Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)

Kiss Me Or Kill Me (Cium Aku Atau Bunuh Aku)
Chapter 49 : Perubahan besar


__ADS_3

Alana duduk di balkon apartemen nya sambil memandangi langit yang dipenuhi banyak nya bintang,ia mengancingkan jaketnya ketika udara malam itu semakin dingin.


Ia terlihat mengusap-usap mata nya yang terlihat bengkak dan sembab,sepertinya dia telah menangis untuk waktu yang lama.


GLEK..GLEK..GLEK


Ia meneguk habis sekaleng bir yang ia pegang,ini sudah bir kelima yang ia habiskan dalam waktu singkat malam ini.


Ia memegang kepala nya yang tampak nya sudah mulai pusing.


"Dasar,Rui idiot" teriak Alana yang sudah setengah mabuk.


"Bahkan dia tidak mencoba menghubungiku,dasar sialan" gerutu Alana sambil memelototi ponselnya.


Aku harusnya menemui Tuan Ronstar nanti,aku sudah berpikiran jelek tentang nya,aku juga menuduhnya meremehkan aku kemarin.


Hah,dasar Rui


Aku tidak habis pikir anak itu akan seperti itu,dan lebih parahnya aku mencintai anak itu,dan sekarang aku ditolak,itu sangatlah menyakitkan,gumam Alana.


"Apa bagusnya Eleeya itu sebenarnya?" gumam Alana.


Ia mengambil sekaleng bir lagi,membukanya lalu meneguk isinya.


Terlihat muka nya sudah mulai memerah,sepertinya dia sudah hampir mabuk sekarang.


"Hah,harusnya Eleeya itu mati saja,dengan begitu tak ada lagi yang menganggu pikiran Rui" racaunya.


Terlihat gadis itu menghela nafasnya kasar,ia meraba-raba meja disebelahnya guna mencari ponselnya.


Ia membuka galeri foto di ponsel nya,terdapat banyak sekali fotonya bersama dengan Rui tersimpan disana.


Ketika sedang asyiknya menatapi setiap foto mereka yang tersimpan di ponsel itu, lalu fokusnya terhenti pada sebuah foto yang tak lama ini baru saja diambil.


"Oh ini foto korban yang baru ditemukan pagi tadi" ujar Alana sambil menatap foto tersebut, seketika ia seakan tersadar dari mabuknya.


Setelah menatap foto tersebut beberapa menit,ia pun seakan teringat sesuatu dan langsung membuat sebuah panggilan telepon.


"Hallo" ujar suara dari seberang sana.


"Hallo Tian,maaf menganggumu malam-malam,aku hanya ingin bertanya bagaimana hasil otopsi jenazahnya?" tanya Alana.


"Ah,ya sepertinya dia memang disiksa kemudian dibunuh,banyak bekas sayatan pisau di tangan nya,dan cambukan di seluruh tubuhnya,dia sangat banyak kehilangan darah,tikaman di lehernya juga sangat dalam,tapi belum ada laporan tentang jejak yang ditinggalkan pelaku atau semacamnya,bahkan sidik jari pun tidak ditemukan" jelas Tian.


"Ah begitu ya, jadi apa kau berpikir kalau itu memang korban perampokan?"


"Ya,itu dugaan sementara,kita harus menyelidiki lebih jauh lagi"


"Oh tadi kau bilang tubuhnya di penuhi cambukan?Cambukan yang seperti apa?"


"Entahlah,itu belum dikonfirmasi"


"Baiklah,terimakasih Tian"


Alana mematikan teleponnya dan menyandarkan punggungnya di sofa, netra nya kembali menatap bintang yang berkelip dilangit malam itu.


HATCHUUU...

__ADS_1


"Ah sial,aku jadi flu" ujarnya.


Ia bersin beberapa kali,membuat hidungnya tampak memerah,kian malam udara disana semakin terasa dingin,pantas saja Alana jadi flu karena nya, ia memang mengenakan jaket tapi dia hanya mengenakan celana training yang tipis saat itu.


"Sebaiknya aku masuk saja dan tidur,besok ada tempat yang harus kudatangi" ucap nya sambil beranjak dan masuk kedalam meninggalkan kaleng-kaleng bir yang berserakan di balkon nya.


*


Eleeya tampak cantik malam itu dengan balutan dressnya yang berwarna putih,itu adalah dress pilihan Yohan untuknya,terlihat sangat cocok ketika dikenakan oleh Eleeya, kulitnya yang putih,bola matanya yang berwarna senada dengan warna rambutnya itu menambah kecantikan nya malam itu.


Sudah beberapa hari ini Yohan selalu mengajak Eleeya jalan-jalan,ketika siang mereka akan berbelanja di mall,menonton bioskop,bermain game dan lain sebagainya,sedangkan ketika malam tiba Yohan akan mengajak Eleeya keluar untuk makan malam,seperti yang sedang mereka lakukan sekarang.


Eleeya sangat senang ketika Yohan memperlakukan nya dengan sangat lembut,ini terasa sangat berbeda dengan perlakuan nya selama ini terhadap Eleeya.Semua orang yang melihat pasti mengira mereka adalah pasangan yang sangat serasi,bagaimana tidak?Yohan yang terlihat sangat tampan dan Eleeya yang terlihat begitu cantik,membuat setiap pasangan yang melihat mereka akan menjadi iri.


"Apa makanan ini sesuai dengan seleramu?" tanya Yohan.


"Ah,i-iya" jawab Eleeya sambil membelah steak dan memasukkannya kedalam mulutnya.


"Baguslah" ucap Yohan tersenyum sambil mengangkat tangan untuk menopang pipi nya.


Luar biasa,inikah yang dinamakan kencan makan malam, direstoran yang bagus dan suasana yang romantis,dulu aku sangat memimpi-mimpikan hal seperti ini,siapa sangka aku mengalaminya sekarang,dan yang terpenting bersama orang yang kusukai,gumam Eleeya dengan pipi yang memerah.


Ketika sedang sibuk bergumam dalam pikiran nya, Eleeya kaget dengan sentuhan hangat dan lembut pada tangan nya.


Ia tersentak ketika Yohan menyentuh tangan nya kemudian mengenggamnya.


"Kupikir aku harus mengatakan hal ini,walaupun aku tau ini sudah sangat terlambat,tapi aku harus mengatakan nya" ujar Yohan dengan ekspresinya yang sedikit kikuk.


"...Mengatakan apa?"


"El,aku pikir aku menyukaimu,jadi maukah kau menjadi pacarku?"


DEG!


Jantung Eleeya berdebar saat itu juga,Eleeya membulatkan kedua matanya,menatap wajah pria yang tampak sedang malu-malu dihadapan nya itu, bagai keruntuhan buah durian,Eleeya bahkan tak berkedip setelah mendengar pernyataan dari Yohan, rasanya ia ingin menangis menjerit dan memberitahukan pada seluruh dunia bahwa dia sangat senang sekarang.


"El,kau mendengarkan aku?"


"Ah iya,aku mendengarkan"


"Jadi,jawabannya?"


"T-tentu aku mau,itu adalah harapanku" ujar Eleeya tersenyum,terlihat airmata dari sela-sela matanya memaksa untuk keluar.


Ini bukan kali pertama ia menangis,namun beda nya ini adalah airmata kebahagiaan yang pertama kali nya untuk Eleeya.


"Syukurlah,aku sangat senang" ujar Yohan.


Dia mengenggam dengan erat tangan Eleeya,menariknya kemudian menciumnya dengan lembut,netra hitam pekat yang biasa nya menatapnya datar dan mengerikan itu kini menatapnya dengan tatapan yang lembut,seperti halnya seorang pria terhadap kekasih yang dicintainya, ini adalah tatapan ternyaman yang dirasakan Eleeya setelah sekian lama ia bersama dengan Yohan.


"Oh,aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu" ujar Yohan beranjak dari kursinya.


"Apa?Itu tidak perlu,kau.."


"Hei,aku yang ingin melakukan hal itu,kau hanya harus duduk dan dengarkan aku bernyanyi untukmu" ucapnya lalu melenggang pergi menuju panggung musical disana.


Terlihat ia berbicara sebentar dengan orang-orang disana,lalu ia duduk dengan mic didepan nya,dia bahkan sempat melambaikan tangan nya kearah Eleeya dan tersenyum pada gadis itu,membuat semua pengunjung disana sontak langsung menatap ke Eleeya.

__ADS_1


Hah,apa aku sedang bermimpi sekarang?


Dia berkata dia menyukaiku?


Dia bahkan memintaku menjadi pacarnya?


Dan sekarang,dia berada di atas panggung itu untuk menyanyikan sebuah lagu untukku?


Ayolah,ini terlalu nyata untuk disebut sebagai mimpi,dan kalau pun benar ini mimpi,aku tidak berniat untuk bangun,gumam Eleeya dengan mata yang tak bergeming menatap Yohan.


If I had to live my life without you near me


The days would all be empty


The nights would seem so long


With you I see forever, oh, so clearly


I might have been in love before


But it never felt this strong


Our dreams are young and we both know


They'll take us where we want to go


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you 🎵


Sebuah lagu sederhana yang mempunyai makna yang begitu dalam,seiringnya lagu itu dinyanyikan,tatapan pria yang sedang bernyanyi itu tak henti menatap sang gadis yang tampak terkejut setengah mati itu, seluruh pengunjung disana bahkan begitu terpana dengan suara indah yang di lontarkannya,mungkin Eleeya sekarang baru akan mengerti bagaimana rasanya bila hati sedang berbunga-bunga,karena ia baru saja mengalaminya.


Eleeya terperangah bahkan saat Yohan telah kembali pada tempat duduknya,entah apa yang berada dipikiran gadis itu,namun ekspresinya cukup menjelaskan kalau dia tampak terkejut dengan semua yang Yohan lakukan padanya.


Yohan menopang pipinya kembali dan tersenyum,membuat kedua mata nya menyipit melihat ekspresi dari gadis yang berada dihadapan nya itu.


Dia sangat terkejut,lucu sekali.


Harusnya aku melakukan ini sejak lama,entah kenapa baru sekarang, dia satu-satunya orang yang ingin berada di sampingku walau apapun keadaanku,sungguh mengesankan.


Akhirnya aku mengatakan hal yang tak bisa kukatakan dari dulu padanya.

__ADS_1


Menggelikan,ini bukan seperti diriku.


Aku tak menyangka pertemuanku dengannya kini membawa sebuah perubahan besar terhadapku, gumam Yohan dalam hatinya.


__ADS_2