
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------------...
NJ Company, perusahaan cabang tempat Elle bekerja..
"Apa alasan yang akan kamu katakan mengenai keterlambatanmu hari ini? Apa kamu lupa kalau hari ini ada rapat penting?"
Seorang wanita berusa 35 tahun menatap Elle dengan di penuhi rasa kesal.
Wanita itu mengerutkan keningnya melihat Elle yang hanya terdiam mematung dalam posisi berdiri dengan kepala yang menunduk dalam
"Kamu tidak akan menjawab pertanyaan yang saya berikan?"
Namun, bukan jawaban yang wanita itu dengar. Melainkan isakan kecil yang semakin lama semakin terdengar dengar jelas.
"E, eh.. Kau kenapa Elle?"
Wanita itu beranjak dari kursinya, dia menarik Elle kedalam pelukannya.
"Apa aku terlalu keras padamu? Hmm?? Maafkan aku, okay.. Ini adalah kali pertama kau terlambat masuk ke kantor, dan itu bertepatan dengan kita yang akan melakukan rapat. Jadi aku sedikit emosi.. Maafkan aku jika aku terlalu keras padamu, hm.."
Elle menggelengkan kepalanya. "Aku.. Aku.. Maafkan aku Clara.." Elle semakin terisak pilu.
Wanita yang di panggil Elle dengan nama Clara itu mengernyitkan dahinya. Jika Elle sudah memanggilnya hanya dengan nama, itu berarti Elle mengalami masalah besar yang tidak ada sangkut pautnya dengan ruang lingkup pekerjaan.
Selama 5 tahun dia menjadi atasan Elle, ini adalah kali ke 2 Clara melihat Elle terisak pilu seperti ini.
Yang pertama adalah ketika Elle kehilangan neneknya. Lalu sekarang ini? Masalah apa yang tengah di hadapi oleh wanita yang sudah dia anggap seperti adik kandungnya itu?
"Sebaiknya kita duduk dulu."
Clara menuntun Elle untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya. Dia kembali menarik Elle masuk ke dalam pelukannya.
"Menangislah sepuas hatimu."
Clara menepuk-nepuk punggung Elle, wanita itu mencoba untuk menenangkan Elle yang tidak hentinya terisak pilu.
Setelah puas menangis, Elle melepaskan pelukannya kemudia menatap Clara dengan di penuhi rasa tidak enak hati.
"Kau sudah puas menangis?"
Elle menganggukkan kepalanya.
"Kau yakin? Jika masih merasa belum puas, kau boleh menangis lagi."
Elle menggelengkan kepalanya.
"Aku minta maaf.."
__ADS_1
Clara mengernyitkan dahinya. "Untuk apa kau meminta maaf?"
"Maafkan aku karena aku tidak mengikuti rapat."
Clara menghela nafasnya, dia menggenggam tangan Elle dengan lembut.
"Sudahlah, lupakan hal itu.. Aku bisa menanganinya. Lagi pula, rapatnya pun sudah berjalan dengan lancar. Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, hmm.."
"Aku benar-benar minta maaf.. Aku tidak bermaksud untuk membawa masalah pribadiku ke ruang lingkup pekerjaan. Hanya saja, aku tidak bisa menahan air mataku." Kedua mata Elle kembali berkaca-kaca.
Clara menyunggingkan senyumnya. "Aku mengerti, aku juga pernah berada di posisimu. Apa kau lupa? Aku juga pernah menangis tersedu-sedu saat berada di kantor karena masalah yang aku miliki dengan suamiku. Kau tidak lupa kan? Kalau kau juga lah yang menenangkanku saat itu."
Elle seketika saja terkekeh kecil. "Aku tidak akan pernah melupakan hal itu, Clara.. Saat itu adalah saat di mana terjalinnya hubungan baik di antara kau dan aku."
Clara pun ikut terkekeh. "Ya, itu adalah moment konyol yang justru malah membuat kita menjadi lebih dekat."
Elle tiba-tiba saja jadi membayangkan moment itu, hari di mana Clara menangis tersedu-sedu, hari di mana di dan Clara menjadi sangat akrab.
Waktu, ketika Elle masih menjadi anak baru di kantor ini, saat itu juga Elle belum menjabat sebagai kepala bagian keuangan. Itu saat-saat di mana Elle baru satu tahun bekerja di kantor ini, saat-saat di mana Elle masih menjadi karyawan biasa. Dan Elle pun waktu itu masih bekerja di bagian design promotion.
Ada satu hari, di mana waktu itu, Elle harus mengumpulkan laporan pada Clara dan harus mempresentasikannya.
Awalnya memang berjalan dengan baik-baik saja, semuanya berjalan dengan lancar.
Elle mempresentasikan laporannya dengan sangat baik, Clara pun memperhatikan penjelasan Elle dengan sangat baik pula.
Namun, saat dia mempresentasikan lembar ke 3, Clara tiba-tiba saja terdiam mematung. Tatapan wanita yang menjadi atasannya itu kosong, benar-benar kosong. Elle sudah memanggil namanya berkali-kali, tapi wanita itu tetap tidak meresponnya.
Saat Elle menyenggol bahu Clara, dan kalian tahu apa yang terjadi?
Bibir mencebik, mata merah, hidung berair, jangan lupakan kakinya yang juga menendang-nendang udara. Sama persis seperti anak berusia 4 tahun yang mengamuk karena tidak di beri susu.
Dan tidak ada yang bisa Elle lakukan saat itu saat itu selain menenangkan Clara. Dia hanya bisa memeluk, mengelus punggung Clara, juga berkata kalau semuanya akan baik-baik saja. Jahat sekali Elle jika meninggalkan Clara dalam kondisi yang menyedihkan seperti itu.
Tapi, beruntungnya, saat itu di dalam ruangan Clara hanya ada Elle saja. Sehingga tidak ada orang lain selain Elle yang mengetahui betapa konyolnya cara menangis Clara.
Sungguh, Elle benar-benar tidak dapat melupakan moment itu.
"Haaahh.. Aku tiba-tiba saja jadi membayangkan moment itu kembali." Clara menggaruk pelipisnya.
"Aku juga membayangkan moment itu. Aku membayangkan di mana kau menangis tersedu-sedu seperti seorang anak berusia 4 tahun yang tidak di beri jatah susu."
"Uwah.. Benarkah?"
Elle menganggukkan kepalanya.
2 wanita beda usia itu tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak.
"Oh Tuhan.. Sungguh.. Aku saja geli membayangkan diriku sendiri yang seperti itu."
"Benar, kau terlihat berantakan.." Elle kembali tertawa renyah.
__ADS_1
Clara menghela nafasnya, dia tersenyum melihat Elle yang sudah kembali tertawa.
"Kau merasa lebih baik?"
Elle menyunggingkan senyumnya seraya mengangguk kecil. "Aku jauh lebih baik."
"Baguslah.. Aku tidak akan bertanya apa masalahmu, dan aku juga tidak akan memintamu untuk menceritakannya padaku. Ceritakanlah di saat kau sudah merasa siap, hmm.."
Elle menganggukkan kepalanya. "Terima kasih Clara.."
"Jangan sungkan Ell.. Seorang kakak perempuan sudah sepantasnya selalu ada untuk adik perempuannya yang sedang mengalami masalah.."
"Aku menyayangimu Cla.." Elle memeluk Clara dengan cukup erat.
Clara membalas pelukan Elle dengan tak kalah eratnya. "Aku juga menyayangimu Ell... Ingatlah, aku selalu ada di sisini untuk selalu mendukungmu.."
"Aku akan mengingatnya dengan baik.."
"Sudah, kita harus bekerja.."
"Mmm.." Elle mengangguk kecil kemudian melepaskan pelukannya.
Elle lantas beranjak dari sana, dia hendak kembali ke ruangannya.
Namun, sebelum itu..
"Ell, 20 menit lagi tolong temenin saya rapat sama pihak dari kantor pusat ya. Sama tolong siapin pembukuan keuangan selama 6 bulan ke belakang."
Elle sedikit mengernyitkan dahinya. "Bukan kah datanya sudah saya kirimkan minggu lalu? Atau adakah kesalahan dalam laporan yang saya buat?"
Clara mengedikkan bahunya, dia juga tidak tau kenapa pihak dari kantor pusat tiba-tiba saja mengabari kalau akan ada yang datang kesini untuk memeriksa pembukuan keuangan.
"Pemeriksaan dadakan, mungkin."
"Baiklah kalau begitu, saya permisi.."
Clara mengangguk kecil.
Elle pun benar-benar berlalu pergi dari sana.
Saat dia berjalan di lorong yang menuju ke ruangannya, tubuhnya tiba-tiba saja terdiam mematung melihat seseorang yang tidak asing baginya.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
__ADS_1
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
Bye bye..