
Pada akhirnya, Aldi dan Riana melakukan honey moon menggunakan voucher menginap dari Rizky. Aldi dan Riana, menghargai hadiah yang Rizky berikan untuk mereka. Aldi bahkan meminta Riana untuk tidak memperpanjang urusan voucher tersebut.
Gak usah di pertanyakan lagi. Bersyukur Rizky memberikan kita hadiah menginap, iya kan? Begitulah ucapan Aldi pada Riana, saat keduanya tengah membereskan barang bawaan mereka. Riana sempat masih mendebat ucapan suaminya itu. Dengan sabar, Aldi menanggapi dan menasihatinya.
Terima saja. Nanti, kita bawakan saja dia hadiah yang kira-kira, dia butuhkan. Riana pun menerima keputusan suaminya itu.
Kini, keduanya sudah sampai di loby hotel. Riana semakin mengerutkan dahinya melihat hotel yang terbilang cukup mahal untuk menginap dalam semalam.
Ya, ampun. Rizky ngeluarin uang berapa banyak buat beli voucher menginap di hotel ini? Bohong kalau sedikit. Meski cuma bintang tiga, pasti harganya mahal. Lobinya aja sebagus ini, gimana kamarnya? batin Riana.
"Ayo!" Riana tersadar dari lamunannya dan mengikuti langkah Aldi.
Ia menggandeng lengan Aldi dan berbisik, "mas, menginap di hotel ini, kira-kira bayar berapa semalam?" tanyanya.
"Tergantung," jawab Aldi.
Dahi Riana berkerut. Mereka sudah tiba di kamar. Riana bahkan cukup takjub melihat kondisi kamar yang bersih dan besar. Belum lagi, area bathroom yang terlihat cukup bagus dan bersih.
"Kok, tergantung, mas?" tanya Riana kemudian.
Aldi meletakkan koper mereka di bagian ujung kamar. Hari sudah mulai gelap, saat mereka tiba. Aldi pun memesan melalui layanan kamar.
"Mas." Aldi menatap Riana lembut.
"Tergantung apanya?" tanya Riana lagi.
"Jenis kamar yang diambil." Riana menganggukkan kepala mengerti.
"Kalau untuk kamar ini, kira-kira berapa?" Riana masih berdiri di depan Aldi dan menatap keliling kamar itu.
Merasa gemas dengan rasa penasaran istrinya, Aldi menarik tangannya lembut. Riana yang memang dalam posisi lengah, terjatuh tepat di pangkuan Aldi.
__ADS_1
"Mas, ihh," keluhnya.
"Kamu itu seperti anak kecil yang ingin tahu segalanya," ucap Aldi yang membuat Riana mencebikan bibirnya.
"Aku kan cuma penasaran, mas. Aku gak mau Rizky sampai mengeluarkan uang jutaan hanya untuk kita honey moon. Toh, kita bisa melakukan honey moon di Toulouse nanti." Aldi menganggukkan kepalanya.
"Aku tahu itu. Tapi, hargailah sedikit pemberian adikmu. Tidak perlu kita mencari tahu harga dari hadiah yang dia berikan. Yang penting, keikhlasan dia dan ketulusannya memberi. Itu sudah lebih dari cukup." Aldi menjawil hidung Riana.
Riana menatap dalam mata suaminya. Dari dulu, suaminya ini selalu punya pesona yang tak bisa ia pungkiri. Belum lagi kedewasaannya. Aldi yang ditatap seperti itu oleh istrinya, menaikkan kedua alisnya bingung.
Tiba-tiba saja, Riana berinisiatif mencium bibir Aldi lebih dulu. Mendapat serangan dadakan, membuat Aldi sedikit terpaku. Namun, sedetik kemudian ia membalas ciuman istrinya itu. Riana bahkan mengalungkan kedua tangannya ke leher Aldi.
Sayangnya, kenikmatan keduanya harus terhenti saat bel pintu berbunyi. Riana menyembunyikan wajahnya di bahu Aldi. Aldi sendiri terkekeh melihat reaksi malu-malu dari istrinya.
Ah, gagal, jerit Aldi dalam hati.
"Aku harus buka pintu. Service room sudah datang," bisik Aldi di telinga Riana.
Cepat-cepat Riana membuang pandangannya dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Aldi mendudukkan Riana di sofa yang tadi didudukinya. Kemudian berdiri dan membukakan pintu.
Saat Aldi membukanya, Riana segera memejamkan matanya erat. Aldi terkekeh mendapati wajah Riana yang memerah.
"Kita makan dulu. Nanti baru kita lanjutkan," ucap Aldi lirih.
"Buka matanya."
Perlahan, Riana mulai membuka matanya dan menatap Aldi malu. "Aku senang kamu sudah mulai mau menciumiku lebih dulu. Sekarang kita makan dulu ya. Besok, kita sarapan di cafenya saja." Riana mengangguk.
Mereka pun makan dalam diam. Riana bahkan menundukkan kepalanya. Beberapa kali Aldi memintanya untuk tidak menunduk. Namun, Riana melakukannya lagi dan lagi.
Selesai dengan makanannya, Riana segera masuk ke kamar mandi. Ia berencana berendam untuk menghilangkan rasa malunya. Aldi menggelengkan kepala seraya tersenyum, melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.
__ADS_1
Istri, Aldi tersenyum.
Perlahan, semua impiannya tentang Riana terwujud. Menjadikannya kekasih dan menjadikannya istri. Tinggal satu mimpi Aldi saat ini. Menjadikannya ibu untuk anak-anaknya kelak.
*****
Riana keluar dari bathroom dan melihat suaminya tengah menerima telepon. Aldi tersenyum padanya. Riana pun mengisyaratkan agar Aldi meneruskan pembicaraan itu. Mendengar Aldi berbicara dalam bahasa Prancis, membuat Riana yakin jika suaminya itu tengah melakukan pekerjaan. Apalagi, dengan laptop yang ada di depannya.
Ia pun mengambil ponselnya dan membuka beberapa pesan masuk di sana. Salah satu pesan yang masuk adalah pesan dari mamanya, ibu mertuanya, dan ipar sekaligus sahabatnya Yani.
Semua inti pesan tersebut berhubungan dengan pelayanan sebagai istri. Terutama di malam pertama mereka. Riana merasa malu membahas hal itu. Tak lama, Aldi selesai dengan teleponnya.
"Aku mandi dulu ya," Riana mengangguk setelah Aldi mengecup keningnya.
Aldi pun berlalu ke dalam bathroom. Riana melanjutkan melihat ponselnya. Sayangnya, rasa lelah akibat resepsi siang tadi, ditambah dengan kurang tidur kemarin, membuat Riana cepat jatuh dalam buai mimpi. Ia bahkan tak menyadari, jika ponselnya masih menyala.
Aldi masih berada di dalam bathroom dalam waktu yang cukup lama. Ini adalah pengalaman pertamanya melakukan hubungan suami istri. Meskipun status Riana sebelumnya janda, Riana mengaku belum pernah melakukan hubungan intim dengan sang mantan suami. Keduanya, baru ada pada tahap berciuman.
Lagi-lagi, Aldi menarik napas dalam dan menghembuskannya. Ia mengingat saran Aldo, untuk melakukannya perlahan.
Jangan terburu-buru. Lakukan perlahan dan buat dia merasa dicintai. Jika kau melakukannya dengan lembut, Riana akan merasa kau sangat mencintainya.
Setelah mempersiapkan diri cukup lama dalam bathroom, Aldi pun keluar. Ia melihat Riana yang sudah memejamkan mata di atas ranjang.
"Kau harus bersabar junior. Tidak apa. Malam pertama tidak harus langsung dilakukan bukan?" ucapnya pedih pada diri sendiri.
Setelah menggunakan pakaiannya, Aldi mengambil ponsel Riana dan mematikannya. Rupanya, Riana tengah menonton drama melalui salah satu tv streaming yang ada di ponselnya.
Setelah menyimpan ponsel Riana, Aldi menyelimuti istrinya dan mengecup keningnya. Tak lupa ia mengucapkan kata cinta pada istrinya. Aldi pun mematikan lampu dan ikut bergabung di samping Riana.
Aldi membawa Riana kedalam peluknya dan jatuh tertidur. Menikmati aroma yang menguar dari tubuh istrinya itu.
Aku akan membahagiakanmu, menjadikan mu ratu dalam hidupku, ibu bagi anak-anakku, rekanku saat menghadapi masalah, partner ku dalam mendidik anak-anak kita nanti. Tetaplah di sampingku, hingga napas ini terhenti, hingga mata ini terpejam, hingga nyawa ini menghilang dari tubuh. Aku akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kita. I love you honey. Now until forever.
__ADS_1
*****
Pagi genks.... Maafkan kemarin tidak up. ide ku ambyarππππ semoga ide gak ambyar lagi, biar bisa menyelesaikan story ini dan berlanjut ke story' Darren dan Bening. jangan lupa, like dan komen setelah kalian baca. sampai jumpa di bab selanjutnyaπ€π€π€ππππππ