
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed......
...----------------...
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku?"
Elle mencoba untuk memulai percakapan setelah pelayan mengantarkan minuman yang mereka pesan.
"Emm.. Aku.."
Ayana merasa sangat bimbang, haruskah dia langsung berbicara pada intinya? Tapi, bukan kah akan sangat tidak tahu malu jika Ayana langsung berkata kalau dia hamil anak Dean?
"Santai saja, kita memiliki cukup banyak waktu. Kau bisa berbicara secara perlahan."
Bukannya merasa tenang, mendengar apa yang di katakan Elle justru semakin membuat Ayana merasa gugup. Ayana benar-benar merasa semakin tertekan mendapatkan perlakuan baik dari Elle.
Apa kah Elle tidak menyadari siapa Ayana? Kenapa Elle memperlakukannya dengan sangat baik.
Pertanyaan itu jelas saja seketika timbul di benaknya.
"Apa kau tahu siapa aku?"
Ayana menatap Elle dengan di penuhi rasa ragu.
Elle mengangguk dengan senyum kecil yang tersungging di bibirnya.
"Aku lebih dari tahu, meskipun aku belum pernah melihat wajahmu, tapi aku bisa mengenalimu hanya dengan nama Dean yang kau sebutkan."
Ayana seketika saja menundukkan kepalanya, dia jelas semakin merasa malu. Dengan mengetahui Elle yang sudah tahu siapa dirinya, benar-benar membuat Ayana merasa semakin kehilangan rasa kepercayaan dirinya.
Padahal, jauh hari dari sebelum dia bertemu dengan Elle, dia sudah menyiapkan mental kalau kalau saja Elle akan menyerangnya dengan membabi buta. Toh, dia pun sadar dengan apa yang dia lakukan sangatlah salah, dia tidak keberatan kalau Elle memang akan menyerangnya. Dengan begitu, dia harap hal itu bisa mengurangi sedikit rasa bersalahnya.
Namun, alih-alih penyerangan yang brutal, justru perlakuan baik lah yang Ayana dapatkan. Hal yang sungguh jauh di luar ekspektasinya. Hal yang benar-benar tidak pernah dia bayangkan di dalam benaknya.
Hal itu juga lah yang membuat rasa bersalah yang Ayana miliki semakin menjadi-jadi.
Ayana kini tiba-tiba saja merasa penasaran, apakah Elle benar seorang manusia? Apa kah hati Elle terbuat dari cahaya surga? Kenapa perempuan ini bisa begitu lapang dalam menghadapi perempuan yang merupakan selingkuhan dari suaminya?
Andai Ayana ada di posisi Elle, sudah Ayana pastikan dirinya saat ini pasti sudah babak belur.
__ADS_1
"Maafkan aku.."
Pada akhirnya, hanya 2 patah kata itu yang bisa terucap dari mulut Ayana, kata-kata yang sudah berusaha dia susun rapi saat ini benar-benar sudah kacau balau.
"Aku benar-benar minta maaf.."
Ayana mencoba untuk kembali mengutarakan rasa penyesalannya.
Namun sayangnya..
Hening.. Tidak ada satu kata pun yang terucap dari mulut Elle.
Ayana lantas mencoba untuk mengangkat wajahnya, dia menatap Elle yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk Ayana artikan.
Mendapatkan tatapan seperti itu, tentu saja membuat Ayana merasa semakin gugup. Diamnya Elle benar-benar membuat hati Ayana terasa seperti tersayat. Kedua sudut matanya berkedut menahan air mata yang bisa keluar kapan saja.
"Aku.. Aku benar-benar minta maaf.. Apa yang sudah aku lakukan padamu selama ini memang sangat salah. Aku benar-benar sangat sadar kalau aku sungguh tidak pantas untuk menerima maafmu. Aku juga sadar kalau aku cukup tidak tahu malu karena masih tetap mengharapkan maaf darimu."
"Aku hanya.. Aku tidak tahu harus mengatakan apa.. Aku benar-benar tidak tahu lagi harus berbicara apa selain kata maaf. Aku merasa sangat bersalah padamu." Buliran bening yang sedari Ayana tahan kini akhirnya tumpah juga. "Meskipun aku tahu kalau kau tidak akan memaafkan perbuatanku. Aku hanya ingin meminta maaf padamu. Aku benar-benar minta maaf.. Aku.."
"Sudah cukup, jangan meminta maaf lagi."
"Maafkan aku."
"Dengarkan aku, Ayana. Kau seharusnya tidak meminta maaf padaku. Disini justru aku lah yang seharusnya meminta maaf padamu. Dari awal, aku yang sebenarnya sudah merusak hubunganmu dengan Dean. Saat itu aku benar-benar tidak tahu kalau Dean sudah memiliki kekasih. Andai saja aku tahu kalau Dean sudah memiliki kekasih, aku tidak mungkin mau menikah dengan Dean."
"Meskipun aku belum pernah menjalin hubungan, tapi aku sadar betul, bagaimana rasa sakitnya saat pria yang sedang menjalin kasih dengan kita harus menikah dengan perempuan lain."
"Jadi aku benar-benar minta maaf karena sudah merebut Dean darimu, aku juga minta maaf karena saat itu aku tidak tahu apa-apa mengenai hubungan kalian."
Ayana menghapus air mata yang terus saja keluar dari matanya, dia perlahan mengangkat kepalanya untuk menatap Elle.
"Tidak.." Ayana menggelengkan kepalanya. "Kau tidak bersalah.. Aku cukup sadar diri kenapa orang tua Dean lebih memilih untuk menikahkan Dean dengan mu. Saat itu pun kedua orang tua Dean tidak menyetujui hubunganku dengan Dean. Aku tidak akan menyalahkanmu karena kau sudah menikah dengan Dean."
Elle menghela nafasnya. "Terlepas dari masalah apa pun yang ada di antara kau dan orang tua Dean, aku tetap bersalah karena telah merusak hubungan kalian."
"Aku juga bersalah karena sudah membuat hubungan pernikahanmu dengan Dean berantakan. Bahkan hingga membuat kau ingin menceraikan Dean."
Elle menyunggingkan senyumnya. "Tidak, Ayana. Rusaknya hubunganku dengan Dean bukan karena dirimu. Meskipun tidak dapat aku pungkiri, kau juga memang menjadi salah satu alasannya. Tapi ketahuilah Ayana, alasan terbesar retaknya hubungan rumah tanggaku dengan Dean, jelas bukan dirimu. Kau tidak perlu merasa bersalah akan hal itu."
"Aku tidak bisa menjelaskan permasalahan utamanya secara mendetail. Hanya saja, kau sepertinya memang harus tahu kalau kau bukan alasan utama kenapa aku ingin menceraikan Dean. Dengan begitu, kau bisa menenangkan dirimu dari rasa bersalah yang kau miliki terhadapku."
__ADS_1
Ayana terdiam, dia tidak tahu harus menganggapi Elle dengan perkataan seperti apa. Di satu sisi, apa yang di katakan oleh Elle memang benar adanya. Ayana merasa sedikit lega setelah mendengar kalau dia bukan asalan kenapa Elle ingin menceraikan Dean.
Tapi di sisi lain, Ayana juga masih merasa bersalah karena telah menjadi orang ketiga di dalam hubungan pernikahan Dean. Terlebih lagi, Ayana saat ini sedang mengandung anak Dean. Hal itu benar-benar membuat Ayana merasakan beban rasa bersalah yang sngat sulit untuk dia lepaskan.
Melihat Ayana yang seperti masih memikul beban rasa bersalah yang teramat besar, membuat Elle merasa bimbang. Haruskah dia menjelaskan apa yang terjadi antara dirinya dan Dean? Tidak kah itu sedikit berlebihan?
Tapi, Elle merasa kalau semuanya harus di jelaskan dengan terperinci. Lagi pula, Elle yakin, tidak ada satu pun hubungan dirinya dengan Dean yang tidak di ketahui Ayana.
"Bolehkah aku berkata jujur?"
Ayana menatap Elle untuk sejenak kemudian menganggukan kepalanya.
"Dean sama sekali belum pernah menyentuhku. Bahkan hanya untuk sekedar menggenggam tanganku dengan hangat, Dean belum pernah melakukannya."
Ayana tertegun, dia merasa cukup terkejut akan apa yang di katakan oleh Elle.
Ketahuilah, selama ini, Ayana pikir kalau Elle dan Dean sudah berhubungan selayaknya suami istri pada umumnya. Ayana tidak menyangka kalau Dean belum pernah menyentuh Elle sedikit pun.
Dean memang pernah berkata kalau dia tidak pernah menyentuh Elle. Tapi Ayana tidak menghiraukan apa yang di katakan Dean. Karena Ayana pikir, mana mungkin seoranh pria mampu menahan hawa nafsunya. Ayana benar-benar tidak menyangka kalau apa yang di katakan Dean memang benar adanya.
"Apa Dean tidak pernah menceritakan hal ini padamu?"
Melihat raut wajah Ayana yang tergenun, membuat Elle tiba-tiba saja merasa bingung. Bukan kah seharusnya Ayana mengetahui hal ini? Selama ini, Dean selalu menghabiskan malam bersama Ayana. Seharusnya Ayana tahu kan kalau Dean tidak pernah menyentuhnya?
Ayana menggelengkan kepalanya. "Dean memang pernah mengatakan hal ini padamu. Tapi aku tidak menyangka kalau Dean benar-benar belum pernah menyentuhmu sedikit pun."
"Aku benar-benar... Tidak menyangkanya.."
Lirihan Ayana menghasilkan seulas senyum tipis di bibir Elle. Senyum tipis yang mampu membuat Ayana merasa merinding. Senyuman yang juga mengingatkan Ayana pada pemeran Dewi Athena saat hendak menghabisi musuhnya.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan berupa like juga follow..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
__ADS_1
Bye bye..