Love Line (Gavin X Elle)

Love Line (Gavin X Elle)
The Saphire


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------------...


The Saphire..


Amy menatap papan nama club malam yang ada di depan matanya itu dengan tatapan horor.


"Ell, apa kau yakin akan masuk ke dalam sana?? Apa tidak sebaiknya kita pulang saja?? Atau jika tidak, lebih baik kita pergi ke club malam yang biasa kita kunjungi saja. Apa kau benar-benar lupa Ell, di dalam sana terlalu banyak predator yang sudah pastinya akan sulit untuk kita tangani." Suara Amy terdengar sangat putus asa.


Elle memutar bola matanya. "Ck! Apa salahnya?? Tidak apa kan jika sekali-kali kita masuk ke sana. Ayolaaah.. Kita terlalu sering mengunjungi club malam yang lainnya. Hanya ini satu-satunya club malam yang belum kita kunjungi."


"Percaya saja padaku, kau akan sangat menyukai tempat ini Am.."


Ya, setelah pertikaiannya dengan Dean, Elle memutuskan untuk mengajal Amy mengunjungi club malam.


Amy yang memang pada dasarnya menyukai riuhnya suasana club malam pun, tentu saja langsung menyetujui ajakan Elle tanpa berpikir dua kali.


Namun, setelah mengetahui kalau tempat yang menjadi tujuan Elle adalah The Saphire, seketika saja membuat nyali Amy menjadi ciut.


Ayolah.. Siapa yang tidak tahu orang-orang seperti apa saja yang mendatangi tempat itu.


Meskipun ada sebagian dari kalangan biasa yang mendatangi tempat itu. Tapi sebagian besar dari orang-orang yang mendatangi tempat itu adalah orang-orang yang berasal dari kalangan dunia bawah.


Ya walaupun Amy dan Elle mendatangi tempat itu dengan niat hanya sekedar untuk minum, Amy tetap tidak bisa menebak, hal seperti apa yang nantinya akan mereka hadapi.


Bisa saja kan seseorang dari kalangan dunia bawah itu mencoba untuk menggoda mereka?


Amy mungkin masih bisa lari untuk menghindari mereka. Tapi Elle? Dengan sifat bar-bar yang di miliki wanita itu. Amy tidak yakin kalau Elle mampu untuk tidak menanggapinya.


Terlebih lagi, Elle memiliki tingkat toleransi yang sangat rendah terhadap minuman beralkohol.


Haaahh.. Amy tidak bisa membayangkan jika hal itu sampai benar-benar terjadi.


Sungguh, Amy masih ingin hidup dengan tenang, Amy masih sangat sayang akan nyawanya.


Amy tidak ingin sampai hidupnya menjadi rumit hanya karena kesalahan konyol yang mungkin saja akan di lakukan oleh Elle.


Amy sangat tau betul bagaiman ajaibnya tingkah Elle di saat wanita itu sedang dalam keadaan mabuk.


Amy tidak akan terlalu memikirkan hal itu jika mereka mengunjungi club malam yang biasa mereka kunjungi, karena sebagian besar orang yang bekerja di sana sudah sangat mengenal mereka.


Tapi ini? The Saphire.. Club malam yang selama ini selalu mereka hindari. Yang sudah pastinya, tidak ada satu orang pun yang mengenal mereka.


Lagi pula, Amy juga merasa heran. Kenapa malam ini sahabatnya itu tiba-tiba saja ingin mendatangi The Saphire? Apa wanita itu kerasukan sesuatu??


"Sudahlah Ell.. Sebaiknya kita pergi ke tempat lain saja, ya ya ya.."


Amy menatap Elle dengan sangat memelas.


"Tidak!" Elle menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Kalau kau tidak ingin masuk ke sana, maka biarkan aku saja yang masuk."


Elle melenggang pergi begitu saja.


"Haishh!!!" Amy menatap Elle dengan di penuhi rasa gemas.


Mau tidak mau, suka tidak suka, Amy tetap mengikuti langkah wanita keras kepala itu yang sayangnya harus menjadi sahabatnya.


Ketahuilah, Amy bukan orang yang akan dengan tega meninggalkan sahabatnya sendirian.


.......


.......


.......


"Oh, wow.. Tempat ini benar-benar mewah.."

__ADS_1


Amy menatap setiap sudut ruangan itu dengan tatapan kagum.


Elle seketika saja memutar bola matanya. "Kemana perginya orang yang tadi sempat memaksa untuk tidak masuk ke dalam sini?"


"Khem!" Amy tersenyum canggung. "Mari kita lupakan hal itu, sebaiknya kita segera mencari meja yang bisa kita tempati."


"Heh!" Elle menaikkan sebelah alisnya saat Amy melenggang pergi begitu saja seolah melupakan kalau tadi dialah orang yang paling enggan untuk masuk ke dalam sini.


See.. Benarkan apa kata Elle, wanita itu akan sangat menyukai tempat ini. Bahkan wanita itu terlihat lebih bersemangat jika di bandingkan dengan Elle.


"Kenapa tidak dari dulu saja kita datang ke tempat ini?"


Amy menyesap minumannya seraya menikmati music disco yang semakin lama semakin panas. Tak jarang, netranya juga melirik para penari striptease yang tidak ada lelahnya meliukkan tubuh mereka.


Beruntungnya, Amy dan Elle mendapatkan meja yang terletak di sudut ruangan. Membuat kemungkinan menjadi kecil untuk mereka mendapatkan godaan dari para pria yang ada di sana.


Dari sudut itu juga, mereka bisa berbincang dengan baik karena suara musik tidak terlalu berdentang masuk ke dalam pendengaran mereka.


"Apa kau lupa? Selama ini, kau lah yang selalu menolak untuk datang ke tempat ini."


Amy menampilkan cengiran lebarnya. "Maafkan aku, okay.. Aku tidak menyangka kalau tempat ini akan sangat jauh dari apa yang aku bayangkan selama ini."


Elle mengangguk kecil, menyetujui apa yang di katakan Amy. "Hell yeah.. Benar apa yang kau katakan, tempat ini tidak seburuk apa yang kita bayangkan."


Karena ya, dalam bayangan mereka. The Saphire merupakan tempat club malam yang kumuh dan bau. Secara, sebagian besar orang yang datang ke tempat ini merupakan orang-orang yang berasal dari kalangan dunia bawah.


Tapi, setelah mereka masuk ke dalam sini. Sepertinya mereka benar-benar harus berpegang teguh pada istilah jangan memandang buku dari sampulnya. Karena mereka tidak pernah tau isi di yang sebenarnya seperti apa sebelum mereka benar-benar melihat sendiri isi di dalamnya.


1 gelas.. 2 gelas.. 3 gelas..


Amy mengerjapkan matanya melihat Elle yang tiba-tiba saja meminum minuman beralkohol itu langsung dari botolnya.


"Oh God! Cukup Ell!! Kau sudah sangat mabuk." Amy menarik botol yang di pegang Elle. "Kau bahkan hampir menghabiskan 3 botol minuman ini sendirian!"


"Em, em, em.." Elle menggelengkan kepala seraya menelan minuman yang ada di dalam mulutnya. "Aku belum mabuk.. Kau tidak lihat? Aku masih sangat baik-baik saja.. Aku masih memiliki kesadaranku secara utuh."


"Tcih!" Amy memutar bola matanya. "Katakan itu pada seseorang yang wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus."


"Sepertinya aku harus membasuh wajahku." Elle beranjak dari duduknya.


Namun, belum sempat dia berdiri tegak. Dia kembali terduduk di atas sofa akibat pandangan matanya yang terasa sangat berputar.


Amy menghela nafas jengah, dia menatap Elle dengan perasaan gemas.


Benar kan apa yang baru saja Amy katakan? Wanita itu sudah sangat mabuk.


"Kenapa tempat ini tiba-tiba saja berputar?" Elle memegangi kepalanya yang terasa sangat berdenyut.


"Sudah ku katakan, kau mabuk Ellll.."


"Ehhmm.." Elle menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mabuk! Tempat ini saja yang tiba-tiba berputar."


"Haish! Terserah apa katamu!" Amy menjatuhkan punggungnya pada sandaran sofa.


Tapi sedetik kemudian, Amy kembali menegakkan tubuhnya.


"E, eh.. Kau mau kemana??"


Amy beranjak dari duduknya dengan sedikit panik, dia mengejar Elle yang entah hendak pergi kemana.


.......


.......


.......


"Sudah ku katakan, kau mabuk Ell.." Amy memijat tengkuk Elle dengan lembut.


Elle sudah hampir 10 menit terus menerus mengeluarkan isi perutnya.

__ADS_1


"Aku tidak mabuk, aku hanya sedikit masuk ang.. Huwek!!"


"Ck! Tidak usah keras kepala! Setelah ini, kita pulang."


Elle menggelengkan kepalanya. "Aku masih ingin di sini.."


"Tidak! Kita harus pulang!" Amy menolak dengan keras.


Elle mendongakkan wajahnya untuk menatap Amy, dia menatap Amy dengan memelas.


"1 jam lagi saja.. Okay?"


Amy menaikkan sebelah alisnya. "Heh! Kau kira aku akan luluh dengan tatapanmu itu?"


"Ayolaaah..." Elle menarik-narik ujung mini dress yang di kenakan Amy, tatapan matanya di buat semakin memelas.


Amy menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Lihatlah, siapa yang akan percaya? Kalau wanita yang saat ini sedang bertingkah bak balita meminta susu itu sudah berumur 25 tahun, bahkan sudah berumah tangga.


"Ya ya ya?" Kali ini Elle mengedip-ngedipkan kedua matanya.


Amy kembali menghembuskan nafasnya.


"Baiklah-baiklah.. Satu jam.."


"Okay!"


Amy memutar bola matanya mendengar nada suara wanita itu yang sangat riang.


Elle lantas segera membasuh mulutnya, dia menarik Amy untuk keluar dari dalam toilet.


Belum sempat Any bernafas dengan lega, Amy kembali di buat panik tat kala Elle tiba-tiba saja melepaskan tangannya kemudian berjalan dengan langkah lebar ke arah yang bukan menuju tempat di mana tadi mereka duduk.


"Haishh!!" Amy pun berusaha untuk mengejar langkah Elle.


"Kemana perginya wanita itu!! Kenapa cepat sekali menghilangnya!!"


Amy bergumam dengan perasaan gelisah. Netranya bergulir ke sana ke mari untuk menemukan keberadaan Elle.


Hingga..


Pendengaran Amy tiba-tiba saja terpusat pada keributan yang terjadi di lantai atas.


Amy membulatkan kedua bola matanya saat melihat Elle lah yang sedang membuat keributan itu.


"Astaga!!"


Amy melangkah menuju lantai atas dengan sedikit tergesa-gesa.


Setibanya di lantai atas, Amy seketika saja terdiam mematung melihat beberapa pria yang sudah tergeletak tak berdaya di atas lantai.


Amy lantas menggulirkan netranya untuk mencari Elle.


Wanita itu menelan ludahnya dengan sangat kasar melihat Elle yang kini tengah berada di atas pangkuan seorang pria.


"Oh God!" Amy mengusap kepalanya dengan di penuhi rasa frustasi. "Tamatlah riwayatmu Ell.." Wanita itu menatap Elle dengan tatapan horor.


Amy lantas berdoa di dalam hatinya, semoga Elle akan baik-baik saja karena telah mencari masalah dengan pria itu.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..


__ADS_2