
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------------...
Di sisi lain, Jaliandro Company..
Sam berjalan dengan langkah yang sedikit tergesa menuju ruangan CEO, tempat yang di dalamnya sudah pasti ada pria yang menjadi atasannya. Siapa lagi jika bukan Gavin.
Persimpangan di dahi pria itu tercetak dengan begitu sempurna. Nafasnya bahkan terdengar sedikit memburu seolah tengah menahan emosinya.
Bagaimana tidak? Dia yang tadinya sedang terfokus pada pekerjaannya seraya menikmati segelas kopi paginya. Tiba-tiba di kejutkan oleh sebuah pesan masuk yang berasal dari Gavin.
Bukan notifikasi pesan itu yang membuatnya merasa terkejut, melainkan isi dari pesan itu sendiri.
Bayangkan saja, bagaimana terkejutnya dia tat kala membaca pesan yang berisi perintah untuk dia segera memberitahukan pada pihak NJ Company kalau Gavin akan melakukan rapat keuangan dadakan dengan pihak NJ Company. Rapat keuangan dadakan dengan pihak NJ Company yang belum pernah satu kali pun di lakukan oleh Gavin.
Ayolah.. Rapat keuangan dadakan yang Gavin minta bukanlah rapat keuangan dadakan yang sangat penting.
Untuk apa juga Gavin melakukan rapat keuangan dadakan dengan perusahaan cabang yang laporan keuangannya selalu stabil dan tepat waktu? Bahkan perusahaan cabang itu merupakan satu-satunya perusaan cabang terbaik dalam hal keuangan maupun laporannya.
Jika Gavin benar-benar ingin melakukan rapat keuangan dadakan itu. Tanpa harus di jelaskan pun, Sam lebih dari sekedar mengerti kalau di balik rapat keuangan dadakan yang ingin di lakukan pria itu tersirat pesan kalau pria itu benar-benar akan mengejar gadis itu. Dan sudah jelas pasti juga itu berarti Gavin akan merebut gadis itu dari tangan suaminya.
Dan juga, jika Gavin benar-benar akan melaukan rapat keuangan dadakan itu. Bukan kah hal itu bisa saja membuat panik para petinggi yang bekerja di sana?
Secara, perusahaan cabang NJ Company merupakan perusahaan yang paling bersih dari segala tindakan keburukan dalam hal apa pun itu. Belum pernah ada satu pun kasus yang terjadi di cabang perusahaan itu.
Entah itu hasil penjualan, entah itu kinerja para pegawai, entah itu laporan, semuanya berjalan dengan sangat baik di cabang perusahaan itu.
Ayolah.. Jangan mengorbankan mental banyak orang hanya demi seorang gadis yang bahkan sudah menjadi istri orang..
Sam benar-benar tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Gavin.
Sam lantas membuka pintu ruangan Gavin dengan sedikit kasar.
"Kau memintaku untuk melakukan rapat keuangan dengan pihak NJ Company hanya demi menemui gadis itu?"
Sam langsung menanyakan apa yang menjadi inti dari rapat keuangan dadakan yang di minta oleh Gavin.
Jujur saja, Sam benar-benar merasa sangat enggan untuk menuruti keputusan Gavin yang tetap bersikukuh untuk mengejar Elle.
Gavin menaikkan sebelah alisnya. "Maksudmu Elle?"
Sam seketika saja memijat pangkal hidungnya.
__ADS_1
Oh God, bahkan Gavin hapal betul nama gadis itu..
"Ya, apa pun itu namanya. Kau sudah benar-benar yakin akan mendatanginya? Kau sudah benar-benar yakin akan mengejarnya? Kau sudah benar-benar yakin akan merenggutnya ke dalam genggamanmu??"
Gavin mengangkat bahunya acuh. "Aku tidak pernah se yakin ini."
Sam menghela nafasnya untuk sejenak. "Tapi dia sudah memiliki suami.. Dengarkan aku baik-baik Gavin.. Aku tidak sedang berbicara sebagai bawahanmu.. Aku sedang berbicara sebagai sepupumu.. Dan juga, apa kau tidak berpikir? Kalau apa yang akan kau lakukan ini bisa saja mengganggu kinerja para pekerja di sana. Bisa saja hal ini membuat mereka panik."
"Ayolaaah.. Jangan mengorbankan mental para pekerja hanya demi untuk menemui gadis itu."
Sam mencoba untuk membujuk Gavin agar pria itu tidak melanjutkan rencananya.
Bukannya apa, hanya saja, Sam tidak ingin kalau sampai nama Gavin tercoreng akibat rencana yang akan di lakukan oleh pria itu.
Akan di letakkan di mana harga diri pria itu kalau dia sampai di beritakan merebut istri orang?
Apa kah Gavin tidak berpikir kalau apa yang di lakukannya itu akan merusak reputasinya??
Bukan kah tempo hari Sam sudah menjelaskannya secara rinci pada Gavin tentang resiko yang akan di hadapi kalau dia benar-benar mengejar gadis itu? Apa kah penjelasannya kurang rinci? Apa kah penjelasannya kurang bisa di mengerti? Atau kah Gavin memang mengabaikan penjelasan darinya?
Lagi pula, kenapa juga Gavin tertarik dengan urusan rumah tangga seseorang?
Sejak kapan Gavin mulai menjadi pria yang sebegitu penasarannya terhadap seorang gadis?
Jika hanya soal keperawanan, masih banyak gadis di luaran sana yang masih perawan. Bahkan pria itu tidak perlu repot-repot mendekati gadis yang masih perawan itu.
Tanpa harus mendekati pun, mereka sudah pasti akan dengan suka rela menjual keperawanannya pada Gavin.
Oh Tuhan, memikirkan hal ini benar-benar membuat kepala Sam berdenyut dengan sangat kuat.
"Sudahlah.. Kau tidak perlu berusaha mencoba untuk membujukku. Kau hanya perlu melakukan apa yang aku perintahkan. Lagi pula, tidak ada salahnya kan melakukan rapat itu. Anggap saja sebagai inspeksi dadakan. Dengan begitu, mereka akan meningkatkan kinerja mereka."
Nada bicara Gavin terdengar sangat acuh tak acuh, seolah dia sudah memikirkan hal itu dengan sangat matang.
Lagi pula, memang begitulah adanya.. Gavin sudah memikirkan hal ini sejak tiga hari yang lalu.
"Tapi.."
"Lakukan sekarang!" Gavin menatap Sam dengan tatapan datarnya.
"Ah ya ya ya ya, baiklah baiklah.. Saya akan segera melakukannya Tuan!"
Sam menekankan kata Tuan dengan sedikit gemas kemudian berlalu pergi dari sana.
Gavin mengangkat bahunya acuh, dia tidak menghiraukan raut wajah Sam yang terlihat sangat kesal.
__ADS_1
Lagi pula, apa pedulinya dia dengan reputasi dan kehormatan? Tanpa harus mempertahankan nama baiknya di dunia atas pun, dia tetap saja menjadi ketua mafia paling di takuti di seantero daratan Eropa.
Gavin lantas mengambil selembar foto seorang gadis dari dalam laci meja kerjanya. Gadis yang sudah pasti tidak lain dan tidak bukan adalah Elle. Foto itu adalah foto yang di ambil oleh bawahannya tempo hari ketika Elle mengunjungi cafe bersama dengan Amy.
Pict by : anniitakelly
Gavin menatap wajah Elle yang ada di dalam foto itu dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
"Bagaimana aku harus memulai?"
Kalau boleh jujur, Gavin juga sebenarnya merasa sedikit bingung harus memulainya dengan cara yang seperti apa.
Sejatinya, Gavin bisa saja menyeret gadis itu dan mengurungnya di dalam mansion miliknya.
Tapi, tidak.. Gavin tidak akan melakukan hal itu. Gavin akan membuat pengecualian untuk gadis itu.
Ya, pengecualian..
Gadis pertama yang menjadi pengecualian untuk Gavin. Bahkan mungkin, gadis itu juga akan menjadi gadis terakhir yang menjadi pengecualian untuk Gavin.
"Ck! Apa yang aku pikirkan!!" Gavin menggelengkan kepalanya.
"Jangan sampai aku jatuh pada pesonanya!"
"Aku hanya akan membuatnya menjadi mainanku!"
Gavin lantas kembali meletakkan foto Elle ke dalam laci meja kerjanya.
Dia beranjak dari sana untuk segera menuju ke tempat yang menjadi tujuannya.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
Bye bye..
__ADS_1