
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed......
...----------------...
Damira Beach..
Pict by : Pinterest
"Tunggu, apa tadi kau bilang??!!"
Saking terkejutnya, Amy sampai menegakkan tubuhnya. Irisan timun yang menutupi kedua matanya jatuh berhamburan. Dia menatap Elle dengan kedua matanya yang membulat sempurna.
Elle seketika saja membuka kedua matanya yang semula terpejam.
"Haish! Hilangkan kebiasaanmu dalam berteriak! Semua orang menatap kita!"
Elle berkata dengan gigi yang terkatup rapat, dia merasa gemas akan kebiasaan Amy yang satu itu.
"Aku tidak peduli, mereka tidak mengenal kita. Aku hanya peduli dengan apa yang baru saja kau katakan."
"Ck! Kenapa reaksimu sangat berlebihan sekali!!"
"Siapa yang tidak akan bereaksi berlebihan jika seorang Gavin Jaliandro tiba-tiba saja menawarimu sesuatu yang di luar nalar."
Elle memutar bola matanya. "Ayolah.. Aku yakin, itu bukan kali pertama dia memberikan penawaran pada seorang wanita. Mana mungkin pria sepertinya dapat bertahan hanya dengan satu wanita saja."
Amy terdiam, dia kembali merebahkan tubuhnya. "Benar juga apa katamu.. Eksistensinya tentang sering bergonta ganti wanita saja sudah tersebar luas di mana-mana. Katakan lah hal itu sebagai rahasia umum. Jadi, aneh juga ketika dia tiba-tiba saja memberimu penawaran seperti itu."
"Hmm.." Elle mengangguk kecil, Elle kembali memejamkan matanya
"Setidaknya kau setuju denganku untuk hal yang satu itu."
"Tapi, bagaimana jika dia serius mengenai tawaran itu?"
Habis sudah kesabaran Elle, dia tidak lagi bisa menahan rasa kesalnya.
"Astaga Am.. Bisa kah kau tidak membahas hal itu sekarang, aku ingin menikmati libur panjangku dengan tenang.. Ok?"
"O, ok." Lirih Amy.
Elle lantas menghela nafasnya, mencoba untuk kembali merilekskan pikirannya.
Sejak kemarin, Elle sudah berencana untuk menenangkan pikirannya yang sedikit kacau akibat berbagai hal yang dia alami di beberapa waktu terakhir ini.
Sejatinya, Elle sebenarnya ingin menghabiskan hari liburnya itu sendirian.
Tapi apalah daya, Amy sang stalker handal pun mengetahui kalau Elle akan berlibur ke pantai.
Dan ya, mau tidak mau, Elle akhirnya memutuskan untuk membawa Amy bersamanya.
Ya, setidaknya, Elle bisa sedikit menghemat pengeluarannya.
Tidak ada salahnya kan sekali-kali dia memanfaatkan sahabatnya yang kaya raya? Toh, Amy juga tidak merasa keberatan untuk membiayai keberangkatan mereka.
Elle seketika saja ingin tertawa jahat jika mengingat hal itu. Rasanya Elle seperti seorang teman yang kejam yang hanya memanfaatkan kekayaan Amy.
Eh, tunggu.. Elle mengernyitkan dahinya.
Kenapa cahaya matahari yang tadinya terang benderang kini tiba-tiba saja menjadi redup? Apa kah awan tiba-tiba saja berubah menjadi mendung?
"Am.. Apa cuaca tiba-tiba saja berubah? Kenapa cahanya tiba-tiba saja meredup?"
__ADS_1
Gadis itu bertanya tanpa membuka kedua matanya.
1 detik, 2 detik, 3 detik..
Elle semakin mengernyitkan dahinya karena Amy tidak menanggapi perkataannya.
Elle lantas membuka matanya untuk memastikan keadaan sekitar.
Betapa terkejutnya dia saat melihat apa yang menghalangi cahaya matahari yang menyinarinya.
Elle seketika saja menegakkan tubuhnya.
"Gavin! Apa yang kau lakukan disini!"
Elle menatap Gavin dengan alis yang saling bertaut. Terlebih lagi, Gavin kini mengenakan pakian santai. Semakin membuat Elle merasa sangat bingung.
Ayolah.. Elle ingin menghabiskan hari liburnya dengan tenang.
Untuk apa pria itu datang kesini?
Tidak bisa kah Elle terlepas dari belenggu pria gila itu barang untuk satu hari saja?
Elle lantas menoleh pada Amy yang ternyata sudah duduk di tempatnya.
"Kau menyadarinya sedari tadi?"
Amy pun hanya bisa menampilkan cengiran lebarnya.
Elle kembali menatap Gavin. "Apa yang kau lakukan di sini!! Bukan kah seharusnya kau bertemu dengan client?"
Gavin mengedikkan dagunya ke arah restoran yang terletak di belakang Elle.
Elle lantas menoleh ke arah restoran itu. Di mana ada Sam dan seorang pria asing yang melambaikan tangannya pada Gavin.
"Jadi kau bertemu dengan client mu di sini?"
Elle seketika saja menghela nafasnya dengan lesu, gagal sudah rencananya untuk berlibur dengan tenang.
Hah.. Sepertinya Elle sudah salah menentukan tempat berlibur.
Lagi pula, salah dia juga yang tidak bertanya pada Gavin tentang tempat di mana dia bertemu dengan client nya.
Eh, tidak tidak.. Jika Elle bertanya, pria itu akan besar kepala karena mengira Elle perhatian padanya.
"Bisa kah aku meminjam sahabatmu untuk sebentar?"
Suara bariton Gavin memecah pikiran Elle.
"Lama pun tak apa. Tuan bisa membawanya sesuka hati Tuan."
Elle sontak saja manatap Amy dengan tatapan nyalangnya.
"Kau gila!!"
"Yak yak yak!! Gavin!! Kau mau membawaku kemana!"
Elle sedikit meninggikan suaranya saat Gavin tiba-tiba saja menariknya pergi dari sana.
Gavin menghentikan langkahnya, dia membuka kemeja pantai yang dia kenakan.
"Apa kau tidak berpikir sebelum mengenakan itu!"
Gavin memakaikan kemeja itu pada Elle.
"Apa salahnya? Bukan kah hal wajar jika untuk mengenakan bikini saat berada di pantai?"
__ADS_1
Meskipun menggerutu, namun Elle tetap mengenakan kemeja itu.
"Tapi aku tidak menyukainya."
Gavin lantas kembali menggenggam tangan Elle.
"Kau akan membawaku kemana?"
"Diam dan ikuti saja aku."
"Ck!"
Elle pun akhirnya hanya bisa pasrah mengikuti langkah Gavin.
Hingga tiba-tiba saja..
Elle terdiam mematung saat Gavin tiba-tiba saja menghentika langkahnya kemudian menarik Elle ke dalam pelukan pria itu.
"Ap, apa yang kau lakukan?" Lirih Elle.
Jantung gadis itu tiba-tiba saja berdebar dengan sangat cepat. Belum lagi aroma maskulin yang menguar dari tubuh Gavin. Benar-benar membuat Elle tidak bisa mengontrol debaran jantungnya.
"Gavin.."
Elle berusaha melepaskan diri dari pelukan Gavin.
Namun Gavin menahannya, dia tidak membiarkan Elle untuk lepas dari pelukannya.
"Sebentar saja.. Biarkan seperti ini untuk sebentar saja."
Elle pun hanya bisa diam. Tanpa tahu, kalau sebenarnya Gavin melakukan itu karena suatu alasan.
Alasan yang bisa membuat Elle terpuruk saat itu juga.
Di sana, tepat di belakang Elle. Ada Dean dan Ayana yang tengah berjalan sambil bergandengan tangan.
Gavin sedikit tidak menyangka kalau dua orang itu juga akan berlibur di tempat ini.
Gavin akui, sejujurnya, tempat awal dia bertemu dengan client bukan lah di pantai ini.
Namun, mengetahui Elle yang akan berlibur di pantai ini. Membuat Gavin akhirnya mengubah tempat pertemuannya.
Sebenarnya, Gavin bisa saja membiarkan Elle melihat Dean dan Ayana. Karena mau bagaimana pun, hal itu jelas akan menguntungkannya.
Tapi, Gavin tidak ingin melakukannya. Gavin tidak mau kalau sampai hal itu merusak hari baik Elle dan membuat gadis itu terpuruk.
Ya meskipun sebenarnya Gavin yakin kalau dia juga sudah merusak hari baik Elle. Tapi setidaknya, Gavin tidak membuat Elle sampai se terpuruk itu.
Setelah memastikan kalau Dean dan Ayana benar-benar menghilang dari jarak pandangnya. Gavin pun melepaskan pelukannya.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Gavin kembali menggenggam tangan Elle, menuntun gadis itu untuk mengikuti langkahnya.
Elle yang masih belum bisa mengendalikan perasaannya pun hanya bisa mengikuti langkah Gavin dalam diam.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan berupa like juga follow..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
__ADS_1
Bye bye..