Love Line (Gavin X Elle)

Love Line (Gavin X Elle)
Muak


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------------...


"Ell, kau mau pergi kemana?"


Sungguh, Dean merasa sangat panik melihat Elle yang mengemasi pakaiannya ke dalam koper.


"Ell, ku mohon, jangan seperti ini."


Dean menggenggam tangan Elle, dia berusaha untuk menghentikan niat Elle.


"Lepas!" Elle menghempaskan tangan Dean dengan kasar.


"Ku mohon Ell, kau mau pergi kemana? Jangan seperti ini.."


"Aku tidak memiliki alasan yang kuat untuk tetap tinggal di rumah ini, Dean.."


Elle menatap Dean dengan sorot mata yang memancarkan sejuta rasa luka dan kekecewaan.


"A, aku bisa menjelaskan semuanya. Ku mohon, aku akan menjelaskan semuanya. Tapi jangan seperti ini, hmm? Ku mohon.. Mari kita bicarakan hal ini baik-baik."


"Apa lagi yang harus kita bicarakan, Dean? Sudah cukup aku mengetahui semuanya. Tentang sebidang tanah yang menjadi tujuan utama mu menikahi aku, dan tentang kekasihmu yang menjadi alasan selama ini kau tidak pernah mau menyentuhku. Aku sudah cukup mengetahui semua itu."


"Aku benar-benar muak dengan semua hal yang aku jalani dalam kehidupan rumah tangga ini, Dean!! Aku memang tidak mengerti, sebidang tanah apa yang sebenarnya kalian inginkan. Tapi jika kalian memang menginginkan sebidang tanah itu, setelah kita berpisah, aku akan berusaha mendapatkannya untuk kalian."


Dean menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak Ell.. Tidak.. Jangan mengatakan kau akan berpisah denganku. Jika kau marah perihal sebidang tanah itu, aku akan menjelaskan semuanya. Tapi ku mohon, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku."


Elle berhenti mengemasi barang-barangnya, dia menatap Dean dengan segala rasa yang bercampur aduk menjadi satu.


"Dengarkan aku baik-baik Dean.. Demi Tuhan! Aku tidak marah perihal tanah itu, aku sama sekali tidak mempermasalahkannya. Karena jika pun memang itu tujuan utama mu menikahi ku, aku justru akan membantumu untuk mendapatkan sebidang tanah itu dengan semampuku."


"Aku meninggalkanmu bukan karena tanah itu. Alasan ku ingin meninggalkan mu karena selama ini kau memiliki kekasih. Bahkan kau memberikan apartemen untuk dia tinggali. Aku tidak tahu sejak kapan kau menjalin hubungan dengan kekasihmu itu. Tapi yang jelas, kau sudah melakukan hal yang paling aku benci. Aku benar-benar benci padamu karena kau telah menduakan ku!"


Dean terdiam, dia tidak tahu harus memberikan tanggapan seperti apa. Jujur saja, Dean sungguh melupakan hal yang satu ini. Dean bahkan tidak memiliki alasan yang pasti untuk menjelaskannya ada Elle.


Mungkin, kalau untuk masalah sebidang tanah itu, Dean masih bisa memberikan seribu alasan agar Elle dapat mengerti hal itu. Tapi untuk masalah di yang memiliki hubungan dengan Ayana, Dean benar-benar tidak tahu harus memberikan alasan seperti apa.


"Aku salah, aku minta maaf. Aku akan menjelaskan semuanya padamu, aku akan memutuskan hubunganku dengannya. Sungguh, aku sejak awal sudah berniat untuk menyudahi hubunganku dengannya."


"Lantas kenapa hingga sekarang kau belum juga memutuskan hubunganmu dengannya? Ha!"


Elle kini sudah tidak lagi bisa menahan emosinya, kedua matanya kini mulai berkaca-kaca karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit di hatinya.

__ADS_1


"Kau ingat saat aku menanyakan perlihal warna kulitmu yang sedikit berubah? Tepat setelah aku menanyakan hal itu padamu, Amy bercerita padaku kalau dia melihatmu sedang berjalan bersama seorang gadis dengan bergandengan tangan. Amy melihat hal itu tepat di pantai di mana aku juga berlibur bersama dengan Amy. Tapi kau tahu, aku masih berusaha untuk menyangkalnya, aku masih berusaha untuk percaya padamu. Aku masih berusaha berpikir kalau gadis itu merupakan salah satu dari temanmu yang mengajakmu berlibur ke pantai."


"Tapi nyatanya, semua pikiran baikku hancur saat kau mengakuinya dengan mulutmu sendiri kalau kau memiliki kekasih! Rasa percayaku padamu hancur lebur saat itu juga Dean!!"


"Aku muak padamu Dean, aku benar-benar membencimu!"


Elle menutup kopernya, dia hendak berlalu pergi dari sana dengan membawa kopernya.


Namun Dean segera menghentikan Elle, dia menggenggam tangan Elle dengan sangat erat.


"Tidak Ell, ku mohon, jangan seperti ini. Aku mohon, jangan tinggalkan aku. Aku berjanji, aku akan segera mengakhirinya. Ku mohon, tetap tinggal disini."


Elle menatap Dean dengan sangat nyalang.


"Lepaskan aku! Atau aku akan semakin membencimu!!"


"Ell.. Ku mohon.."


"Lepaskan aku Dean!"


Suara Elle terdengar begitu penuh dengan penekanan.


Mau tidak mau, Dean pun melepaskan tangan Elle.


Tanpa berkata apa pun lagi, Elle segera berlalu pergi dari sana. Melewati ibu mertuanya yang entah sejak kapan sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


Elle tidak tahan jika harus menjalani kehidupan rumah tangga yang tidak bersih.


Kalau pun Dean memang akan meninggalkan gadis yang menjadi kekasihnya, sedikit kemungkinan untuk Dean tidak lagi melakukan hal itu. Elle tidak yakin kalau Dean tidak akan melakukan perselingkuhan lagi.


Sejatinya, sekalinya seseorang sudah melakukan perselingkuhan, orang itu pasti akan melakukannya lagi dan lagi. Jika di ibaratkan, perselingkuhan layaknya nikotin yang membuat kecanduan. Sekalinya mencoba, maka akan terus menerus mengkonsumsinya.


Ketahuilah, Elle memang benar-benar tidak marah saat mengetahui masalah sebidang tanah itu. Elle hanya merasa sedikit terkejut.


Elle sejatinya berniat untuk membahas masalah tanah itu dengan Dean dan akan membahas solusi untuk mendapatkan tanah itu. Elle tidak masalah jika ibu mertuanya memang menginginkan tanah itu. Elle justru dengan senang hati akan berusaha mendapatkan tanah itu untuk ibu mertuanya.


Namun, setelah mengetahu kalau Dean memiliki kekasih. Niatnya hilang saat itu juga, Elle benar-benar tidak mau lagi berurusan dengan Dean. Elle tidak mau menjalin hubungan yang tidak sehat.


Kalau pun mungkin Dean berhubungan dengan kekasihnya di saat sebelum Dean menikahinya, lantas kenapa Dean harus menikahinya? Kenapa Dean tidak menikahi kekasihnya saja?


Jika memang sebidang tanah itu lah alasannya, kenapa tidak mereka bicarakan baik-baik saja? Kenapa harus melalui pernikahan?


"Aarrgghh!!"


Elle memukul kemudi mobilnya dengan sangat keras saat mobilnya tiba-tiba saja bermasalah.

__ADS_1


Belum cukup Elle meratapi nasib hidupnya yang buruk, dia kini harus mendapatkan kesialan yang memperparah kondisi hatinya.


Elle pun keluar dari dalam mobilnya, dia membuka cup mobil depannya tempat di mana mesin mobilnya berada.


"Kenapa hidupku begitu sial!!"


Elle menatap mesin mobilnya yang berasap dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.


Perlahan, isak tangis mulai keluar dari mulutnya.


Elle meratapi kesialan di dalam hidupnya yang tidak ada habisnya.


Gadis itu duduk di tepi jalan, dia menelungkupkan wajahnya pada lipatan tangannya yang pertumpu pada kedua lututnya.



Pict by : Pinterest


"Aku lelah..." Lirih Elle dengan suara yang sedikit tertahan.


Gadis itu terus saja terisak pilu, mengabaikan tatapan semua orang yang melewatinya.


Dia tidak peduli akan hal itu. Yang dia pedulikan saat ini hanyalah meluapkan segala rasa yang ada di hatinya.


Saking acuhnya dia pada keadaan sekitar, sampai-sampai gadis itu tidak menyadari kalau ada seseorang yang tengah berjalan mendekatinya.


"Elle?"


Elle terdiam, dia merasa mendengar suara yang begitu familiar di telinganya.


Tidak mungkin kan?


Elle sontak saja mengangkat kepalanya saat seseorang itu menyentuh kepalanya.


"Gavin?"


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan berupa like juga follow..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..


__ADS_2