Love After Marriage And Divorce

Love After Marriage And Divorce
(LAD) The End


__ADS_3

Tidak terasa, dua minggu sudah Riana berstatus sebagai ibu. Hari-harinya dipenuhi dengan kebahagiaan. Kedua orang tua serta adiknya pun, tengah berkumpul dengannya di rumah itu.


Baby Hani, menjadi rebutan mama dan ibu mertuanya setiap kali keluar dari kamar. Sebagai ayah, Aldi bahkan merasa cemburu pada putrinya sendiri. Namun, ia juga bersyukur, karena putrinya banyak mendapatkan cinta. Di sisi lain, Aldi bisa memiliki waktu berdua dengan Riana.


Kebahagiaan terpancar jelas di wajah Riana dan Aldi. Aldi bahkan menjadi lebih posesif pada Riana saat ini. Riana sendiri menikmati perhatian Aldi yang posesif itu. Ia mengerti, jika Aldi trauma saat dirinya menghilang dan ditemukan di rumah sakit dulu. Sejak itu, Aldi tidak mengizinkan Riana melakukan pekerjaan berat. Jika Riana sakit, maka ia diizinkan mengambil waktu libur.


Saat ini, masa magang Riana telah berakhir. Ia tengah menyusun skripsi. Namun, lagi-lagi tertunda karen kehadiran baby Hani. Aldi tak mempermasalahkannya. Ia bahkan membantu Riana mengerjakan skripsinya itu.


"Mas, ini sudah di bab akhir. Setelah ini, antar aku menemui dosen pembimbing ya." Riana berkata sambil membereskan skripsinya yang telah diprint.


"Pasti, Sayang," jawab Aldi.


Aldi mendekatinya dan membantu menyusun skripsi yang Riana buat. Setelah itu, memberikan segelas air hangat untuk istri tercintanya. Riana menerimanya dan meminum air tersebut hingga tandas.


***


Keesokkan harinya, Aldi dan riana pergi ke kampus. Aldi mengantarkan istrinya untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya. Ia menunggu di depan ruangan dosen. Tidak butuh waktu lama, Riana kembali ke luar.


"Bagaimana, diterima?" Riana tersenyum dan mengangguk.


Aldi ikut tersenyum dan merangkul bahu istrinya. Mereka pun berjalan bersisian menuju parkiran. Berhubung baby Hani sedang bersama para orang tua, Aldi mengajak Riana berjalan-jalan.


"Kita kencan, yuk! Sudah lama kita gak keluar berdua seperti ini," ajak Aldi.


"Mau kemana?" tanya Riana.


"Kemana saja. Asalkan bersama kamu." Riana menyetujui ucapan Aldi.


Aldi pun melajukan mobilnya membelah jalan. Mengelilingi banyak tempat dan berhenti di sebuah taman. Aldi membelikan es krim untuk istrinya. Dengan senang hati, Riana menerimanya.


"Riana." Suara itu membuat Riana dan Aldi menoleh.


Riana tersenyum mendapati mantan adik iparnya berdiri di sana. Rian mendekati mereka. Tak lama, seorang wanita memanggil Rian. Terlihat Rian yang mendengus kesal melihat wanita itu.

__ADS_1


"Siapa kamu?" tanya Riana seraya menunjuk wanita yang baru menghampiri mereka. Aldi bahkan sudah merangkul Riana.


"Istri." Rian segera membuang pandangannya. Wanita itu tersenyum malu dan merangkul lengan Rian.


"Wah, kapan kamu menikah? Kok kami gak diundang? Waktu Arkan menikah, aku juga gak lihat kamu," ucap Aldi.


"Waktu itu ... ya, begitulah." Rian menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Mas, ayo, pulang! Aku lelah." Wanita itu mengucapkannya dengan manja.


"Sudah, sana pulang. Dia sudah lelah itu." Dorong Riana.


"Aku tuh ingin melihat anak mereka. Bagaimanapun, aku dan Riana itu sempat dekat," ucap Rian kesal.


"Rian!" bentak Riana.


"Sama cewek tuh, lembut sedikit dong," omel Riana.


Rian terlihat semakin kesal pada wanita disampingnya. Ia hanya mampu mendengus kesal. Aldi sudah ingin tertawa melihat wajah Rian yang tertekuk.


"Ayo!" Keduanya pun berjalan meninggalkan tempat itu.


Rian hanya mampu menatap mereka dalam diam. Tak ia pedulikan wanita disampingnya yang terus merengek. Wanita, yang tidak sengaja ia rusak kesuciannya. Namun, ia tetap bertanggung jawab.


***


Riana dan Aldi pun tiba di rumah. Keduanya terkejut melihat mobil asing yang terparkir di halaman rumah.


"Mobil siapa, ya," ucap Aldi.


Aldi menggamit jemari Riana dan melangkah masuk. Riana melihat seorang wanita hamil yang sedang menggendong putrinya. Ia merasa mengenal wanita itu.


"Yasmine," panggilnya ragu.

__ADS_1


Wanita itu menoleh dan tersenyum pada Riana. Riana ikut tersenyum dan mendekat. Keduanya pun saling berbincang santai di ruang tamu. Rasanya, Riana seperti dipertemukan dengan teman lamanya.


Mereka mulai berbagi cerita seputar kehamilan dan bayi. Arkan yang ada di sana pun berbincang dengan Aldi. Termasuk Hansel yang kini semakin besar di gendongan Arkan.


Tidak terasa, matahari sudah meninggalkan peraduannya. Kini, langit sudah berubah gelap. Bulan sudah menggantikan tugas matahari. Yasmine dan Arkan pun berpamitan. Riana dan Arkan, sudah berdamai dengan masa lalu.


"Kami pulang dulu, ya," pamit Arkan.


"Terima kasih sudah mengunjungi kami," ucap Riana tulus.


"Sama-sama. Berbahagialah selalu. Kau pantas mendapatkannya," balas Arkan. Pria itu tersenyum hangat pada Riana.


"Mas, juga." Arkan memeluk Riana seperti adiknya.


Terdengar suara dehaman yang membuat Arkan melepas pelukannya pada Riana. Baik Riana maupun Arkan, hanya tersenyum menanggapinya. Riana pun memeluk Yasmine dan mengusap perut buncit wanita itu.


Ia melambaikan tangannya hingga mobil yang membawa Arkan dan Yasmine menghilang.


***


Kini, Aldi dan Riana akan merajut kasih berdua. Tidak ada lagi masalah yang bisa memisahkan keduanya. Mereka berharap, mampu menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga mereka.


Yang terpenting bagi keduanya adalah komunikasi. Saat komunikasi mereka terbentuk dengan baik, maka perjalanan rumah tangga mereka akan terasa lebih mudah. Apa pun masalah yang tengah mereka hadapi, mereka akan menghadapinya bersama.


Semoga saja Tuhan mengabulkan doa sederhana pasangan ini. Memberikan kebahagiaan pada keluarga mereka. Semoga cinta keduanya terus tumbuh dan terus berbuah hingga maut lah yang akan memisahkan.


Semoga, hingga nafas tak lagi berhembus, jantung tak lagi berdetak, bahkan jiwa tak lagi bersama dengan raga, keduanya terus memberi contoh pada anak-anak mereka kelak. Perjuangan cinta Aldi, akan ia ceritakan pada anak-anak mereka nanti. Bagaimana ia menjadi pria yang selalu menjaga ibu mereka. Menjadi sahabat serta suami yang selalu ada untuknya. Mendukung serta mendorong ibu mereka untuk tetap maju.


Begitupun dengan Riana. Ia akan dengan bangga menceritakan tentang Aldi pada anak-anaknya nanti. Bagaimana ayah mereka mencintainya, bagaimana Aldi terus mendukungnya dalam berkarir dan masih banyak hal yang bisa ia banggakan pada anak-anaknya nanti.


Aldi akan mendampingi Hani bertemu dengan jodohnya dan menjadi cinta pertama putrinya yang membanggakan. Membuat Hani, menjadi wanita beruntung memiliki ayah dan ibu yang mencintainya dengan cara yang luar biasa.


***

__ADS_1


Tamat genks..... udah bahagia semua😢 aku akan fokus pada cerita Darren dan Bening. Gak sanggup aku dua cerita berjalan. bukan 2, tapi 3. satu lagi, di tempat berbeda🤭.. Baiklah genks... mari kita melipir ke kisah Darren dan Bening. cerita itu, sudah terlalu lama dianggurin🤭


terimakasih untuk kalian yang sudah mendukungku. Terimakasih juga untuk kalian yang selalu setia bersamaku. Mulai dari novel pertama yang isinya bahkan acak-kadul dan tak karuan😅😅 sampai di cerita ini. God bless genks....


__ADS_2