cemburu ketika Rui cerita soal Eleeya pada nya, padahal ia sadar bahwa ia tak memiliki hak untuk begitu pada Rui.


"Aku juga tak menyangka bahwa korban kecelakaan yang terjadi malam tadi itu adalah paman nya Eleeya" gumam Rui.


Rui melirik Alana yang hanya diam, lalu ia pun menghela nafasnya.


"Hah, baiklah maafkan aku.Aku janji tak akan bertanya dan mengatakan apapun lagi selain tentang kasus yang kita urus"


Seketika wajah Alana pun berubah menjadi cerah.


Dasar wanita, mungkin begitu lah isi pikiran Rui ketika melihat perubahan mood pada rekan kerja nya itu.


"Hei Rui, sebelum ke mall plaza ayo kita makan dulu" ajak Alana.


Rui melirik sebentar ke arah jam tangan nya, ternyata memang sudah saat nya jam makan siang.


"Kau benar, aku juga sudah lapar" ujar Rui yang fokus ke arah depan.


"Hei lihat itu" ujar Alana seraya menunjuk kearah kiri Rui.


Rui pun menoleh sebentar karena Alana menunjuk tempat itu, terlihat dari kejauhan tempat itu sangat ramai pengunjung.


"Apa itu taman hiburan yang baru saja di buka bulan kemarin?" ujar Alana bertanya-tanya.


Rui hanya melirik sedikit tempat itu lalu kembali fokus ke pandangan depan.


"Ayo kita kesana, seperti nya disana ada banyak makanan, kita bisa makan siang disana" ajak Alana.


"Hei, kita kan lagi sibuk, kita mana ada waktu untuk hal seperti itu" bantah Rui.


"Kita kan hanya mencari makan siang, sambil melihat-lihat, ayolah kau ini payah sekali"


"..."


Terlihat Rui berpikir sejenak, mungkin memang tidak apa-apa bila ke taman hiburan, sejenak refreshing sambil mencari makan siang.


"Baiklah, kurasa kau benar" ujar Rui yang membelokan kemudi nya menuju taman hiburan itu.


Ketika mereka hampir sampai disana, tiba-tiba terdengar dering suara handphone Rui di saku nya.


"Hallo pak"


"Oi Rui, ayo kesini kita akan makan siang bersama" ajak suara dari seberang sana.


"Makan siang bersama?"


"Iya, tenang saja aku yang traktir, kau hanya butuh datang kesini bersama Alana"


"Ah tapi.."


"Cepat lah datang"


TUT...TUT..TUT....


"Langsung dimatikan" gumam Rui.


"Siapa?" Tanya Alana.

__ADS_1


"Pak Nathan mengajak kita makan siang bersama" ujar Rui yang memutar balikan kemudi nya.


"Hah,sayang sekali" ucap Alana sambil menghela nafas.


"Ya, mau bagaimana lagi?Kau tau dia kan"


*


"Ini ambilah" ucap Yohan sambil menyodorkan gula kapas kepada Eleeya.


Eleeya menerima nya dengan perasaan senang, dia sudah berkeliling dan sudah hampir memainkan semua wahana yang berada di sini.


DRRT...DRRRTTT...


Seperti nya ponsel Yohan bergetar, karena asal suara nya dari saku celana nya.


Dan benar saja, ketika ia mengecek ponsel nya, ada seseorang yang menelpon nya.


"Hallo"


"Oi Yohan,kau sedang dimana kenapa berisik sekali?" ujar seseorang di dalam panggilan itu.


Eleeya hanya sesekali melirik Yohan sambil memakan gula kapas di tangan nya.


"Ah, aku sedang di taman hiburan"


"Wah benarkah?Oh ya malam ini jadi kan?"


"..."


Yohan tak segera menjawab, dia lantas melirik ke arah Eleeya yang tengah memakan gula kapas nya, lalu ia pun tersenyum.


Hal itu membuat Eleeya kebingungan dan menatap Yohan kikuk.


"Iya,aku akan datang.Oh ya apakah tak apa kalau aku membawa seseorang bersamaku?"


"Baiklah kalau begitu, sampai ketemu nanti malam"


TUT


Yohan mematikan panggilan nya, lalu kembali melirik Eleeya.


Dia tersenyum ketika melihat Eleeya makan permen itu dengan berantakan, di bibirnya terdapat gula kapas yang menempel dan Eleeya seperti nya tak menyadari nya.


Tanpa memberi tahu apapun,Yohan membersihkan serpihan gula kapas itu di bibir Eleeya, namun yang membuat Eleeya terkejut adalah dia membersihkan itu bukan menggunakan tangan nya namun menggunakan bibir nya langsung.


"Itu sungguh manis" ucap Yohan sambil mengelap bibirnya dengan ibu jarinya.


"..."


Perbuatan nya itu sukses membuat merah padam di pipi Eleeya,apa yang tengah di pikirkan Yohan di tempat terbuka seperti ini, itu mungkin agak memalukan tapi juga membahagiakan, pikir Eleeya.


"Kalian seperti nya sepasang kekasih?"


Mereka lalu dikejutkan oleh seseorang yang seperti nya tukang foto keliling di tempat itu.


"Mau saya ambil foto kalian?"


"Sepertinya tidak, kami..."


"Iya, aku mau" ujar Eleeya memotong perkataan Yohan.


"..."


Awal nya Yohan sangat enggan melakukan hal itu, namun ketika melihat raut wajah Eleeya yang seperti nya sangat menginginkan itu, akhirnya ia pun mengiyakan tawaran orang itu.


"Baiklah, tersenyum"

__ADS_1


CEKREK


Si tukang foto mengibas-ngibaskan sebentar hasil jepretan nya lalu ia pun memberikan nya kepada Eleeya.


Eleeya menerima foto itu dengan mata yang berbinar-binar, di tangan nya terpampang foto nya bersama dengan Yohan.


"Seperti nya kau sangat senang hanya karena hal itu"


Eleeya hanya mengangguk-anggukan kepala nya.


"Ini foto berdua kita yang pertama kali nya" ujar Eleeya dengan senyum yang merekah.


"..."


Yohan pun lalu membalas nya dengan senyuman kecil nya.


"Kemarikan,biar aku yang menyimpan nya" ujar Yohan mengambil foto tersebut di tangan Eleeya.


Lalu mereka melanjutkan berkeliling di taman hiburan itu.


Setelah puas bermain disana, dan terlihat hari juga sudah semakin gelap, mereka pun akhirnya pulang.


Di dalam mobil Eleeya tersenyum setiap saat, ia begitu senang hari ini dan itu berkat Yohan.


Pria yang sedang di samping nya itu begitu lembut terhadap nya sekarang, entah itu semua berawal darimana, rasa nya ia sangat sulit untuk lepas dan jauh dari pria itu.


"Nanti kau akan ikut aku menemui teman-temanku" ujar Yohan.


"Teman?Teman kampus?" tanya Eleeya agak panik.


"Hei, kau kira temanku hanya ada disana ya?Temanku itu banyak El" ujar Yohan sambil terkekeh melirik Eleeya.


Ah,benar juga.


Aku hampir melupakan hal yang penting itu, di luar sana Yohan itu benar-benar orang yang berbeda, dia benar-benar menggunakan topeng nya ketika bersama dengan teman-teman nya, pikir Eleeya.


Tak lama kemudian, Eleeya yang awal nya tenang itu terlihat gusar, dia melihat kesana kemari, dan memeriksa semua bagian mobil di dekat nya, muka nya terlihat panik dan mata nya berkaca-kaca.


Hal itu lantas membuat Yohan kebingungan.


"Kau kenapa?Apa yang sedang kau cari?"


"Dimana?Kenapa tidak ada dimana-mana?" gumam nya.


"El,El tenang lah" ujar Yohan yang sedang menyetir dan sesekali melirik kearah Eleeya.


"Itu fotoku bersamamu yang pertama kali nya, kenapa tidak ada" ujar Eleeya yang masih terlihat sangat panik.


"..."


Yohan menepikan mobil nya kepinggir lalu berhenti, terdengar helaan nafas nya ketika tau apa yang membuat gadis itu panik, ia pun merogoh saku nya lalu mengeluarkan sebuah foto dan menunjukan nya kepada Eleeya.


"Fotonya ada bersamaku, aku yang menyimpan nya,kau ingat?"


Eleeya mengambil foto itu dari tangan Yohan, seketika wajah nya berubah menjadi lega dan dia pun kembali duduk dengan tenang sembari mendekap foto mereka berdua.


Ketika dirasa Eleeya sudah tenang kembali, barulah Yohan kembali mengemudikan mobil nya.


*


Rui dan Alana sudah berada di ruang CCTV mall plaza.


"Ah itu kan" gumam Rui.


Rui membuat wajah nya lebih mendekat ke layar monitor, seakan tak percaya bahwa orang yang sedang berargumen dengan Cedric saat itu adalah Yohan.


Lalu pandangan mata nya pun beralih kepada wanita yang berada di samping Yohan.

__ADS_1


"Dia kan..."


__ADS_2