
" Apa karena Eliza" kata pak Abdul yang sudah menduganya. Membuat tuan dan nyonya Winter bertanya siapa Eliza, sepentingkah itukah dia bagi Zayyan.
Pak Abdul tersenyum melihat Zayyan hanya diam dia sudah menduganya bahwa Zayyan berat untuk pergi dari kota ini.
" Dengar Zay jadilah anak yang sukses, hebat agar suatu saat kamu dapat menemukan Eliza dan membanggakan" kata pak Abdul.
Zayyan memikirkan perkataan pak Abdul benar dia harus menjadi sukses agar melindungi Eliza, Mereka senang katena Zayyan bersedia dijadikan anak angkat dari kedua orang asing yang yang ditolonginya.
" Terima kasih nak telah menjadikan kami orangtuamu, kami bahagia sekali akhirnya punya putra juga" kata nyonya Gemila, sambil tersenyum dan mengelus kepala Zayyan.
Kemudian pak Abdul pamit karena hari sudah gelap dan dia harus kembali ke restorannya.
Keesokan harinya tuan Jhon menghubungi orang kepercayaannya untuk mengurus surat2 untuk pengabdosian Zayyan.
" Sayang ayo kita pergi sebelum kita pulang apa ada yang kamu ambil" kata nyonya Gemila, membereskan barang Zayyan.
" Boleh kita ke restoran mom barang Zay ada disana" kata Zayyan, nyonya Gemila senang karena dia sudah dipanggil mommy oleh Zayyan dan dia menangggukan kepalanya.
__ADS_1
" Apa semuanya sudah beres? " tuan Jhon, baru masuk ke ruangan rawat. " Sudah dad tapi putra kita mau ke restoran" kata nyonya Gemila.
Tuan Jhon menanggukan kepalanya kemudian mereka menuju ke restoran, beruntung hari masih pagi hingga pengunjung tidak rami.
Restoran
Kedatangan mereka disambut oleh pak Abdul. dia sudah tahu tujuan mereka datang kesini.
" Silahkan masuk tuan, nyonya" kata pak Abdul." Terimakasih pak" kata nyonya Gemila.
Mereka menuju kursi untuk mengobrol sebelum berangkat ke Amerika.
Zayyan menangggukan kepalanya kemuduan pergi ke belakang dimana kamar Zayyan selama di restoran, sedangkan tuan Jhon memesan coffe sambil menunggu mereka.
Nyonya Gemila melihat sekelilingnya sebuah kamar kecil hanya dengan dialas dengan karpet dan tempat tidurnya hanya kasur lipat, dia melihat Zayyan membereskan semua barangnya.
Tapi matanya tertuju pada kardus yang berisikan buku berbagai bacaan membuatnya penasaran.
__ADS_1
" Nak ini bukumu" kata nyonya Gemila. " Ya mom ini pemberian papi Eliza sebelum mereka pergi" kata Zayyan, mengambil lukisan disamping kasurnya.
Nyonya Gemila menanggukan kepalanya dan melihat lukisan sepasang anak kecil di pekan raya.
" Sepertinya itu namanya Eliza" guman nyonya Gemila, kemudian mereka keluar menemui tuan Jhon.
Tempat pak Abdul dan tuan Jhon.
" Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih karena kalian sudah bersedia menerima Zayyan menjadi keluarga" kata pak Abdul. " Sama -sama pak " kata tuan Jhon. Mereka melanjutkan mengobrol ringan.
" Kalian sudah datang, apa semuanya sudah siap karena kita harus segera ke bandara" kata tuan Jhon.
" Sudah dad semuanya sudah beres" kata nyonya Gemila, tersenyum. Mereka pamit pada pak Abdul.
" Zayyan jadilah anak yang sukses, patuh terhadap orangtuamu dan jangan lupakan yang ada disini" kata pak abdul, Zayyan menyalami pak Abdul dan mengucapkan terimakasih karena selama ini bersedia menerima dirinya.
" Tuan muda mari saya bantu bawakan lukisannya" kata orang kepercayaan tuan Jhon. Tuan Jhon menghubunginya agar menemuinya di kota Padang sebelumnya dia ada di Jakarta.
__ADS_1
" Biar saya yang membawanya" kata Zayyan, dengan dinginnya tidak akan membiarkan seorang pun boleh memegang lukisannya.
" Baik tuan muda" sahut orang kepercayaan tuan Jhon. Mereka menuju ke bandara setelah berpamitan dengan pak Abdul dan lainnya.