
Selesai makan siang Zayyan melanjutkan pencariaannya diikuti oleh Hanny dan Gabriel, tak terasa mereka mencarinya selama berjam-jam Zayyan melihat adiknya tertidur antara kumpukan buku dan Gabriel mulai lelah.
" Gabriel istirahatlah di kamarmu" kata Zayyan. " Zayyan aku tak lelah, aku masih bisa mencarinya sebentar lagi kita pasti bisa menemukannya" kata Gabriel.
" Kamu tak bisa berbohong padaku Gab istirahatlah di kamarmu besok pagi kita harus ke perusahaan" kata Zayyan.
Gabriel memang merasakan kelelahan dia belum istirahat sejak pagi, tapi meninggalkan Zayyan sendiri dia takkan melakukan itu. Melihat Zayyan menatapnya tajam terpaksa menuruti perintah Zayyan.
Gabriel pamit menuju kamarnya dia merebahkan tubuhnya di atas kasurnya tak membutuhkan waktu lama Gabriel sudah masuk ke alam mimpi. Zayyan tersenyum menggelengkan kepalanya dia mengangkat tubuh Hanny dan memindahkannya ke atas kasurnya.
" Adik kakak terima kasih telah membantu, kakak janji akan menemukan kakak iparmu" kata Zayyan mengelus rambutnya, Hanny tersenyum dan memeluk bantal guling.
Zayyan turun dari kasur tanpa sengaja dia melihat buku di balik rak karena penasaran dia geser sedikit rak buku dan ambil buku itu Zayyan memeriksa buku dia tersenyum melihat sesuatu dalam buku.
Dia simpan benda itu dalam lemari pakaian lalu tidur di samping adiknya, mencium kening Hanny dan memejamkan matanya masuk ke dalam mimpi.
__ADS_1
Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang Zayyan bangun melihat adiknya yang masih tidur dengan nyenyak, Zayyan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
" Hanny bangun dek ayo shalat subuh" kata Zayyan, mengelus punggung adiknya.Hanny menguap membuka matanya.
" Kakak Hanny masih ngantuk" kata Hanny menaiki selimutnya. " Baiklah awalnya kakak ingin mengantar adik kakak ini ke sekolahnya, tapi karena dia tak ingin bangun kakak pergi sendiri saja " kata Zayyan dengan tangannya ada di pinggangnya.
Hanny langsung bangun dan menuju ke kamar mandi Zayyan menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya. Kemudian mereka melaksanakan shalat subuh dengan Zayyan menjadi imamnya.
Mommy Gamila dan daddy Jhon sudah menunggu anak-anaknya di ruang meja, mereka tersenyum melihat kedua anaknya turun bersama.
" Hanny kakak tunggu di luar" kata Zayyan selesai dengan makanannya. " Kakak tunggu Hanny ambil tas dulu" kata Hanny menuju kamarnya mengambil tasnya, orangtuanya saling memandang.
" Kamu mengantar adikmu, zay? " Daddy. " Ya dadd hari ini Zayyan bisa mengantar Hanny ke sekolahnya" kata Zayyan, orangtuanya menanggukan kepalanya.
" Tuan muda kita berangkat sekarang" kata Gabriel yang sudah berada di sana. " kita nunggu Hanny hari ini kita antar dia ke sekolah" kata Zayyan, Gabriel menanggukan kepalanya. Zayyan dan Gabriel pamit pada mommy Gamila dan daddy Jhon mereka nunggu Hanny di mobil.
__ADS_1
" Mommy daddy, kakak mana? " Hanny telah berada di samping orangtuanya. " Kakakmu nunggu di mobil" kata daddy Jhon.
" Mom, dad Hanny pergi dulu nanti kakak marah, dadah" Hanny mencium tangan orangtuanya.
Hanny hanya tersenyum melihat Zayyan dengan dinginnya.
" Kakak maaf Hanny lupa menyiapkan buku pelajarannya, kakak jangan marah ya" kata Hanny mengayun manja pada Zayyan.
Zayyan mencubit hidung Hanny. " Mulai hari ini sepulang sekolah harus mengerjakan tugas dan mempersiapkan buku pelajaran untuk esok" kata Zayyan masuk dalam mobil.
" Ok komandan" sahut Hanny memberi hormat Zayyan tersenyum tipis, Hanny masuk ke dalam mobil.
Hari ini Zayyan memakai supir untuk mengantarnya karena dia tahu Gabriel padti masih lelah setelah membantu.
" Kakak sudah menemukannya maaf H as nny semalam ngantuk" kata Hanny. " Tuan muda saya juga minta maaf seharus saya bisa mengatasi rasa lelah.
__ADS_1
"Kalian ini sudahlah tidak apa kakak sudah menemukannya nanti kak kirim pada David" kata Zayyan. Gabriel dan Hanny tersenyum bahagia mendengarnya.